ELED News – Jeddah. Dalam rangka mendukung internasionalisasi sekaligus pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan sebuah workshop pada 30 September 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) yang berlokasi di Kota Jeddah, Arab Saudi, dan berada di bawah naungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Workshop ini ditujukan bagi para guru dan pendidik di lingkungan SIJ dengan tujuan untuk memperdalam pengetahuan serta keterampilan pedagogis, khususnya dalam konteks pengajaran bagi peserta didik diaspora Indonesia. Fokus utama kegiatan ini adalah pengenalan dan penguatan metode pembelajaran yang menekankan penggunaan bahasa Indonesia serta bahasa warisan (heritage language) atau bahasa daerah asal Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Pengabdian kepada Masyarakat dosen di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang, yang diketuai oleh Triastama Wiraatmaja, S.S., M.Si., dengan anggota pengabdi Masyhud, M.Pd. Dalam kegiatan tersebut, Triastama Wiraatmaja, S.S., M.Si., pakar sosiolinguistik dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM, bertindak sebagai pembicara utama dalam forum diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD). Ia memaparkan materi inti terkait pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pembelajaran yang berorientasi pada penguatan bahasa Indonesia dan bahasa warisan Indonesia. Triastama dikenal memiliki pengalaman luas sebagai pendidik dan peneliti yang berfokus pada isu-isu heritage language, sosiolinguistik, serta pergeseran bahasa (language shifting). Ia didampingi oleh Masyhud, M.Pd., yang merupakan pakar di bidang kurikulum dan pembelajaran berbasis multilingual. Keduanya mengangkat isu-isu sensitif yang selaras dengan salah satu agenda penting dalam Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya terkait pelestarian bahasa dan pendidikan inklusif. Melalui kegiatan ini, para peserta yang mayoritas merupakan guru memperoleh wawasan mengenai strategi dan metode pembelajaran berbasis AI yang efektif dengan mengedepankan bahasa Indonesia dan bahasa warisan sebagai bahasa pengantar maupun bahasa interaksi, baik di dalam maupun di luar kelas. Topik yang dibahas meliputi pentingnya peran bahasa Indonesia dan bahasa warisan dalam proses pembelajaran bagi pelajar diaspora Indonesia, serta pemanfaatan berbagai media ajar berbasis AI untuk mendukung pengembangan dan pelaksanaan pembelajaran di kelas. “Puji syukur Alhamdulillah, kegiatan ini dapat berlangsung dengan lancar dan diikuti oleh perwakilan guru dari Sekolah Indonesia Jeddah yang berasal dari berbagai bidang ilmu dan jenjang pendidikan. Program ini juga mendapat apresiasi yang sangat positif dari pihak sekolah, khususnya kepala sekolah, yang berkesempatan untuk berdiskusi dan bertukar pengalaman. Beliau menegaskan pentingnya perhatian dan kontribusi perguruan tinggi, terutama fakultas keguruan, dalam pengembangan pendidikan bagi pelajar diaspora Indonesia yang memiliki tantangan berbeda dibandingkan dengan pelajar di tanah air,” ujar Triastama Wiraatmaja selaku koordinator sekaligus ketua kegiatan.Trs/ed_mlv
Mading Mimpi Goes Bilingual: PMM UMM Ajak Siswa Visualisasikan Cita-Cita dalam Bahasa Inggris
ELED News – Malang. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Program Pengabdian Masyarakat (PMM) menggelar kegiatan kreatif bertajuk “Mading Mimpi” di SD Negeri Losari. Program ini melibatkan siswa kelas 4 dan 6 untuk mengekspresikan cita-cita mereka secara visual dan tulisan, tidak hanya dalam bahasa Indonesia tetapi juga bahasa Inggris. Lewat mading tersebut, para siswa bebas menempelkan gambar atau tulisan yang mewakili profesi impian mereka, seperti dokter, guru, pilot, atau ilmuwan, lalu menuliskannya dalam bahasa Inggris, misalnya “I want to be a doctor” atau “My dream is to be a teacher.” Kegiatan ini diinisiasi oleh tim PMM yang beranggotakan Sabrina Alia Rofyana Nuswantoro, Dewa Ayu Made Dinda Sabila, Jelita Asti Mahesa Ayu, Aulia Royani, dan Nuril Alfina, seluruhnya mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UMM. “Kami ingin anak-anak tidak hanya berani bermimpi, tetapi juga mampu mengekspresikan mimpi itu dalam bahasa Inggris. Ini sekaligus menjadi cara menyenangkan untuk melatih kosakata dan rasa percaya diri mereka,” ujar Nuril Alfina. Menurut Jelita Mahesti Ayu, kegiatan ini juga membantu mengaitkan pembelajaran bahasa Inggris dengan hal-hal yang relevan dan bermakna bagi siswa. Suasana kelas saat kegiatan berlangsung tampak meriah dan penuh tawa. Siswa antusias mencari gambar yang sesuai, menghias mading, dan menunjukkan hasil karya mereka di depan teman-teman. Ketua tim, Sabrina Alia Rofyana, menambahkan bahwa program ini diharapkan menjadi pemicu semangat belajar bahasa sejak dini. “Dengan menggabungkan seni visual dan bahasa, anak-anak bisa belajar dengan cara yang menyenangkan, sehingga pembelajaran terasa lebih hidup,” jelasnya. Kepala sekolah, Ana Andriani, S.Pd., mengapresiasi penuh kegiatan ini dan berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut. “Ini adalah bentuk pembelajaran kreatif yang mampu mengasah kemampuan berbahasa sekaligus menguatkan karakter anak,” ujarnya. Melalui Mading Mimpi Goes Bilingual, PMM UMM berhasil menciptakan ruang bagi siswa untuk berkreasi, bermimpi, dan belajar bahasa secara bersamaan. Dari papan mading sederhana, lahirlah harapan besar yang diungkapkan dengan penuh keyakinan dalam dua bahasa. Dwa/ed_mlv
Menyelami Dunia Metaverse: Cara Baru Belajar Bahasa Inggris
ELED News – Malang. Dalam program Sore Cerita English yang disiarkan oleh RRI Pro 2 FM pada Rabu, 11 Juni 2025 pukul 16.00–17.00 WIB, para narasumber membahas topik bertajuk “A Shift towards Technology-Based Pedagogy: Metamesta untuk Pembelajaran Bahasa.” Narasumber yang hadir dalam acara ini antara lain Riski Lestiono, M.A., Ph.D., dosen Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Shofi selaku staff Laboratorium Bahasa, dan Rafif, mahasiswa UMM. Riski menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari kerja sama antara Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dengan Laboratorium Bahasa dalam mengembangkan pembelajaran berbasis virtual reality (VR). Program ini memanfaatkan Metaverse yang dikembangkan menjadi Metamesta, yaitu dunia virtual sebagai media belajar Bahasa Inggris, khususnya dalam keterampilan public speaking. “Tidak semua mahasiswa percaya diri berbicara langsung dengan orang lain. Oleh karena itu, kami membawa mereka ke lingkungan virtual agar bisa berlatih debat dan pidato dalam Bahasa Inggris melalui simulasi,” jelas Riski. Metamesta memungkinkan mahasiswa belajar menggunakan avatar, yang meskipun dijalankan oleh orang lain, tetap memberikan kesan interaktif layaknya berbicara dengan makhluk virtual. “Tujuannya adalah membantu mahasiswa mengurangi kecemasan saat berbicara dalam Bahasa Inggris,” tambahnya. Shofi menambahkan bahwa mahasiswa kini lebih antusias belajar karena merasa belajar di kelas saja kurang memadai. “Dengan VR, mereka bisa belajar di luar kelas dan tetap mendapatkan pengalaman yang bermakna. Teknologi ini membuka akses lebih luas terhadap sumber belajar yang fleksibel,” ujarnya. Sementara itu, Rafif berbagi pengalamannya saat pertama kali menggunakan platform ini. “Rasanya sangat berbeda. Kalau belajar dari buku, saya hanya menghafal. Tapi dengan Metamesta, saya bisa langsung praktik menggunakan Bahasa Inggris dalam konteks nyata,” ungkapnya. Program ini diharapkan dapat mendorong para guru dan dosen untuk terus berinovasi dalam metode pengajaran berbasis teknologi, demi menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan dan efektif di era digital. Di akhir sesi Riski juga menekankan “Jadilah guru yang selalu haus akan ilmu dan inovasi” wjy/ed_mlv
FKIP UMM Kirim Mahasiswa ke Thailand, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Kembali Jadi Andalan

ELED News – Malang, 5 Juni 2025. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memberangkatkan mahasiswanya untuk menjalankan program pengabdian dan praktik pendidikan di luar negeri. Lima mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris diantaranya ialah: Jesika, Camelia Najwa, Bianca, Adryan, dan Marshanda. Mereka terpilih untuk mengikuti program ini selama dua bulan, dari tanggal 22 Mei hingga 19 Juli 2025. Mereka akan menjalankan tugasnya di dua institusi mitra di Thailand Selatan, yaitu Attarkia Islamic Institute yang berlokasi di Narathiwat dan Lukmanul Hakim School di Yaha, Yala. Dekan FKIP UMM, Prof. Trisakti, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas keterlibatan institusi pendidikan di Thailand serta dedikasi mahasiswa yang berani menjalankan amanah pendidikan lintas negara. Ia menilai program ini sebagai bukti konkret dari langkah internasionalisasi FKIP UMM dalam mencetak pendidik global. Menurutnya, keterbukaan institusi mitra Thailand dalam menerima mahasiswa UMM adalah bentuk kepercayaan yang patut dijaga dan dikembangkan lebih lanjut ke depan. Program ini sendiri merupakan tindak lanjut dari kunjungan pihak Attarkia dan Lukmanul Hakim ke FKIP UMM pada awal tahun 2025, yang menunjukkan ketertarikan untuk membangun kerja sama pendidikan. Gen Phaisan Thoryib, pemilik Attarkia, menyampaikan bahwa pelaksanaan program KKNDik merupakan realisasi nyata dari kerja sama yang telah disepakati. Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa FKIP UMM memberi kontribusi penting dalam pembelajaran, baik di dalam kelas maupun dalam kegiatan ekstrakurikuler seperti seni dan kepramukaan. Selain meningkatkan kualitas pendidikan, program ini juga berperan sebagai jembatan diplomasi budaya antara Indonesia dan Thailand. Mahasiswa FKIP UMM akan terlibat dalam berbagai kegiatan komunitas, termasuk penguatan komunitas belajar bergaya kampung Inggris di Braha Yaha. Dr. Nurwidodo, M.Kes, selaku pengelola program, menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya memperoleh manfaat akademik seperti konversi hingga 16 SKS, tetapi juga dukungan logistik berupa penginapan, konsumsi, dan uang saku. Mereka juga akan menampilkan budaya Indonesia, seperti pertunjukan wayang mini, batik lukis, lagu daerah, dan puisi, yang memperkaya pengalaman mereka sebagai duta pendidikan dan budaya. Program ini melanjutkan kerja sama yang telah dibangun sejak 2013 dan melibatkan berbagai komunitas pendidikan Islam, termasuk Muhammadiyah Association Thailand (MAT). wil/ed.mlv
Studi Banding ESA Progressio dan HMPS TBI UINMA: Perkuat Kolaborasi dan Tukar Inspirasi
ELED News – Malang, 21 Mei 2025 – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) English Student Association (ESA) Progressio Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan studi banding bersama HMPS Tadris Bahasa Inggris (TBI) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UINMA) pada hari Rabu, 21 Mei 2025. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaboratif antara dua organisasi mahasiswa di bidang pendidikan bahasa Inggris. Acara diawali dengan sesi penyambutan dari masing-masing HMPS, yang menandai awal pertemuan dan membangun suasana kekeluargaan. Selanjutnya, Ketua Umum ESA Progressio, Mahfudlotul Wazna, dan Ketua Umum HMPS TBI UINMA, Jaisyu Muhammad Khusnudin, menyampaikan grand desain organisasi masing-masing. Pemaparan tersebut mencakup visi, misi, serta program strategis yang menjadi arah gerak kepengurusan satu periode. Kegiatan berlanjut dengan sharing session, yang menjadi wadah pertukaran ide, pengalaman, serta strategi dalam mengelola organisasi kemahasiswaan. Dalam sesi ini, para pengurus saling berbagi inspirasi untuk memperkuat peran HMPS dalam mendukung pengembangan soft skills dan akademik mahasiswa. Sebagai penutup, kedua belah pihak melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai bentuk komitmen kerja sama ke depan. Melalui MoU ini, ESA Progressio dan HMPS TBI UINMA sepakat untuk menjalin sinergi dalam pengembangan program-program kolaboratif guna meningkatkan kualitas dan kontribusi organisasi secara berkelanjutan. mlv
Wisuda FLSP Festaphoria Meriahkan Helipad UMM, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Jadi Mahasiswa Terbaik di FKIP
ELED News – Malang, 27 Mei 2025 – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kegiatan Wisuda FLSP Festaphoria yang dilaksanakan pada hari Selasa, 27 Mei 2025 di area Helipad UMM. Acara ini menjadi momen puncak bagi mahasiswa semester 4 dari seluruh fakultas yang telah menyelesaikan program Fundamental Language Skills Program (FLSP), sebuah program unggulan UMM dalam penguatan keterampilan berbahasa asing. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa semester 4 se-UMM dan berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian acara yang dikemas secara menarik dan penuh semangat. Ribuan peserta tampak antusias mengikuti jalannya wisuda sebagai bentuk apresiasi atas usaha mereka selama mengikuti FLSP. Dalam kesempatan ini, UMM juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa terbaik dari masing-masing fakultas. Untuk Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), penghargaan mahasiswa terbaik FLSP diberikan kepada Khansa Nailah Shafa, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2023. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi dan prestasi Khansa selama mengikuti program FLSP. Wisuda FLSP Festaphoria menjadi simbol keberhasilan mahasiswa dalam menguasai keterampilan bahasa asing, sekaligus menjadi langkah awal untuk terus berkembang di tahap akademik berikutnya. mlv
Segenap Civitas Akademika Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Ikut Bangga atas Pelantikan Tiga Guru Besar Baru di FKIP UMM
ELED News – Malang, 10 Mei 2025 – Segenap Civitas Akademika Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Ikut mengucapkan selamat dan suskses Pelantikan Tiga Guru Besar Baru di FKIP UMM Tiga dosen dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi menyandang gelar Guru Besar dalam acara pengukuhan yang digelar Sabtu, 10 Mei 2025. Tiga dosen terhormat tersebut adalah Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M., Prof. Dr. Sugiarti, M.Si., dan Prof. Dr. Elly Purwanti, M.P. Momentum ini tidak hanya menjadi pengakuan atas capaian ilmiah ketiganya, tetapi juga menandai komitmen UMM dalam memperkuat kapasitas intelektual dan kontribusi terhadap penyelesaian isu-isu strategis di masyarakat. Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Dr. Trisakti Handayani mengangkat pentingnya pendidikan yang sensitif terhadap budaya dan kesetaraan gender. Beliau menyoroti masih adanya kesenjangan dalam praktik pendidikan, meskipun berbagai kebijakan telah dirancang dan diterapkan. Akses serta pengalaman belajar yang adil bagi semua kelompok, menurutnya, belum sepenuhnya tercapai.Beliau juga mengingatkan bahwa derasnya arus globalisasi berpotensi mengikis nilai-nilai budaya lokal. Dalam kajiannya, Prof. Trisakti menawarkan pendekatan komprehensif melalui tiga pilar utama. Pertama, kajian teoretis yang menelaah hubungan antara budaya dan gender dalam konteks pendidikan. Kedua, analisis empiris terhadap praktik pendidikan di Indonesia yang mencerminkan atau justru mengabaikan sensitivitas terhadap budaya dan kesetaraan gender. Ketiga, rekomendasi strategis untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya serta perspektif gender dalam sistem pendidikan nasional. “Perlu ada sinergi dari berbagai pihak untuk terus berkomitmen dalam mengembangkan praktik pendidikan yang sensitif budaya dan kesetaraan gender, sehingga cita-cita untuk mewujudkan pendidikan berkualitas yang dapat diakses oleh seluruh anak bangsa tanpa diskriminasi akan semakin dekat untuk diwujudkan,” tuturnya. Sementara itu, Prof. Dr. Sugiarti menempatkan sastra dalam posisi strategis sebagai pilar pembentuk peradaban. Beliau mengkritisi kecenderungan umum yang mereduksi sastra hanya sebagai produk estetika atau sarana hiburan semata. Menurutnya, sastra memiliki daya transformasi sosial yang kuat jika diinterpretasi melalui pendekatan multidisipliner, melibatkan perspektif sosial, budaya, psikologi, hingga politik. Dalam orasinya, Prof. Sugiarti mengangkat beberapa karya sastra besar Indonesia seperti Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer, Salah Asuhan oleh Abdoel Muis, serta cerpen Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis. Karya-karya tersebut dinilainya mampu menyalurkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan kritik sosial ke dalam kesadaran kolektif masyarakat. Dengan pengukuhan ketiga Guru Besar ini, FKIP UMM menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya mengedepankan keunggulan akademik, namun juga berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan serta kemajuan sosial. mlv
Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM Selenggarakan Workshop Teknologi Virtual Reality dan Mixed Reality untuk Guru MGMP Bahasa Inggris Kabupaten Sidoarjo
ELED News – Malang, 28 April 2025 – Sejumlah guru Bahasa Inggris yang tergabung dalam MGMP Bahasa Inggris Kabupaten Sidoarjo mengikuti workshop bertajuk “Integrating Immersive Virtual Reality and Mixed Reality into English Language Pedagogy” di Laboratorium Bahasa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (28/4). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UMM sebagai upaya mendukung integrasi teknologi terbaru dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pengajaran Bahasa Inggris. Dalam kegiatan ini juga, tim guru MGMP Bahasa Inggris Kabupaten dan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM juga menginisiasi Kerjasama lebih lajut yang berkaitan penelitian dan pengabdian dibidang integrasi teknologi pada pembelajaran Bahasa Inggris. Kegiatan ini dibuka dengan sesi pertama yaitu workshop membahas penerapan Mixed Reality (MR) dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Materi ini disampaikan oleh Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Dr. Rina Wahyu Setyaningrum, S.Pd., M.Ed., bersama salah satu mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris. Mereka memaparkan berbagai contoh penerapan MR untuk pembelajaran kosakata, pemahaman bacaan, dan aktivitas interaktif yang menggabungkan elemen dunia nyata dengan digital secara langsung. Pada sesi kedua, Riski Lestiono, M.A., Ph.D., sekaligus Kepala Lab. Bahasa UMM membawakan materi tentang pemanfaatan Virtual Reality (VR) dan platform Spatial sebagai media untuk debat digital. Melalui simulasi ruang virtual, peserta diperkenalkan pada cara melatih keterampilan berbicara dan berpikir kritis siswa dalam suasana yang kolaboratif dan imersif, yang relevan dengan konteks pembelajaran abad ke-21. Para peserta menyambut antusias kegiatan ini. Salah satu peserta, Bapak Abdul Hakim, menyampaikan kesannya, “Ini sangat berguna sekali karena diperlukan oleh siswa-siswa kita.” Kegiatan ini tidak hanya memperluas wawasan guru terhadap teknologi pembelajaran, tetapi juga mempererat hubungan antara dunia akademik kampus dan para pendidik di daerah. Dengan adanya workshop ini, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UMM berharap memberikan penyegaran terhadap pengetahuan dan kemampuan guru, sehingga dapat membawa pulang inspirasi dan pengetahuan baru untuk diterapkan di sekolah masing-masing, serta terus berinovasi dalam menciptakan pembelajaran yang lebih relevan, menarik, dan bermakna. mlv/ed_rya
Perkuat Rekognisi Internasional: Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM Sambut Digital Site Visit FIBAA Accreditation

ELED News – Malang (20 Januari 2025) Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang bersiap untuk Digital Site Visit FIBAA Accreditation yang akan dilaksanakan selama tiga hari, 21-23 Januari 2025. Sebelumnya, Prodi Bahasa Inggris telah menggelar rehearsal dan koordinasi bersama pihak-pihak terkait seperti dosen praktisi, mahasiswa dan alumni. Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA) merupakan lembaga akreditasi internasional yang berpusat di Jerman. Dalam kegiatan visitasi ini, beberapa expert panel yang hadir dari berbagai negara meliputi Dr. Le Thi Ciao Chi dari University of Foreign Language Studies, The University of Danang, Vietnam; Prof. Dr. Edwin Wieringa dari University of Cologne; Abdelhamid Mahmoud dari University of Zeitouna, Tunisia; Diah Ariani Arimbi dari Universitas Airlangga, Indonesia; serta Elisa Knief dari Leibniz University Hanover, Jerman. Selama visitasi digital ini, tim akreditasi FIBAA akan melakukan serangkaian wawancara dan pemantauan terhadap proses pembelajaran, kurikulum, fasilitas, serta sistem penjaminan mutu di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, UMM. Proses ini melibatkan pihak internal universitas dan fakultas, mulai dari jajaran rektorat, dekan, dosen, hingga mahasiswa dan alumni. Drs. Jarum, M.Ed, Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM menyatakan, “Akreditasi FIBAA ini sangat penting untuk memastikan bahwa kami terus beradaptasi dengan kebutuhan global dan standar pendidikan internasional. Tidak hanya itu, ini juga bukti bahwa kami senantiasa melakukan quality assurance terhadap kurikulum prodi yang senantiasa beradaptasi dengan tuntutan dunia kerja. Visitasi digital ini menjadi bukti bahwa kami siap mengikuti perkembangan zaman dan tetap menjaga kualitas Pendidikan yang ada di Prodi Bahasa Inggris”. Lebih lanjut, segerap sivitas akademika Prodi Pendidikan Bahasa Inggris berharap agar digital visitasi ini berjalan dengan baik dan mendapatkan hasil yang terbaik. Diharapkan dengan tercapainya akreditasi FIBAA, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris memperkuat program internasionaliasi Universitas Muhammadiyah Malang. rya
Tingkatkan Kemampuan Guru SD: Tim Pengabdi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM Adakan Workhop Series Teaching English to Young Learners

ELED News – [Malang, 15 Januari 2025] Dalam rangka memperkenalkan berbagai teknik pengajaran Bahasa Inggris untuk siswa tingkat SD, sebuah workshop bertajuk Teaching English to Young Learners telah digelar pada 31 Oktober 2024. Acara ini akan diadakan di SDN Tunggulwulung 2, yang beralamat di Jalan Bawang Raya No.98, Tunggulwulung, Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Workshop ini ditujukan untuk para guru, pendidik, dan praktisi pendidikan yang ingin memperdalam pengetahuan serta keterampilan dalam mengajar Bahasa Inggris kepada anak-anak di tingkat sekolah dasar. Kegiatan ini merupakan kegiatan pembuka dari rangkaian project Pengabdian Masyarakat dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang yang diketuai oleh Dr. Estu Widodo, M.Hum, serta yang sebagai anggota pengabdi yaitu Nina Inayati, M.Ed., dan Khoiriyah, M.A. Dalam kegiatan pertemuan pertama ini, Dr. Rina Wahyu Setyaningrum, M.Ed., seorang akademisi dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang, menjadi pembicara utama dalam acara ini. Dr. Rina memiliki pengalaman luas sebagai pendidik Bahasa Inggris untuk anak-anak (EYL), konsultan pendidikan, serta peneliti yang fokus pada topik Content and Language Integrated Learning (CLIL) di Sekolah Dasar. Ia meraih gelar Magister Pendidikan (M.Ed.) di bidang Pendidikan Bilingual dari Fakultas Pendidikan Universitas Rangsit, Thailand, dan gelar Doktor Pendidikan dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Melalui workshop ini, peserta mendapatkan wawasan tentang strategi dan metode terbaru dalam pengajaran Bahasa Inggris yang dapat diterapkan di ruang kelas dengan efektif. Topik yang akan dibahas mencakup teknik mengajar yang menarik dan sesuai dengan perkembangan anak-anak, serta cara memfasilitasi pembelajaran Bahasa Inggris secara menyeluruh dan menyenangkan. Selajutnya, kegiatan ini dilajutkan oleh tim PMM mitra dosen selama satu bulan yang dilakukan oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris. “Alhamdulillah, acara ini diikuti beberapa guru dari berbagai sekolah seperti SDN Jatimulya 2, SDN Jatimulya 5, SDN Tunggulwulung 1, SDN Tunggulwulung 2 dan SDN Tunggulwulung 3. Acara ini juga mendapatkan respon positif dari peserta dimana mereka berkesempatan berdiskusi dan bertukar pengalaman dalam menghadapi tantangan pengajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar” ungkap Khoiriyah, M.A. selaku coordinator kegiatan. rya