Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM Adakan Virtual Education Fair

ELED News – Virtual education fair adalah acara yang diadakan oleh program studi Pendidikan Bahasa Inggris UMM yang bertujuan untuk mensosialisasikan dan memberikan informasi tentang program dan beberapa kegiatan pengajaran bahasa Inggris di Prodi (10/3). Materi pertama yang disampaikan oleh Nina Inayati, M.Ed dengan materi profil English Language Education Department (ELED). Pemateri menyampaikan kelebihan, keunggulan, profil lulusan, akreditasi prodi, beasiswa dan masih banyak lagi dari ELED. Selanjutnya, materi oleh Agista Nidya Wardani, M.A dengan materi program KESI (Kompetensi Ekstra Siswa Indonesia) Digital Public Speaking. Program tersebut disusun berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) Prodi yakni menghasilkan lulusan yang dapat menerapkan kemampuan berkomunikasi menggunakan Bahasa inggris yang logis, efektif, sistematis, dan kritis menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Program KESI Digital Public Speaking tentunya mempunyai tujuan dan manfaat yang sangat berharga. Selanjutnya acara tersebut dibagi dalam 3 breakout room yaitu yang pertama Digital public speaking dengan pemateri Elyna Abidasari, M.A., M.Ed, yang kedua program atau mata kuliah writing skill dengan pemateri Alimin Adi Waloyo, M.AppLing yang ketiga program atau mata kuliah kewirausahaan (entrepreneurship) dengan pemateri Triastama Wiraatmaja, M.Si. Program yang pertama yaitu Digital Public Speaking, program ini didesain mencipatkan mahasiswa atau murid yang bisa public speaking dalam bahasa Inggris secara logis,efektif, dan sistematis dalam konteks era digital. Program ini diperuntukkan khusus untuk belajar public speaking yang bisa dilatih melalui menjadi master of ceremony, moderator, speaker, content creator, editor, dan language consultant. Melihat pesatnya perkembangan digital pada zaman sekarang, progam ini bisa sangat bermanfaat dan sangat dibutuhkan untuk menambah skill pada generasi milenial. Manfaat yang akan didapat jika mengikuti program tersebut adalah mahasiswa akan menjadi aktif, kreatif, kritis dan komunikatif. Program yang kedua yaitu writing skill, program ini sangat bermanfaat dalam bidang penulisan misalnya application letter, study objective, personal statement, TOEFL IBT dan IELTS, vocabulary mastery, IG posting, twitter dan masih banyak lagi. Untuk mengembangkan skil kepenulisan di Prodi, ada tiga bidang, yaitu pertama sentence building mencakup simple sentences, compound sentences, complex sentences, compound-complex sentences, noun clauses, adverb clauses dan adjective clauses. Kedua, Paragraph Writing mencakup narrative paragraphs, descriptive paragraph, process paragraph, dan comparison/contrast paragraph. Ketiga, Essay Writing mencakup chronological orders (process essays), cause/effect essays, comparison/contrast essays, dan argumentative essays. Program yang ketiga yaitu kewirausahaan (entrepreneurship), program atau mata kuliah ini diharapakan bisa memperluas dan meningkatkan skil kewirausahaan mahasiswa. Program pembelajaran ini dilakukan di dalam dan di luar kelas. Pembelajaran ini difokuskan untuk mahasiswa agar aktif berpartisipasi terutama mendorong mahasiswa untuk tetap berlatih mencapai target dengan hasil yang terbaik, dengan memberikan pembelajaran seperti bussines opportunities, bussines capital, product marketing, bussines English, dan masih banyak lagi. lis/ed_raf Acara virtual education fair yang diselenggarakan oleh Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM (10/3).

Alhamdulillah, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM Raih Akreditasi Unggul

ELED News – Peringkat akreditasi sebuah Program Studi (Prodi) menjadi sebuah pertimbangan bagi calon mahasiswa untuk melanjutkan studi karena hal ini terkait dengan penjaminan mutu sebuah lembaga. Dengan kebijakan baru Badan Akreditasi Perguruan Tinggi (BAN-PT), peringkat akreditasi Prodi dan Perguruan Tinggi saat ini dinilai dengan Unggul, Baik Sekali, dan Baik bukan lagi A, B, dan C. Alhamdulillah, pada 2 Maret 2022 Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dinyatakan terakreditasi Unggul oleh BAN-PT dengan SK No. 1420/SK/BAN-PT/AK-ISK/S/III/2022.  Drs. Jarum, M.Ed selaku Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM menjelaskan akreditasi tersebut layak diraih tidak hanya karena kelengkapan komponen penilaian seperti jumlah dosen prodi, kurikulum, sistem penjaminan mutu internal, publikasi ilmiah dan tracer study, namun juga nilai tambah lainnya seperti program-program unggulan prodi. Lebih lanjut, Jarum menjelaskan bahwa dosen-dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris merupakan lulusan dari Perguruan Tinggi luar negeri seperti Amerika, Eropa, Australia, Asia dan juga lulusan dari Perguruan Tinggi unggul di dalam negeri. Selanjutnya, kunci sukses meraih akreditasi unggul adalah inovasi dan kerja sama. Saat ini, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM memiliki kerja sama internasional seperti dengan negara-negara di Asia dan Eropa. Dengan ini, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengikuti program internasional di UMM seperti pertukaran pelajar luar negeri. Tak sedikit, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris sukses terseleksi sebagai peserta student exchange dalam beberapa program internasional. “Saat ini, sudah banyak mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris yang telah berhasil mengikuti exchange program. Ini menunjukkan bahwa Prodi kami sangat layak untuk mendapatkan akreditasi unggul dengan berbagai program internasional yang dicanangkan,” jelas Drs. Jarum, M.Ed.  Selain itu, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM juga mendukung program pemerintah yaitu pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Sehingga, mahasiswa di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris bisa mengambil mata kuliah di Prodi lain dalam PT dan juga berkuliah di Prodi yang sama di luar PT. Dengan akreditasi unggul ini, harapannya Prodi Pendidikan Bahasa Inggris terus dapat memberikan jaminan mutu pendidikan pengajaran untuk mengantarkan kesuksesan mahasiswa. Terlebih, dengan berbagai skema MBKM, mahasiswa dapat menempuh studi dalam waktu yang relatif singkat yaitu lulus dalam waktu 3,5 tahun. Perolehan akreditasi unggul ini juga merupakan kerja keras dan kerja bersama dari seluruh civitas akademika di lingkungan prodi, fakultas maupun universitas sehingga tetap dapat mempertahankan penjaminan mutu yang memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tinggi di Indonesia. “Alhamdulillah, selamat dan sukses untuk Prodi Pendidikan Bahasa Inggris atas prestasinya. Kami juga sampaikan terima kasih kepada pimpinan universitas serta seluruh pihak yang terlibat atas motivasi, dukungan dan fasilitasnya,” ungkap Dr. Trisakti Handayani, MM Dekan FKIP UMM. rya/ed_raf  

Selamat! Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D Terpilih Menjadi Ketua Asosiasi Prodi PBI PTM

  ELED News – Menjadi sebuah kehormatan bagi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bahwa salah satu dosennya terpilih menjadi ketua Asosiasi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Perguruan Tinggi Muhammadiyah (APSPBI PTM) se Indonesia, yaitu Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D. Bayu, begitu ia akrab disapa, terpilih menjadi ketua APSPBI PTM. Salah satu program yang diusung Bayu yaitu mendesain pembelajaran dengan berkolaborasi antara Prodi PBI PTM dengan universitas di luar negeri yang mana Sistem Kredit Semester (SKS) akan diakui. Dalam menjalankan programnya, Bayu dibantu oleh seorang wakil yaitu Dr. Ummi Khaerati Syam, M.Pd dari Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh). Bagi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM, terpilihnya Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D akan memberi kekuatan secara kelembagaan. Diantaranya, Prodi akan memiliki banyak jaringan kerjasama dengan universitas di bawah naungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Selain itu, Prodi juga menjadi kuat utamanya dalam pengembangan sumber daya manusia. Tak kalah penting, kualitas pembelajaran di Prodi pun akan senantiasa ditingkatkan secara mutunya. Bayu berkomitmen ke depan akan meningkatkan kerja sama antar lembaga. “Saya yakin bahwa Prodi Bahasa Inggris di bawah naungan APSPBI PTM ini akan saling bersinergi meningkatkan kualitas mutu pengajaran bahasa Inggris dan juga membuka lebar kerja sama dengan lembaga di dalam maupun luar negeri,” pungkas Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D yang kini juga menjabat sebagai Wakil Dekan III FKIP UMM itu. raf

Hesti Miranda, Alumnus Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM Raih Beasiswa Master di Taiwan

  ELED News – Hesti Miranda salah satu alumnus Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM berhasil raih beasiswa International Master of Education dari Pemerintah Taiwan dan kini sedang studi di Program Studi Department of Education and Human Potentials Development di National Dong Hwa University, Taiwan. Hesti miranda mendapatkan dua beasiswa sekaligus yaitu beasiswa MOE Taiwan dan NDHU tipe A (free tuition and monthly stipend), tetapi ia diharuskan memilih salah satu beasiswa tersebut, akhirnya ia memilih MOE Taiwan. Sejauh ini, selama kuliah di Taiwan banyak sekali prestasi yang ia dapatkan, seperti juara 2 video anti sexual harassment campaign yang diselenggarakan oleh National Dong Hwa University, IPK terbaik di Master of Education, menjadi Dewan Perwakilan PPI Taiwan (DP PPI Taiwan), mengikuti PPI NDHU, dan anggota Forum Mahasiswa Muslim Indonesia (FORMMIT). Prestasi yang didapatkan tidak berhenti disitu saja, tidak lama ini ia baru saja menyelesaikan Virtual International Program (VIP) di Justus Liebig Universitat Gieben, Germany. Ketika menjadi mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM ia meninggalkan jejak prestasi yang sangat berharga dan tidak kalah bergengsi, diantaranya meraih beasiswa Gerbang Raja, mengikuti Exchange Program Parsial Scholarship Tongren China, Internasional Internship Thailand, menjadi best graduate Prodi periode 1 2018, lolos beasiswa Erasmus+ ICM Program Universidad de Murcia, Spain. Sesungguhnya tidak mudah untuk mencapai itu semua pasti ada usaha dan kerja keras yang dilakukan dibalik itu semua. Dalam pencapaian prestasinya ia selalu termotivasi oleh orang tuanya terutama ibunya. “Ibu saya selalu memotivasi saya untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin, dan ibu saya adalah orang yang selalu mementingkan pendidikan karena beliau juga belajar dari pengalamannya dulu yang susah untuk menempuh pendidikan di sekolah,” papar Hesti alumnus asal Kalimantan itu. Kiat-kiat sukses yang ia lakukan adalah memiliki kegigihan dan semangat yang tinggi untuk mendapatkan banyak prestasi. Ia tidak pernah berhenti mencoba walaupun kegagalan terus menimpa. Menurutnya, kegagalan adalah hal yang biasa, tinggal bagaimana seseorang mencoba bangkit dan belajar dari kegagalan tersebut. “Jika kita ingin mencapai sesuatu, kita harus menentukan dulu target yang ingin kita capai, untuk mencapai target tersebut perlu waktu dan proses. Untuk itu, managemen waktu perlu diatur semaksimal mungkin, lakukan sebaik mungkin jika gagal coba lagi dan lagi,” tegas Hesti yang aktif berbagi kisah suksesnya di kanal YouTube dengan akun hesti miranda itu. lis/ed_raf

Luthfyatul Muniroh, Alumnus Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Kini Jadi Co-Founder Kelas Bermain Harmoni

  ELED News – Salah satu alumnus yang membanggakan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM yaitu Luthfyatul Muniroh, alumnus angkatan 2009. Ia merupakan co-founder dari kelas online yang bernama Kelas Bermain Harmoni. Kelas Main Harmoni merupakan edutainment partner untuk anak-anak usia 2-6 tahun. Kelas Bermain Harmoni hadir sebagai wadah untuk bermain sambil belajar melalui media online, yaitu Zoom Meeting. Kelas ini tidak hanya diikuti oleh anak-anak di Indonesia saja, melainkan anak-anak dari luar negeri juga dapat mengikuti kelas ini. Kelas Main Harmoni bermula dari project donasi untuk korban terdampak COVID-19 di pertengahan Maret 2020. Luthfyatul selaku co-founder mengaku bahwa ia mendapatkan ide untuk mendirikan Kelas Main Harmoni dari kegelisahannya sendiri ketika melihat anak-anak yang tidak bisa bermain di luar lantaran pandemi COVID-19. Lalu, ia bertemu dengan teman sesama blogger yang ternyata memiliki minat yang sama untuk mendirikan suatu edutainment partner. Hingga saat ini, Kelas Main Harmoni memiliki 4 program pembelajaran, yaitu Kelas bermain, Islamic Kids Club, Calistung, dan English Club. Luthfyatul meyakini bahwa kesuksesannya tidak hanya berasal dari dirinya sendiri melainkan juga dari bantuan Allah subhanahu wa ta’ala. dan orang-orang terdekatnya. “Saya yakin bahwa kesuksesan ini berasal dari beberapa aspek, yaitu doa yang saya panjatkan dan juga doa dari orang-orang terdekat saya. Selain itu, skill dan motivasi saya ini banyak saya peroleh dengan kelas English for Young Learners (RYL) yang saya tempuh dulu saat S1 di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM yang kemudian memacu semangat saya untuk terus maju dan juga kekuatan relasi yang telah saya bangun,” terang Fya yang pernah tinggal di Jepang selama satu tahun itu.  Kini Kelas Main Harmoni memiliki sekitar 15 pengajar dan 858 murid. Tentunya kisah perjalanan Luthfyatul tidak mudah. Ketika masih menjadi mahasiswi, ia banyak menghabiskan waktunya untuk mengikuti organisasi dalam kampus. Tidak hanya organisasi, ia juga mengikuti kegiatan volunteer seperti panitia Pesmaba dan Liaison Officer di acara Asian Conference in Religion for Peace. Hal itu ia lakukan untuk menambah relasi dan pengalaman. “Menurut saya, saat menjadi mahasiswa adalah kesempatan berharga untuk memanfaatkan peluang berorganisasi serta memanfaatkan fasilitas yang ada untuk meningkatkan soft skill dan hard skill,” tegas Fya yang juga mengajar di Language Center UMM itu.   Untuk informasi lebih lanjut mengenai kelas main harmoni dan juga kegiatan pembelajarannya, bisa diakses melalui akun Instagram @kelasmainharmoni. bta/ed_raf

Penuh Antusiasme: Kuliah Perdana CoE English for Hospitality Hadirkan Beberapa General Manager Hotel bertaraf Nasional dan Internasional

ELED News – Pembukaan Program Center of Excellence (CoE) English for Hospitality yang diselenggarakan oleh Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang mendapat antusiasme yang tinggi dari peserta (1/3/2022). Acara ini merupakan bukti nyata keseriusan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dalam merintis kelas CoE dibidang hospitality, salah satunya dengan menghadirkan General Manager dari berbagai perusahaan di bidang hospitality yang telah diakui secara nasional seperti Hotel Aston Inn Batu, Hotel Samara Batu, dan Hotel Onsen Batu. Tujuan diadakannya program ini yaitu agar mampu membuka lapangan pekerjaan bagi mahasiswa lulusan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris sehingga memiliki skill professional bekerja di bidang hospitality.   Dekan FKIP UMM beserta mitra DUDI saat usai membuka acara kuliah perdana CoE English for Hospitality   Pada saat acara pembukaan, Dr. Trisakti Handayani, M.M. selaku Dekan FKIP UMM menyampaikan bahwa program CoE English for Hospitality ini memang bertujuan mempersiapkan mahasiswa untuk mengembangkan jiwa wirausaha. Sehingga, para lulusan akan mendapatkan pekerjaan yang layak, dan juga dapat mengembangkan kemampuan wirausahanya. Disampaikan juga oleh Drs. Jarum, M.Ed selaku Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, “Mahasiswa zaman sekarang haruslah memiliki jiwa sebagai wirausahawan. Dengan begitu, dengan mengikuti program ini maka para mahasiswa dapat memiliki pengalaman dalam bidang perhotelan misalnya. Dan pastinya juga bisa mempraktekkan kecakapan berbahasa Inggris di dunia kerja”. Seteleh acara pembukaan, acara dilanjutkan dengan kuliah perdana yang disampaikan oleh pihak DUDI.  Rocky Selaku General Manager Hotel Aston Inn Batu menceritakan kisah perjuangan beliau mulai bekerja setelah lulus kuliah, merantau ke Dubai, dan sampai bisa menempati posisi sebagai General Manager. Rocky juga berpesan agar mahasiswa sekarang harus mampu keluar dari zona nyaman dan mencoba hal baru. Lebih lanjut, program ini juga mendukung pencanangan program KTW (Kelulusan Tepat Waktu) Universitas untuk mempersingkat masa studi mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dengan kebijakan konversi nilai mata kuliah. Mendapatkan antusiasme yang tinggi, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris banyak yang ingin mendaftar program kelas CoE ini, namun karena berbagai pertimbangan kelas pertama ini terbatas pada 30 mahasiswa saja. “Alhamdulillah, saya terpilih untuk mengikuti kelas ini. Saya juga sangat senang dengan kegiatan hari ini karena saya mendapatkan wawasan baru dibidang wirausaha” ujar Bella Thalita, peserta program kelas CoE yang sedang menempuh kuliah di tahun ketiganya. Diharapkan kelas CoE ini menjadi tempak praktek yang nyata untuk matakuliah kewirausahaan dan kemampuan berbahasa Inggris di dalam dunia kerja, khususnya pariwisata dan perhotelan. Selanjutkan, mahasiswa telah siap mengikuti rangkaian kelas ini dengan pembekalan yang sudah diberikan oleh dosen-dosen Prodi Bahasa Inggris yang kompeten di bidang English for Hospitality. bta/ed_rya   Mitra DUDI, Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM  beserta peserta kelas kelas CoE English for Hospitality

Noor Lathifah Dewi, Mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM Juarai Putra Putri Kampus 2021

  ELED News – Prodi Pendidikan Bahasa Inggris selalu melahirkan mahasiswa-mahasiswa yang berprestasi, salah satunya Noor Lathifah Dewi atau yang kerap dipanggil Ifa, ia menjadi juara runner up  Putra Putri Kampus 2021 yang sekarang menjabat sebagai bendahara umum dalam kepengurusan Putra Putri kampus tahun 2021. Dalam wawancaranya, Ifa mengaku sangat senang bisa mendapatkan kesempatan menjadi juara Putra-Putri Kampus. Kesempatan tersebut bagaikan gerbang utama untuk memulai pengalamannya berpastisipasi dalam kegiatan di dalam kampus. Ifa tidak hanya aktif dalam kegiatan Putra Putri Kampus saja, melainkan juga aktif menjadi sekretaris umum di deparatemen umum LSO dan mengikuti kegiatan internship Prodi Pendidikan Bahasa Inggris di divisi Event and IT Support. Ifa dapat menjalani semua babak penyisihan dengan baik terutama saat proses wawancara. Terlebih lagi, menggunakan Bahasa asing saat sesi wawancara menjadi nilai tambah dalam penilaian Putra Putri Kampus. Menjadi mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris menjadikan sebuah nilai tambah baginya karena ia terlatih berbicara dengan menggunakan Bahasa Inggris. “Ketika sesi wawancara terdapat beberapa pertanyaan yang menggunakan Bahasa Inggris sehingga saya dapat melaluinya dengan baik karena saya telah mendalami Bahasa Inggris di Prodi,” ujar Ifa yang sering mengisi rapat HMJ Esa Progresio sebagai moderator. Ifa mendapatkan banyak dukungan dari teman-teman satu angkatannya terutama teman-teman HMJ. Ifa dipercaya untuk mengikuti Putra Putri Kampus karena ia sangat berkompeten. Beberapa tahapan babak penyelisihan Putra Putri Kampus yang telah dilalui Ifa meliputi selesksi berkas, tes tulis dan wawancara, FGD, babak penyisihan 20 besar dengan materi personal branding, seputar UMM, dan kemuhammadiyahan, terakhir adalah grand final. Impian Ifa tidak hanya sampai sini saja. Ke depan, ia ingin mencoba beberapa kegiatan yang difasilitasi oleh Prodi dan juga kampus, salah satunya beberapa program beasiswa seperti pertukaran pelajar Erasmus+. Selanjutnya, sebagai juara Putra Putri Kampus 2021 tentunya berharap periode selanjutnya jauh lebih baik. Ia berpesan agar para calon kandidat mempersiapkan diri dari mulai sekarang. “Saya berpesan kepada calon peserta untuk lebih giat untuk mengembangkan diri, ikut berpartisipasi dalam kegiatan di dalam maupun luar kampus, tetap percaya diri atas kemampuan yang dimiliki dan jangan lupa selalu membangun mindset positif terhadap diri sendiri. You’re what you think, and you can if you think you can,” pesan Ifa mahasiswi asal Malang itu. bta/ed_raf

Tiada Hari Tanpa Prestasi, 8 Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM Lolos Kampus Mengajar 3

ELED News – Prestasi yang terus mengalir lagi dan lagi, kini 8 mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhamamadiyah Malang (UMM) lolos dalam program Kemendikbud Kampus Mengajar 3. Prodi Pendidikan Bahasa inggris terutama dalam bidang mata kuliahnya sangat menunjang kreativitas mahasiswa, seperti keterampilan leadership, critical thinking, dan problem solving. Chelsa Afiah Rahmanika Nasya salah satu mahasiswa yang lolos Kampus Mengajar mengaku bahwa mata kuliah seperti strategi pembelajaran, reading, dan perkembangan peserta didik sangat menunjang mereka dalam program kampus mengajar, karena itu mereka bisa tahu macam-macam strategi pembelajaran yang bisa diajarkan kepada guru ataupun bisa digunakan di kelas yang bisa menjadikan kelas lebih efektif. “Di mata kuliah reading kami diajari beberapa strategi membaca sehingga bisa membantu kami meningkatkan kemampuan literasi. Hal ini menjadikan mahasiswanya lebih siap untuk ditempatkan di beberapa jenjang sekolah baik di SD, SMP, maupun SMA,” papar Chelsea mahasiswi angkatan 2019 itu. Beberapa persayaratan lolos Kampus Mengajar yaitu salah satunya dilihat dari nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Dalam hal ini Junda Alwafi Marzuki salah satu mahasiswa yang lolos Kampus Mengajar menilai bahwa tidak hanya nilai IPK, keaktifan mengikuti organisasi juga bisa menjadi nilai tambah untuk lolos program ini. Sebagian dari mahasiswa yang lolos mengaku bahwa kelengkapan berkas-berkas, kecermatan, dan ketelitian dalam mengerjakan soal literasi dan numerasi, serta aktif dalam mencari informasi tentang program tersebut juga menentukan lolos tidaknya dalam program Kampus Mengajar. Bukan hanya itu, lingkungan pembelajaran yang efektif dengan dukungan dari dosen serta teman-teman yang saling mendukung bisa meningkatkan semangat tinggi untuk menunjang peningkatan kreativitas dan prestasi mahasiswa. Selain itu, motivasi mahasiswa pendaftar juga mendaji kunci penting untuk lolos program Kampus Mengajar Kemendikbud. Mahasiswi selanjutnya adalah Madinah Tulmunwarah, ia mengaku beberapa kali menjadi volunteer di beberapa daerah, dan merasa bahwa kegiatan Kampus Mengajar ini akan memberikan pengalaman baru tentang bagaimana menjadi seorang guru yang baik dan tanggap dalam menghadapi muridnya. Selanjutnya, Madinah mengaku bahwa lolos dalam program Kemendikbud terutama Kampus Mengajar bukanlah hal yang mudah untuk didapat, membutuhkan usaha keras untuk bisa mendapatkannya. “Menurut saya, kita harus punya tekad atau kemauan yang besar dan juga minimal punya pengetahuan atau wawasan seputar numerasi dan literasi karena program ini ada tesnya, bisa dinyatakan lolos atau tidaknya dilihat dari nilai tes tersebut,” tegas Madinah. lis/ed_raf

Bangga! Profesor Dwi Poedjiastutie, M.A.,Ph.D dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu Pendidikan Bahasa Inggris

ELED News – Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang memberikan selamat dan sukses atas pengukuhan Guru Besar kepada Profesor Dwi Poedjiastutie, M.A.,Ph.D pada hari ini, Rabu, 16 Februari 2022 di Dome Teater UMM.   Profesor Dwi Poedjiastuti menyampaikan orasi ilmiah di acara Pengukuhan Guru Besar (16/2)   Profesor Dwi Poedjiastutie, M.A.,Ph.D, dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “ Model Pengembangan Institusi Profesi Guru (LPTK ) dan Kebutuhan Guru Bahasa Inggris di Indonesia: Sebuah Terobosan untuk Memenuhi Tantangan Era Revolusi Industri 4.0”, memaparkan bahwa indeks kecakapan guru Bahasa Inggris yang masih tertinggal dari negara-negara tetangga. “Bagaimana mungkin guru-guru Bahasa Inggris dapat menginspirasi para siswanya untuk belajar dan berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan baik, jika keterampilan bahasa Inggris gurunya sendiri tidak memadai?” terang dosen yang meraih gelar Ph.D. di Curtin University, Australia ini. Untuk itu perlu upaya lebih untuk meningkatkan kompetensi guru mengingat peran mereka yang sangat penting dalam penguasaan kompetensi berbahasa Inggris siswa. Terlebih, Bahasa Inggris dinilai sebagai global language yang tidak hanya sebagai alat komunikasi, namun juga untuk networking. Dalam merespon kondisi ini, Indonesia memang sudah mempunyai Program Profesi Guru (PPG). Namun, dalam implemetasinya hasil dari pelatihan-pelatihan untuk pengembangan profesional guru ini masih tidak sesuai dengan yang dicanangkan.  Sehingga, dosen yang telah memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun dibidang Teacher Professional Development (TPD) ini menawarkan gagasan baru dalam pengembangan profesi guru.  Menurutnya, strategi kolaboratif dengan native speakers/ foreign teachers dan perbaikan sistem LPTK dari hulu sampai hilir merupakan kunci. “Merekrut NSET (Network Switching Education & Training) sangat efektif karena dapat mengembangkan kelancaran berbahasa Inggris sekaligus mengasah kemampuan pemecahan masalah,” tegas Poedji. Pengembangan profesi guru di Indonesia perlu ditata ulang mulai dari sistem perekrutan calon mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, proses pendidikan, hingga bagaimana profesi guru dari sudut ekonomi dan sosiokultural seperti yang diterapkan di Singapura dan Finlandia. Namun, dalam implementasinya, Profesor Dwi Poedjiastutie, M.A.,Ph.D mengakui masih perlu perencanaan yang matang dengan beberapa stakeholder yang terlibat serta pemangku kebijakan. Selanjutnya, segenap civitas akademika Prodi Pendidikan Bahasa Inggris memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas diraihnya gelar akademik tertinggi oleh Profesor Dwi Poedjiastutie, M.A.,Ph.D. “Selamat kepada Prof. Dwi Poedjiastutie telah dikukuhkan sebagai guru besar bidang Pendidikan Bahasa Inggris. Semoga berkah ilmunya untuk pribadi, keluarga, dan kita semua.” ungkap Jarum, M.Ed, Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris. (dik/rya/ed_raf)

Kisah Sukses Dua Alumni Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM, Bayu Dharmala dan Abdul Rohim

  ELED News – Sebagai wadah menjalin relasi dengan para alumninya, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang memfasilitasi lulusan dengan workshop bertajuk ‘Scholarship & Employment Session for New ELED Graduates’ (24/1). Hadir sebagai pemateri pertama, Bayu Dharmala merupakan alumnus yang saat ini menempuh studi S2 dengan beasiswa Pemerintah Amerika Serikat Fulbright Master’s Degree. Menurutnya, untuk meraih beasiswa, hal mendasar yang perlu disiapkan oleh peserta workshop adalah literasi tentang beasiswa. Aspek yang perlu digali informasi dan disiapkan yaitu terkait eligibility, requirements, types, dan due date. Eligibility terkait kelayakan calon pelamar beasiswa, requirements terakit dokumen apa saja yang perlu disiapkan oleh pelamar seperti sertifikat kemampuan bahasa Inggris IELTS ataupun TOEFL. Sedangkan types adalah jenis beasiswa apakah beasiswa itu penuh (fully funded) atau sebagian (partial). Selain aspek adminsitrasi, hak yang perlu disiapkan oleh calon pelamar beasiswa adalah mental dan kegigihan usaha. “Saya sendiri sebulum akhirnya berhasil mendapatkan beasiswa Fulbright ini telah melamar 8 beasiswa, LPDP dua kali, Chieveing dua kali, AAS dua kali, Fulbright satu kali. Alhamdulillah, diusaha saya yang kesembilan ini saya berhasil. Jadi, perlu kegigihan dan proses dalam meraih sesuatu,” tegas Bayu yang mengambil Master of English as a Second Language itu. Tak kalah hebat, Abdul Rohim merupakan alumnus Prodi Pendidikan Bahasa Inggris yang sukses dalam bidang entrepreneur. Rohim merupakan CEO dari Sentra Sumber Rejeki, perusahaan yang bergerak di bidang jasa kebersihan, cleaning service. Di awal usahanya, Rohim telah beberapa kali mencoba bisnis dan pada akhirnya pada 2015 Rohim menemukan peluang dan memfokuskan diri bersama istrinya membangun usaha bersama. Dalam perjalanan usahanya, kini Sentra Sumber Rejeki telah bekerja sama dengan beberapa perumahan, rumah kos, rumah ibadah, sekolah, hotel, dan beberapa lembaga swasta dalam pengerjaan usaha cleaning service miliknya. Usaha ini semakin professional dan kredibel karena telah medapatkan legalitas sebagai CV dan memperoleh pengakuan BNSP karena dalam layanannya, Rohim mengutamakan pelayanan dan garansi. Adapun sebagai CEO, Rohim terbuka terhadap kritik dan selalu memperluas relasi untuk kerja sama. Saat ini, Rohim dalam menjalankan usahanya dibantu oleh 67 karyawan. Dalam menjalani hidupnya, Rohim memegang prinsip iman dan takwa. Untuk itu, ia selalu bersyukur dengan keadaan hidupnya, bersabar jika belum mampu. “Dalam hidup ini, saya berprinsip untuk tidak kredit, saya membeli apa yang saya mampu, tidak memaksakan diri, dan tidak perlu malu,” tegas pria yang saat ini telah memiliki rumah, tanah, kendaraan, dan memensiunkan diri orang tuanya itu. raf Untuk konten workshop lebih lengkap, pembaca dapat mengakses kanal YouTube ELED UMM.