ELED News – Malang. Dalam program Sore Cerita English yang disiarkan oleh RRI Pro 2 FM pada Rabu, 11 Juni 2025 pukul 16.00–17.00 WIB, para narasumber membahas topik bertajuk “A Shift towards Technology-Based Pedagogy: Metamesta untuk Pembelajaran Bahasa.” Narasumber yang hadir dalam acara ini antara lain Riski Lestiono, M.A., Ph.D., dosen Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Shofi selaku staff Laboratorium Bahasa, dan Rafif, mahasiswa UMM.
Riski menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari kerja sama antara Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dengan Laboratorium Bahasa dalam mengembangkan pembelajaran berbasis virtual reality (VR). Program ini memanfaatkan Metaverse yang dikembangkan menjadi Metamesta, yaitu dunia virtual sebagai media belajar Bahasa Inggris, khususnya dalam keterampilan public speaking.
“Tidak semua mahasiswa percaya diri berbicara langsung dengan orang lain. Oleh karena itu, kami membawa mereka ke lingkungan virtual agar bisa berlatih debat dan pidato dalam Bahasa Inggris melalui simulasi,” jelas Riski.
Metamesta memungkinkan mahasiswa belajar menggunakan avatar, yang meskipun dijalankan oleh orang lain, tetap memberikan kesan interaktif layaknya berbicara dengan makhluk virtual. “Tujuannya adalah membantu mahasiswa mengurangi kecemasan saat berbicara dalam Bahasa Inggris,” tambahnya.
Shofi menambahkan bahwa mahasiswa kini lebih antusias belajar karena merasa belajar di kelas saja kurang memadai. “Dengan VR, mereka bisa belajar di luar kelas dan tetap mendapatkan pengalaman yang bermakna. Teknologi ini membuka akses lebih luas terhadap sumber belajar yang fleksibel,” ujarnya.
Sementara itu, Rafif berbagi pengalamannya saat pertama kali menggunakan platform ini. “Rasanya sangat berbeda. Kalau belajar dari buku, saya hanya menghafal. Tapi dengan Metamesta, saya bisa langsung praktik menggunakan Bahasa Inggris dalam konteks nyata,” ungkapnya.
Program ini diharapkan dapat mendorong para guru dan dosen untuk terus berinovasi dalam metode pengajaran berbasis teknologi, demi menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan dan efektif di era digital.
Di akhir sesi Riski juga menekankan “Jadilah guru yang selalu haus akan ilmu dan inovasi” wjy/ed_mlv