ELED News – Jeddah. Dalam rangka mendukung internasionalisasi sekaligus pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan sebuah workshop pada 30 September 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) yang berlokasi di Kota Jeddah, Arab Saudi, dan berada di bawah naungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).
Workshop ini ditujukan bagi para guru dan pendidik di lingkungan SIJ dengan tujuan untuk memperdalam pengetahuan serta keterampilan pedagogis, khususnya dalam konteks pengajaran bagi peserta didik diaspora Indonesia. Fokus utama kegiatan ini adalah pengenalan dan penguatan metode pembelajaran yang menekankan penggunaan bahasa Indonesia serta bahasa warisan (heritage language) atau bahasa daerah asal Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Pengabdian kepada Masyarakat dosen di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang, yang diketuai oleh Triastama Wiraatmaja, S.S., M.Si., dengan anggota pengabdi Masyhud, M.Pd.
Dalam kegiatan tersebut, Triastama Wiraatmaja, S.S., M.Si., pakar sosiolinguistik dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM, bertindak sebagai pembicara utama dalam forum diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD). Ia memaparkan materi inti terkait pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pembelajaran yang berorientasi pada penguatan bahasa Indonesia dan bahasa warisan Indonesia. Triastama dikenal memiliki pengalaman luas sebagai pendidik dan peneliti yang berfokus pada isu-isu heritage language, sosiolinguistik, serta pergeseran bahasa (language shifting). Ia didampingi oleh Masyhud, M.Pd., yang merupakan pakar di bidang kurikulum dan pembelajaran berbasis multilingual. Keduanya mengangkat isu-isu sensitif yang selaras dengan salah satu agenda penting dalam Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya terkait pelestarian bahasa dan pendidikan inklusif.
Melalui kegiatan ini, para peserta yang mayoritas merupakan guru memperoleh wawasan mengenai strategi dan metode pembelajaran berbasis AI yang efektif dengan mengedepankan bahasa Indonesia dan bahasa warisan sebagai bahasa pengantar maupun bahasa interaksi, baik di dalam maupun di luar kelas. Topik yang dibahas meliputi pentingnya peran bahasa Indonesia dan bahasa warisan dalam proses pembelajaran bagi pelajar diaspora Indonesia, serta pemanfaatan berbagai media ajar berbasis AI untuk mendukung pengembangan dan pelaksanaan pembelajaran di kelas.
“Puji syukur Alhamdulillah, kegiatan ini dapat berlangsung dengan lancar dan diikuti oleh perwakilan guru dari Sekolah Indonesia Jeddah yang berasal dari berbagai bidang ilmu dan jenjang pendidikan. Program ini juga mendapat apresiasi yang sangat positif dari pihak sekolah, khususnya kepala sekolah, yang berkesempatan untuk berdiskusi dan bertukar pengalaman. Beliau menegaskan pentingnya perhatian dan kontribusi perguruan tinggi, terutama fakultas keguruan, dalam pengembangan pendidikan bagi pelajar diaspora Indonesia yang memiliki tantangan berbeda dibandingkan dengan pelajar di tanah air,” ujar Triastama Wiraatmaja selaku koordinator sekaligus ketua kegiatan.Trs/ed_mlv