PMM MITRA DOSEN: Tingkatkan Keaktifan Peserta Didik, Kelompok 98 PMM UMM Ciptakan E-book dan Kuis Interaktif

ELED News – Malang (06/12/2023). Melalui Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Mitra Dosen UMM, Kelompok 98 ciptakan E-book dan kuis interaktif sebagai media pembelajaran. Dalam prosesnya, ada beberapa tahap yang harus dilalui. Mulai dari survei lokasi dan kebutuhan, pelaksanaan kegiatan hingga pembuatan laporan. Kegiatan yang dilaksanakan oleh sejumlah mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM ini berlangsung di SD Aisyiyah. Tepatnya di Desa Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Malang, pada bulan Oktober hingga November lalu. (Tim bersama DPL menyapa peserta didik saat pembukaan kelas) Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, baik secara perorangan atau kelompok selama tiga puluh hingga sembilan puluh hari yang bertujuan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat tertuju. Lebih lanjut, kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Setelah survei kebutuhan, tim temukan keterbatasan sumber ajar dan metode yang mendukung pengajaran Bahasa Inggris. Hal inilah yang mendasari tim untuk membuat bahan ajar berbasis Content Language Integrated Learning (CLIL), kuis interaktif serta Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Kegiatan pengabdian berlangsung setiap hari sabtu, bertepatan dengan kegiatan ekstrakurikuler SD ‘Aisyiyah. Tim yang beranggotakan Lia Imelda Sari, Ihza Amelia Alim, Nor Affini, Herin Fauzan, dan Annisa Faricha Gunawan bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Rafika Rabba Farah, M. Ed ciptakan E-book bertajuk “Animals Mentioned in the Quran,” sebagai upaya untuk tingkatkan efektivitas belajar peserta didik. (Nor Affini, saat proses kegiatan game tebak hewan bersama peserta didik) E-book yang dibuat terbagi dalam tiga bagian, yaitu Whale, Bird, dan Donkey. Dalam pengajarannya, tim menekankan materi vocabulary yang penting pada setiap halaman buku. Tak hanya mahasiswa, tim libatkan peserta didik untuk aktif selama pembelajaran dengan praktik speaking, seperti menanyakan kembali apa arti vocabulary yang telah diajarkan, soal pertanyaan, atau meminta peserta didik untuk membaca kalimat yang ada di e-book. Aktivitas tersebut bertujuan untuk asah kemampuan peserta didik dalam speaking, reading, dan listening. Di akhir pengabdian, tim ajak peserta didik belajar melalui kuis interaktif dan game. Dalam kegiatan tersebut, Tim gunakan beberapa platform online, seperti Educandy, Wordwall, dan educaplay untuk laksanakan kuis interaktif. Peserta didik menjawab pertanyaan sesuai dengan apa yang telah dipelajari pada e-book. Peserta didik juga diminta untuk maju dan mencari vocabulary tentang Bird di layar monitor dalam bentuk crossword puzzle secara cepat. (Frz)
Mata Kuliah EYL Tunjang Kreatifitas Mahasiswa dalam Kembangkan Media Untuk Pembelajaran Anak

ELED News – Media belajar inovatif adalah hal utama saat mengajar anak-anak. Fitur interaktif dan visual yang menarik mampu tingkatkan partisipasi siswa dalam aktivitas pembelajaran. Guna tingkatkan kesiapan sebagai pengajar, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah malang (UMM) fasilitasi mahasiswa dengan kelas English for Young Learner (EYL) sebagai mata kuliah pilihan semester 7. Dosen menjelaskan implementasi dan fungsi media pembelajaran (30/11) Dalam mata kuliah English for Young Learner, mahasiswa akan dibekali dengan berbagai pendekatan dan inovasi belajar inovatif untuk anak-anak. Dr. Fardini Sabilah, S.Pd., M.Pd, selaku Dosen sekaligus Kepala Lembaga Pengembangan Publikasi Ilmiah (LPPI) mengungkapkan, “Proses pembelajaran di kelas terbagi menjadi tiga; penyampaian konsep dan teori yang akan digunakan saat mengajar, kemudian persiapan bahan ajar, evaluasi, assesment dan terakhir membuat media belajar.” Jelasnya saat diwawancarai kamis (30/11) lalu. Perkuliahan berlangsung di ruang kelas GKB 1 dan Gazebo perpustakaan kampus 3 UMM agar pembelajaran lebih rekreatif dan variatif. Dosen yang didapuk menginisiasi kelas EYL sejak tahun 2002 tersebut tambahkan, sebelum final test mahasiswa berkesempatan untuk praktek micro teaching. Hal ini bertujuan sebagai evaluasi akhir sekaligus peningkatan pengalaman ajar calon pendidik. Lebih lanjut, Fardini berharap mahasiswa dapat kembangkan pendekatan dan media belajar yang telah mereka pelajari dalam bentuk digital, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar Bahasa Inggris saat ini. Fardini bersama mahasiswa yang mengikuti kelas EYL seusai kelas (30/11) Tirtania Wijayanti, mahasiswa semester 7 Prodi Pendidikan Bahasa Inggris jelaskan rutinitas yang dilakukan saat mengikuti mata kuliah English for Young Learner “Kita banyak melakukan inovasi media untuk mengajar anak, seperti storytelling, membuat kerajinan tangan, dan menyanyikan lagu. Kita jadi tahu cara mengajar anak yang variatif” Pungkasnya saat diwawancarai. Meski menemui kendala menyesuaikan gaya bahasa, Nia berharap temukan cara mengajar baru dan mampu mengimplementasikan konsepnya. (Frz_ed)
Prof. Dwi Poedjiastutie, M.A., PhD Publikasikan Artikel Pada Jurnal Terindeks Scopus: Tantangan Sosial Budaya untuk Pembelajaran Bahasa Inggris di Daerah Terpencil

ELED News – Malang (25/11/2023). Perkembangan pembelajaran bahasa inggris di suatu daerah sangat erat kaitannya dengan keadaan sosiokultural yang ada. Keadaan inilah yang menarik dibedah oleh dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM lulusan S3 Curtin University, Australia (2016), Prof. Dwi Poedjiastutie, M.A., PhD dengan menerbitkan jurnal “Socio-Cultural Challenges Of English Teaching In Remote Areas Of Indonesia” di TEFLIN (The association of Teaching English as a Foreign Language in Indonesia) yang sudah terindex Scopus Q1, Januari 2021 lalu. Prof. Dwi Poedjiastutie, M.A., PhD saat ikuti rangkaian International Conference Puji sudah menerbitkan lebih dari 20 jurnal penelitian dan sekaligus menjadi pembimbing mahasiswa yang akan menulis jurnal. Ketika meninjau topik yang banyak dibedah oleh mahasiswa, puji berinisiatif untuk membedah tuntas problematika tersebut. Ia melangsungkan penelitian di Pulau Pemana, Flores, Nusa Tenggara Timur yang merupakan salah satu daerah terpencil dan sedang menghadapi banyak tantangan dalam pembelajaran bahasa Inggris. Kondisi masyarakat yang terbalut keyakinan, budaya dan prespektif yang masih melekat menjadi hambatannya. Untuk mengetahui tantangan sosial budaya yang dihadapi guru disana, penelitian ini tidak hanya melibatkan guru dan siswa tetapi juga orang tua. “Melihat prespektif keseluruhan untuk mengetahui masalah central didalamnya,” tegasnya saat diwawancarai. Tidak hanya itu, puji juga memaparkan bahwa buruknya kondisi perekonomian berdampak pada masa depan siswa. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, sebagian besar anak laki-laki tersebut bekerja sebagai nelayan. Namun, remaja perempuan mengalami hal sebaliknya, mereka dijodohkan setelah lulus sekolah dasar karena keadaan ekonomi yang buruk. Guru bahasa Inggris di wilayah ini menghadapi kendala serius dalam menerapkan pendekatan yang berpusat pada siswa karena kurangnya sumber daya pengajaran, media, paparan, distribusi buku pelajaran wajib, dan motivasi siswa. Hampir semua siswa tidak tertarik untuk belajar bahasa Inggris karena mereka menganggap itu hal yang tidak penting bagi kehidupan nyata mereka. “Keyakinan dan keadaan masyarakat mungkin bertentangan dengan kebutuhan siswa untuk masa depan yang lebih baik. Mendidik masyarakat dianggap sama pentingnya dengan mendidik siswa sekolah untuk memperbaiki kondisi saat ini. Yang lebih penting lagi, kebijakan yang tepat harus dibuat untuk mendukung kemajuan pendidikan di daerah terpencil, termasuk pengajaran bahasa Inggris,” tuturnya. Dari semua pengalamannya, Puji juga mengajak dan berpesan kepada seluruh pembaca bahwa, “semua orang yang ditemui merupakan sumber belajar dalam kehidupan dan belajar apapun tidak akan pernah instan, semua butuh proses. Nikmatilah prosesnya dan gapailah apa yang telah diusahakan,” tutupnya. DnD
Muhammad Yahya Taufani, Mahasiswa ELED UMM Ukir Prestasi di Gelaran Drum Corps International

ELED News – Muhammad Yahya Taufani, mahasiswa semester tiga Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM raih prestasi The Best Color Guard 2 dalam kompetisi drumben Indonesia Drum Corps International (IDCI). Gelaran yang diikuti peserta dari berbagai daerah tersebut berlangsung pada tanggal 11-12 November lalu di Benteng Reborn Stadium, Tangerang, Banten. Mahasiswa yang akrab dipanggil Yata tersebut jelaskan, “Color Guard adalah pemain bendera dalam drumben yang mengutamakan kekompakan gerak visual dan irama. Tak hanya sekedar bermain, jadi Color Guard butuh stamina ekstra, penguasaan teknik, serta keserasian antar pemain dan lagu.” Dalam proses meraih juara, ada beberapa tahapan yang harus dilalui, “Setelah berlatih hampir dua bulan di Ekalavya Swara Brawijaya, tim kami harus melalui tahapan kualifikasi dan evaluasi sebelum babak final.” Tuturnya saat di wawancarai. Lebih lanjut, Yata berharap ketertarikan dalam marching band sejak menginjak bangku SMA hingga prestasi kancah internasional yang diraih saat ini dapat bermanfaat sebagai peluang untuk jadi instruktur atau pelatih marching band kedepan. “Saya dapat pengalaman mengikuti kompetisi internasional, dapat teman baru, mendengar banyak kisah dari berbagai sudut pandang dan membuat diri sendiri merasa lebih produktif.” Imbuhnya. Ia juga berpesan kepada mahasiswa lain untuk tekuni bidang yang disukai, berkomitmen dan percaya dengan diri sendiri. (Frz)
Dosen ELED UMM Publikasikan Jurnal Integrasi Perspektif Gender Untuk Tingkatkan Pengalaman Belajar Bahasa Inggris

ELED News – Malang (22/11/2023). Integrasi perspektif gender dalam pengajaran bahasa Inggris dapat membantu menciptakan ruang belajar yang inklusif dan memperkaya pengalaman belajar siswa. Perhatian inilah yang dibidik oleh dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM, Dra. Thatit Manon Andini, M.Hum. dan Santi Prasetyowati S.Pd., M.Pd dengan menerbitkan jurnal “Gender differences learning strategy at English Language Education Department Students University of Muhammadiyah Malang” di JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) November, 2021 lalu. Dra. Thatit Manon Andini, M.Hum. Kepala Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (LP3A), Universitas Muhammadiyah Malang Thatit yang juga menjabat sebagai Kepala Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (LP3A) UMM mengungkapkan penelitiannya berangkat dari pengalaman pribadi saat mendapati perbedaan kebiasaan laki laki dan Perempuan saat mengajar dalam kelas. “Saya mendapati beberapa perbedaan, mulai dari cara menjawab siswa laki–laki dan perempuan, elaborasi dalam KBM hingga cara mereka dalam berdiskusi,” tuturnya saat diwawancarai. Lebih lanjut, dirinya menjelaskan perempuan cenderung memiliki persiapan yang lebih matang dalam penerapan strategi belajar. Hal ini merujuk pada data kuisioner yang ditujukan pada 21 Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Ingggris UMM. “Dalam mengajar ada tahapan tertentu, seperti Planning, Mentoring, Compensation dan Evaluation. Perempuan lebih banyak menggunakan metakognitif dan strategi kognitif. Meskipun kemampuan Planning laki – laki lebih rendah, mereka unggul di Compensation strategy. Jelasnya terkait temuan penelitian. Kedepannya mereka berencana untuk mengimplementasikan temuan penelitiannya di dalam kelas. “Kami perlu meninjau kembali dan menentukan bagaimana hasil penelitian tersebut dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum.” Tutupnya. frz/ed_rya Untuk artikel lengkap penelitian, dapat diakses melalui laman berikut https://ejournal.umm.ac.id/index.php/jinop/article/view/10476
PMM MITRA DOSEN: Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Perkenalkan Pembelajaran Bahasa Inggris berbasis CLIL (Content and Language Integrated Learning)

ELED News – Malang (31/10/2023), Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris sukses menjalankan program PMM (Pengabdian kepada Masyarakat oleh Mahasiswa) dengan skema Mitra Dosen Kelompok 6. PMM tersebut mengusung tema pembuatan buku sebagai bahan ajar di SD Aisyiyah Kota Malang, dengan kegiatan utamanya adalah mengajar selama 10 pertemuan. Pembuatan buku dimulai dari bulan Maret-Juni 2023, sementara implementasi dalam pembelajarannya dimulai dari bulan Agustus-September 2023 dengan dosen pembimbing lapang (DPL) Khoiriyah, S.Pd, M.A., pada skema PMM Mitra Dosen ini. Pembelajaran Bahasa Inggris yang diintegrasikan dengan technology serta menggunakan CLIL approach Kegiatan PMM ini dilakukan sebagai bentuk pengabdian atas ilmu yang telah diperoleh oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kepada masyarakat. Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kegiatan ini dapat dijalankan secara berkelompok, yang mana juga dalam kegiatan ini, mahasiswa dapat tergabung dalam pengabdian yang diadakan oleh Dosen di tiap-tiap program studi. Selain itu, kegiatan PMM ini bisa menjadi pengganti dari progam KKN (Kuliah Kerja Nyata). Dalam proses pembuatan buku, mahasiswa memilih materi ajar yang berhubungan dengan pembelajaran sehari-hari peserta didik, yang kemudian diintegrasikan ke dalam Bahasa Inggris berbasis pada CLIL. CLIL merupakan metode pembelajaran yang memiliki dual-learning objectives yaitu pembejaran Bahasa Inggris dan pembelajaran mata pelajaran konten seperti IPA, matematika, islamic science, arts dan sebagainya. Dalam hal ini, dosen dan mahasiswa bekerja sama agar pembuatan buku dalam terselesaikan dengan baik dan berharap agar buku ajar dapat berguna dan membantu guru dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Selaku koordinator kelompok, Bening Kinanti, mahasiswa semester 7 Prodi Pendidikan Bahasa Inggris menjelaskan proses yang harus dilalui saat persiapan hingga pada pelaksanaan kegiatan PMM Mitra Dosen. “Di proses administrasi dan sebagainya, kendala yang dialami mungkin kendala-kendala umum seperti proses yang panjang serta pemenuhan syarat-syarat untuk dapat melaksanakan PMM. Kemudian dalam pelaksanaan pembelajaran di SD Aisyiyah Kota Malang, kami tidak hanya berfokus pada kegiatan kelas, akan tetapi kami juga melakukan kegiatan outdoor seperti gardening. Selain itu, kami juga menggunakan media ajar yang modern, seperti menggunakan sarana laptop dan LCD projector untuk kegiatan games dan quizzes.” Ia juga menambahkan sempat mengalami kendala di awal pelaksanaan PMM di SD Aisyiyah Kota Malang, hal tersebutdisebabkan kegiatan yang bersamaan dengan program Asistensi Mengajar di hari Senin-Jumat. “Sempat ada kendala dalam manjemen waktu, akan tetapi hal ini bisa diselesaikan dengan baik dan bijak.” Tutupnya. Alma/ed_rya
Hava Naila Azkia, Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Lolos Program MSIB Angkatan 5 Tahun 2023

ELED News – Program Magang dan Studi Independet Bersertifikat (MSIB) merupakan program dibawah naungan Kampus Merdeka yang didirikan oleh Kemendikbud untuk mempersiapkan dan memberikan simulasi dunia kerja. Hava Naila Azkia, semester 5 Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM, lolos seleksi program MSIB tahun 2023 dibidang Studi Independen pada salah satu mitra yang berfokus pada IT (Ilmu Tekhnologi). Hava mengabadikan moment bersama mentor dan para peserta dari berbagai Universitas di Indonesia pada akhir Zoom Meeting Model pembelajaran didalam program ini, dirancang khusus berdasarkan tantangan nyata yang dihadapi oleh sebuah perusahaan. Pada kesempatan ini, Hava diterima di PT Forest Indoniaga yang terletak di Malaysia, namun juga bekerjasama dengan Indonesia. Teknisi pembelajaran didalamnya, peserta akan diberikan video pembelajaran melalui LMS dan diberi tugas, zoom hanya diadakan 1 kali dalam satu minggu untuk membedah seputar tugas yang sudah dikerjakan. Karena berfokus pada tekhnologi, hava banyak belajar tentang coding, web developer, dan lain-lain. Banyak manfaat yang didapatkan dalam program ini, yang salah satunya dapat menambah kemampuan baru. Hava sebelumnya merupakan anak yang sangat awam dengan dunia IT terkhusus coding. Ia belajar banyak hal dari awal hingga nanti pada tugas akhir, Hava berencana akan membuat aplikasi yang dirancang khusus untuk tunanetra agar memudahkan mereka dalam mengakses transportasi umum di kota Semarang. “Program ini memberikan dampak posistif karena belajar secara professional yang dapat menunjang karir kedepannya,” ujar Hava. Tantangan yang ia hadapi didalamnya yakni ketika menginput rumus, karena jika salah satu titik saja akan menyebabkan error. Memang harus benar-benar memiliki niat dan semangat yang tinggi untuk belajar. Tak kalah menarik, mahasiswa yang lolos program ini akan diberi konversi SKS sebanyak 20 SKS. Dengan catatan, mahasiswa harus tetap melakukan konfirmasi dengan pihak Prodi. Alasan Hava ingin mengikuti program MSIB pada lintas jurusan, selain karena ia suka belajar hal baru, ia juga berprinsip dengan kutipan Najwa Syihab “menjadi mahasiswa adalah sebuah privilege, kita bisa dan bahkan diharuskan untuk mengeksplor sebanyak-banyaknya,”. Jangan pernah takut dalam belajar hal baru, karena bisa jadi ini menjadi peluang untuk menuju masa depan yang kamu inginkan,” tutur Hava Ketika diwawancarai. (dnd)
Benny Dele, Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Jadi Pemateri dalam Gelaran International Conference

ELED News – Benny Dele Bintang Ananta, mahasiswa semester 7 Prodi Pendidikan Bahasa Inggris kembali ukir prestasi sebagai pemateri dalam Technology for Second Language Learning Conference (TSLL). Konferensi penelitian internasional yang bertajuk “The potential and implications of AI technologies for language teaching” itu berlangsung secara luring di Iowa State University dan daring via Zoom pada Jumat (20/10) lalu. Benny saat menyampaikan materi dalam International Conference (20/10) Dirinya mengungkapkan beberapa proses yang harus dilalui, mulai dari menyusun abstrak, koordinasi dengan responden hingga mempersiapkan materi, “Penyusunan abstrak dimulai pada tanggal 14 Mei, setelah dinyatakan lolos, kami mengumpulkan data responden, menulis paper dan menyusun materi untuk presentasi,” ujarnya. “Saya rasa ini merupakan pengalaman yang berharga, karena dapat mewakili UMM dan berdiskusi secara langsung dengan professor mancanegara.” Imbuh pemuda yang juga mengikuti program CoE English for Hospitality itu. Didampingi oleh Laela Hikmah Nurbatra, S.Pd., M.A, M.EdLead, dalam presentasi Virtual Tourism in Amplifying Students’ Speaking Skills: A Case Study in Indonesian EFL Context, Benny paparkan perspektif responden terkait penggunaan Virtual Reality dalam konteks pembelajaran. “Mayoritas responden merespon positif, mereka merasa mampu menjelajahi berbagai tempat dengan bermodalkan gawai dan internet.” Lebih lanjut, Laela jelaskan solusi dan masalah yang dihadapi mayoritas siswa di Indonesia dalam tingkatkan speaking skill menggunakan Virtual Reality, “Mayoritas siswa memiliki tiga kendala saat pembelajaran kelas, yaitu kendala teknis, penyampaian ide atau pendapat (anxiety), hingga kurangnya pemahaman materi yang diajarkan.” Laela yang juga menjabat sebagai dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM itu berharap, dengan memaksimalkan upaya untuk mengatasi hambatan, penggunaan tur virtual untuk mengembangkan kemampuan berbicara siswa dapat menjadi alat pendidikan yang lebih efektif. (frz/ed_rya)
ELED UMM Adakan Kolaborasi Bersama American Corner dalam Gelaran Amcor Goes to School

ELED News – Berikan informasi seputar Prodi Pendidikan Pendidikan Bahasa Inggris dan American Corner, AmCor selenggarakan acara “Amcor Goes to School” bersama Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM. Acara yang dihadiri oleh Direktur Amcor UMM, Kepala sekolah MA Muhammadiyah 1 Plus Malang dan Kaprodi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris ini berlangsung di MA Muhammadiyah 1 Plus Malang pada Rabu (18/10) lalu. Tak hanya paparkan informasi, Amcor UMM juga berikan pengalaman bagi siswa MA untuk berinteraksi menggunakan Bahasa inggris secara langsung melalui kegiatan ice breaking hingga sharing session dengan Salimah dan Zvico, mahasiswa mancanegara asal Amerika dan Zimbabwe yang saat ini menempuh studi di UMM. Panitia acara bersama siswa MAMUMTAZA setelah acara usai (18/10) Tirtania Wijayanti selaku ketua panitia acara sekaligus anggota Amcor UMM mengungkapkan tujuan acara “Selain pengenalan prodi dan Amcor, acara ini juga memberikan pengalaman bagi siswa untuk meningkatkan kemampuan Bahasa inggris, selaras dengan visi dan misi edukasi Amcor.” Jelas mahasiswa semester 7 Prodi Pendidikan Bahasa Inggris itu saat diwawancarai. Dirinya juga membahas proses persiapan acara, mulai dari koordinasi dengan dengan pihak sekolah dan prodi hingga membagi jobdesk kepanitiaan. Nia, Akbar dan Anggie selaku panitia mengawali acara dengan info session terkait fasilitas, program unggulan, program beasiswa, visi dan misi Amcor kepada peserta. Dalam sharing session Zvico dan Salima membagikan pengalaman mereka soal tradisi halloween dan perbedaan budaya di Malang dengan negara asal mereka. Pemateri juga melakukan ice breaking “Simon says” dan “Guess who am i?” agar siswa MA dapat lebih mudah berinteraksi secara langsung. (frz/ed_rya)
Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Undang Pakar “Pendidikan dan Dimensi Budaya pada Pembelajaran Bahasa” dari UNSW Australia

ELED News – Malang (09/10/2023) – Tingkatan kompetensi mahasiswa sebagai calon pendidik Bahasa Inggris, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM datangkan pakar internasional dari Australia, Assoc. Prof. Dr. Hoa Nguyen dengan tema “Culturally Responsive Pedagogy in Language Teaching (CRP)” di Ruang Sidang FKIP UMM. Associate Prof. Dr. Hoa Nguyen berpose bersama peserta setelah acara usai (9/10). Di awal acara, pemateri menjelaskan apa itu budaya yang terlihat dan yang tidak terlihat. Misalnya saja, budaya yang terlihat di antaranya adalah pakaian, makanan, bahasa dsb, sedangkan yang tidak terlihat seperti norma, nilai, agama, etika dsb. Menurut Hoa, pemateri yang berasal dari Vietnam itu, bahwa budaya yang tidak terlihat justru perlu dipelajari sehingga komunikasi interpersonal mudah dicapai. Menurutnya, selama ini, pembelajaran Bahasa Inggris terlalu berpusat pada kultur Barat yaitu Amerika dan Inggris saja. Dalam materinya terkait CRP, Hoa, salah satu pakar bahasa Inggris dari University of New South Wales, mengatakan pentingnya untuk mengakomodir kultur lokal yang berdasarkan latar belakang siswa. “Tugas utama kita sebagai pengajar bahasa Inggris tidak hanya membantu siswa meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris, namun juga memastikan bahwa siswa mengetahui dan menghargai identitas mereka,” tegasnya. Selain pemaparan teori, sejumlah 100 mahasiswa diberi aktivitas kelompok yang mana di dalamnya diminta untuk mengkalifikasikan delapan skenario pembelajaran dengan delapan kompetensi CRP. Jannatu Kholdi Al-Hafizi, peserta sekaligus mahasiswa semester lima Universitas Hamzanwadi, Lombok yang mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) MBKM mengungkapkan kesannya setelah mengikuti agenda. “Saya mendapatkan perspektif baru, seperti memahami apa itu CRP serta pengaruhnya dalam proses belajar mengajar,” ujarnya saat diwawancarai. Dalam penyelenggaraan acara, Drs. Jarum, M.Ed menyatakan bahwa hadirnya dosen tamu internasional menjadi sangat penting dengan itu mahasiswa bisa mendapatkan perspektif baru. “Professor Hoa sangat kompeten dalam bidangnya, saya yakin mahasiswa bisa mengambil ilmu darinya,” pungkas dosen lulusan Jepang itu. (dnd/frz/ed_rya)