Lovie Kartika Sari, Peraih Lulusan Terbaik FKIP Tahun 2021 Periode II

ELED News – Tak menyangka, itulah yang dirasakan oleh Lovie Kartika Sari, mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Inggris, ketika dinobatkan sebagai lulusan terbaik di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang di acara Yudisium tahun 2021 Periode II, 23 Juni 2021. Hal ini dikarenakan Lovie selama kuliah fokus pada proses dan pencapaian-pencapaian yang sedikit demi sedikit dapat dia raih di setiap semesternya. Dalam capaiannya sebagai lulusan terbaik fakultas, Lovie mencatat IPK 4.00 dan masa studi selama 3.8 tahun.  Untuk mencapai prestasi ini, Lovie mengatakan dirinya terus berusaha melakukan yang terbaik di setiap pembelajaran.  “Saya tipikal mahasiswa yang suka mencicil belajar dan mengerjakan tugas. Jadi saya bukan tipikal yang sks (sistem kebut semalam, red.) begitu. Jauh jauh hari saya harus mencicil tugas saya agar tidak menumpuk dengan tugas lainnya, ketika dosen menerangkan saya rajin untuk mencatatnya dan terkadang saya record agar di kos saya nanti saya bisa mempelajari kembali materi yang sudah disampaikan begitu dan saya sangat suka sekali dengan menghafal,” tutur mahasiswa yang juga pernah mengikuti program Kampus Mengajar Perintis 2020. Bagi Lovie, prodi Pendidikan Bahasa Inggris sangat berperan penting dalam pencapaiannya ini. Menurutnya, prodi memenuhi kebutuhan pembelajaran mulai dari materi perkuliahan, kurikulum, teknik dalam pengajaran, dan sebagainya. Selain itu prodi juga memenuhi kebutuhan fasilitas sarana dan prasarana. Dalam hal ini, Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris mengatakan bahwa dia sangat bangga dan salut dengan perjuangan Lovie, “Selamat untuk seluruh calon wisudawan prodi Pendidikan Bahasa Inggris dan selamat untuk Lovie yang telah menjadi lulusan terbaik fakultas. Tidak mudah untuk bisa menggapai ini, namun saya yakin dengan kerja keras dan konsistensi hal ini dapat tercapai. Mudah-mudahan semangat ini dapat menular ke mahasiswa lain.” gis Lovie menerima penghargaan sebagai lulusan terbaik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Tahun 2021 Periode II

Zulkarnain, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UMM Juarai Lomba Debat ECCO 2021

ELED News – Dalam rangka memperingati hari bumi 2021, Lombok Debating Troops (LDT) menggelar rangkaian acara seminar dan debat 2021. Zulkarnain, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2017 FKIP UMM bersama dengan tim raih juara 3 pada lomba debat tersebut. Dalam menggunakan sistem debat, kompetisi kali ini menggunakan sistem debat terbuka yang mana Nain, begitu ia akrab disapa, tidak harus bertim dengan anggota yang memiliki afiliasi kampus yang sama, sehingga ia bertim dengan rekannya dari Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Negeri Malang (UM). Adapun persyaratan lain yakni peserta harus berasal dari Nusa Tenggara Barat. Nain, mengaku dalam mempersiapkan lomba tersebut selain penguasaan materi, ia tidak melakukan persiapan khusus karena ia telah memiliki pengalaman dalam berbagai perlombaan sebelumnya. Hanya saja karena sistem lomba saat ini diadakan di tengah pandemi, ia dan rekannya perlu mempersiapkan hal teknis lomba seperti kesiapan jaringan karena lomba diselenggarakan secara daring. Pengalaman Nain dalam lomba debat didukung secara moral oleh Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM dan sekaligus oleh universitas karena Nain tergabung dalam UKM dan LSO yang memfasilitasi dan mengasah kemampuannya berdebat. “Saya bangga bisa tergabung dalam berbagai perlombaan dan dalam kaitannya dengan lomba debat ECCO 2021 ini saya dapat membangun pikiran kritis dan solutif terhadap isu-isu lingkungan,” paparnya.   Zulkarnain menunjukkan sertifikat pemenang lomba debat ECCO 2021.

Lagi, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Menorehkan Prestasi Internasional!

ELED News – Lagi-lagi, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris menorehkan prestasi internasional. Dialah Anna Ashry Savirah Elbagiz, atau akrab dipanggil Anna, yang berhasil lolosa dalam Virtual Exchange Program “Singapore: Understanding History and Heritage” 2021. Dalam program ini, Anna dan peserta lainnya akan belajar tentang Negara Singapura serta budaya dan bahasa masing-masing. Dalam usahanya meraih kesempatan ini, Anna membagikan pengalamannya, “Semalaman penuh saya belajar tentang bersikap saat interview, apa saja pertanyaan yang biasanya akan di berikan untuk exchange seperti ini. Saya juga mempersiapkan bahasa yang baik untuk menjawab berbagai pertanyaan yang akan terlontar nanti.” Lebih lanjut, Anna menyampaikan bahwa di program ini dia tidak hanya mempelajari budaya dan bahasa Singapura dan Indonesia, namun juga melakukan penelitian dengan subjek multilingual learners. Terkait dukungan dan peran prodi, Anna menyampaikan, “Prodi memberikan saya banyak pengetahuan baru, banyak pengalaman baru dan kepercayaan diri.  Jadi saya tidak ingin menyia-nyiakan ilmu itu hanya untuk dirasakan sendiri, saya juga mau berbagi. Lolosnya saya dalam ajang ini, tidak lain pastinya karena dukungan dari dosen dan teman-teman satu prodi saya yang hebat. Bahkan memiliki banyak pengalaman internasional ketimbang saya.” Di lain kesempatan, ketua prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D, menyampaikan bahwa pencapaian Anna adalah hal yang mebanggakan dan patut disyukuri, “Alhamdulillah, mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Inggris kembali menorehkan prestasi internasional, khususnya dalam program exchange dengan Singapura.Semoga hal ini dapat memberikan kesempatan yang lebih luas kepada mahasiswa untuk belajar, semakin berkiprah di kancah global dan memberikan yang terbaik untuk bangsa dan Negara.” gis

Selamat! Mahasiswa Asal Tulungagung Ini Raih Beasiswa ke Spanyol

ELED News – Yuyud Tri Guntoro, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Muhammadiyah Malang ini dinobatkan sebagai penerima beasiswa Erasmus+ ke Eropa. Selama 1 semester, Yuyud akan menjadi salah satu peserta pertukaran mahasiswa di Universidade de Murcia, Spain. Dalam meraih beasiswa ini, Yuyud mengaku didukung oleh Prodi. “Prodi Pendidikan Bahasa Inggris sangat mendukung mahasiswa untuk mendaftar beasiswa Erasmus+. Salah satunya beberapa nilai mata kuliah yang kita ikuti pada program tersebut bisa dikonversi menjadi nilai A. Selain itu dalam proses persiapannya, para dosen pun sangat terbuka untuk membantu persiapan berkas-berkasnya,” papar mahasiswa yang pernah menjadi peserta International Students Week di Paksitan pada 2019 itu. Seputar tips dan trik meraih beasiswa ini, Yuyud merasa bahwa bahwa kemampuan bahasa Inggris dan mengikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan menjadi kunci penting. Dalam mempersiapkan dirinya, Yuyud mengaku, “Mempersiapkan berkas sejauh mungkin dan juga latihan untuk test of English proficiency agar mencapai skor yang maksimal merupakan hal utama. Serta, terus belajar, membaca, dan mengikuti program atau lomba serta mencetak prestasi dalam bidang yang diminati untuk membuat CV kita menjadi menarik.” Terkait motivasinya dalam mengikuti program ini, Yuyud, peraih beasiswa unggulan Kemendikbud, ingin menambah wawasan multi dan interdisipliner, serta mempelajari pengetahuan lain di luar mata kuliah Prodi. Lebih spesifik, Yuyud tertarik untuk mendalami sejarah dan budaya Eropa, khususnya budaya lokal Spanyol. Selain itu, hal penting baginya adalah menambah pengalaman hidup yang bisa didapatkan dari relasi global guna meningkatkan kualitas diri. Pihak Prodi bangga dengan capaian mahasiswanya. Kaitannya dengan ini Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D menyatakan, “UMM khususnya Prodi Pendidikan Bahasa Inggris memfasilitasi mahasiswanya untuk memiliki pengalaman internasional, salah satunya dengan program Erasmus+ ini. Faktanya, mahasiswa kami telah banyak yang berhasil lolos dalam meraih beasiswa ini sejak program ini diluncurkan, syukur alhamdulillah bahwa mahasiswa kita banyak yang kompeten dan mampu bersaing secara global,” tutur dosen lulusan University of South Australia itu. raf Yuyud Tri Guntoro saat mengikuti International Students Week di Pakistan pada 2019.

Selamat! Dwi Poedjiastutie Raih Gelar Profesor Ilmu Pendidikan Bahasa Inggris UMM

ELED News –  Menjadi Guru Besar merupakan tujuan akademik seorang dosen, itu pula yang dicita-citakan Dra. Dwi Poedjiastutie, M.A., Ph.D. yang kini resmi menjadi Guru Besar (Profesor) di Bidang Ilmu Pendidikan Bahasa Inggris terhitung mulai 1 Januari 2021 oleh Dirjen Dikti. Prof. Dwi Poedjiastutie, M.A.,Ph.D menyelesaikan Ph.D (Education) dari Curtin University of Technology Australia dan program Master of Art (TESOL) dari Deakin University Australia. Dalam karir akademiknya, Prof. Dwi Poedjiastutie, M.A.,Ph.D, konsisten meneliti dan melakukan publikasi ilmiah. Tercatat ada sekitar 12 (dua belas) jurnal internasional yang telah dipublikasikan dan 4 (empat) jurnal nasional terakreditasi. Soal topik publikasi, Prof. Dwi Poedjiastutie, M.A.,Ph.D fokus meneliti isu seputar pengajaran bahasa Inggris. Terkait pentingnya meneliti dan mempublikasikan artikel di jurnal internasional, Prof. Dwi Poedjiastutie, M.A.,Ph.D memiliki trik tersendiri: “Untuk meraih gelar profesor itu sebuah proses perjalanan panjang pada pencapaian karir jabatan akademik seorang dosen; karena itu saya melakukannya dengan strategi dan perhitungan yang matang. Untuk itu, baca sebanyak-banyaknya (dari berbagai sumber) peraturan/ regulasi tentang Pengusulan Angka Kredit Pangkat & Jabatan Dosen secara teliti; jangan mudah percaya apa kata orang lain,” papar Profesor yang pernah menjadi Direktur Language Center UMM itu. Memberikan strategi pencapaiannya, Prof. Dwi Poedjiastutie, M.A., Ph.D. mengaku perlunya bekerja secara konsisten dan terukur. Di antara hal yang perlu diperhatikan yaitu konsistensi memilih jenjang Pendidikan S2 dan S3, fokus menulis sesuai bidang, dan fokus untuk mengembangkan pengajaran yang berorientasi pada output (tulisan/ karya ilmiah). Dua poin terakhir itu yang menjadikan Prof. Dwi Poedjiastutie, M.A., Ph.D. lebih cepat memperkaya karya ilmiahnya. Hal penting lainnya dalam mencapai cita-cita akademiknya, Prof. Dwi Poedjiastutie, M.A.,Ph.D. tak pernah putus belajar walaupun telah menyelesaikan studi doktoralnya. Tentang ini, ia menyampaikan, “Sekalipun sudah berhasil mencapai jenjang pendidikan tertinggi, tetap terus belajar dan belajar. Saya selalu meluangkan waktu belajar (menulis dan membaca) rata-rata 2—3 jam dalam sehari; karena saya sadar dengan tuntutan profesi saya”. Mengenai pencapaian dosen di Prodinya, Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM Bayu Hendro Wicaksono, M.Ed., Ph.D menyampaikan bahwa raihan akademik Prof. Dwi Poedjiastutie, M.A.,Ph.D merupakan hal yang yang sangat membanggakan bagi Prodi. “Alhamdulillah, kami dari pihak Prodi sangat bersyukur dan bangga atas prestasi akademik Prof. Dwi Poedjiastutie, M.A.,Ph.D. Semoga hal ini mengundang hal-hal baik bagi mahasiswa maupun dosen sekaligus bisa semakin menguatkan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM kedepannya,” pungkas Kaprodi yang menyelesaikan Ph.D nya di Univesity of South Australia itu. raf   Prof. Dwi Poedjiastutie, M.A., Ph.D. saat menghadiri Asia TEFL Conference di Bangkok Thailand. Prof. Dwi Poediastutie, M.A., Ph.D. menjadi pemateri International Seminar on Teaching English as a Foreign Language in Digital Era di Malang.

Selamat! Jurnal CELTIC Terakreditasi Sinta 3

ELED News – Alhamdulillah, lagi dan lagi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang membawa berita gembira. Jurnal yang dikelola oleh Prodi bernama A Journal of Culture, English Language Teaching, Literature and Linguistics (CELTIC) naik peringkat dari Sinta 5 ke Sinta 3 yang ditetapkan oleh Menteri Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional pada Desember 2020. Pada peringkat akreditasi jurnal ilmiah periode III tahun 2020 ini, penetapan kenaikan peringkat CELTIC berlaku mulai terbitan Volume 7 Nomor 1 Tahun 2020. Adapun pengajuan reakreditasi telah dilakukan dengan sukses pada Juli 2020 oleh tim managing editors CELTIC yang terdiri dari Nina Inayati, M.Ed., Masyhud, M.Pd., dan Triastama Wiraatmaja, M.Si. Sejak itu, pengelolaan CELTIC dilakukan dengan lebih baik melalui peningkatkan kualitas penerimaan manuskrip dan penambahan jumlahnya dari 8 menjadi 10 naskah tiap terbitan, alhamdulillah upaya ini membuahkan hasil. Setiap periodenya, CELTIC menerima manuskrip berkualitas dari para peneliti yang ada di dalam negeri maupun luar negeri, para reviewer CELTIC pun demikian tidak hanya berasal dari dalam negeri. Bagi peneliti yang ingin menerbitkan naskahnya, CELTIC membuka kesempatan bagi naskah terbaik untuk diterbitkan pada bulan Juni dan Desember per tahunnya. Untuk informasi lebih lanjut bisa mengunjungi tautan berikut https://ejournal.umm.ac.id/index.php/celtic/about Selaku Editor-in-Chief, Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D optimis bahwa jurnal CELTIC ke depan akan mampu bersaing dengan jurnal lain sehingga bisa menjadi wadah bagi para peneliti untuk mempublikasikan karya ilmiahnya. “Selain itu, naiknya peringkat akreditasi CELTIC juga akan memberi dampak positif bagi mahasiswa di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris. Mahasiswa bisa dengan mudah mengakses artikel ilmiah berkualitas dari terbitan CELTIC sebagai referensi mereka menyusun tugas akhir,” jelas Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM itu. raf  

Siap Terapkan MBKM, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Hadirkan Pakar Kurikulum Nasional

ELED News – Berhasil mendapatkan hibah Program Merdeka Belajar Kampus Medeka (MBKM) dari Kemendikbud Republik Indonesia, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris menghadirkan Dr. Sri Suning Kusumawardani, M.T Tim Pakar Kurikulum Pendidikan Tinggl dan MBKM dalam acara webinar. Webinar ini diikuti oleh perwakilan Prodi Bahasa Inggris yang tergabung dalam asosiasi PBI di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia, Kaprodi di lingkunag FKIP UMM, dan dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (13/1). Dalam penerapan MBKM, dosen akan menjadi dosen penggerak. Dalam pengertiannya, salah satu fungsi dosen penggerak adalah menjadi dosen yang selalu mencari ilmu dan pengalaman baru yang mendukung tugas profesinya dan implementasi program MBKM. Selain itu, dalam penerapan MBKM, dosen juga terlibat dalam reorientasi kurikulum. MBKM merupakan terjemahan dari kurikulum yang sudah ada yaitu pengombinasian antara KKNI dan SN-DIKTI. Dalam implementasinya, mahasiswa akan diberikan ruang lebih fleksibel dalam memilih belajarnya. Secara konkret, mahasiswa akan diberi dua skema proses belajar, pertama, mahasiswa mengikuti 100 persen pembelajaran di Prodinya. Kedua, memilih 20 SKS belajar di Prodi berbeda di dalam PT yang sama (1 semester) atau melakukan perkuliahan di Prodi yang sama atau berbeda di luar PT dengan maksimal 40 SKS (2 semester). Sehingga 60 SKS adalah alokasi merdeka belajar yang dapat diikuti oleh mahasiswa. Dengan demikian, 70% SKS dapat dimaksimalkan untuk alokasi mata kuliah Prodi. “Untuk menyukseskan program ini, dalam penyelenggaraan Kurikulum MBKM tentunya diperlukan model-model kerjasama dengan mitra, program dilakukan di bawah bimbingan dosen, dan juga diperlukan model-model konversi nilai dan penyesuaian bobot SKS,” tandas Dr.Sri Suning Kusumawardani, M.T yang merupakan dosen di Universitas Gadjah Mada itu. Merespon hal ini, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM telah melakukan rekonstuksi kurikulum dengan tujuan menyesuaikan dengan tuntutan zaman. Pertukaran mahasiswa, penelitian, magang, dan kewirausahaan. Dari keempat program tersebut ada beberapa model yang akan diselenggarakan. Kerjasama dalam pelaksanaan program telah dilakukan dengan mitra di luar negeri dan dalam negeri. Mitra di luar negeri di antaranya China, Thailand, dan Malaysia. “Hal ini dilakukan dalam rangka menyesuaikan diri dan melakukan inovasi pembelajaran guna menciptakan lulusan unggul dan siap pakai,” jelas Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM. raf Dr.Sri Suning Kusumawardani, M.T menjelaskan program MBKM (13/1). Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D menjelaskan skema MBKM di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM (13/1).

Belajar Sains Berbahasa Inggris ala SD Muhammadiyah Manyar Gresik, Why Not?

ELED News – Sains sering menjadi momok pelajaran yang sulit. Dalam suasana pandemi COVID-19, pelajaran ini pun harus disampaikan menggunakan moda dalam jaringan (daring). Masih pula harus disampaikan dalam Bahasa Inggris. Semakin sulit bukan? Tapi tidak demikian bagi siswa SD Muhammadiyah Manyar, Gresik. Setidaknya demikianlah kesan yang ditangkap dalam observasi virtual yang dilakukan oleh peneliti dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rina Wahyu Setyaningrum.  “Saya menemukan pengalaman menarik ketika mengikuti pembelajaran daring di SD Muhammadiyah Manyar ini, yaitu pembelajaran virtual secara sinkron yang dilaksakan dalam waktu 30 menit saja,” tutur mahasiswa Program Doktoral Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini yang masuk kelas (sit-in) virtual bulan lalu.  Rina mengamati bagaimana Reza Dwi Anistawati mengajarkan Sains di kelas 1 secara atraktif walau dilakukan secara virtual. Sejak awal dimulainya kelas, nuansa internasional sudah kental ditunjukkan oleh guru yang akrab disapa ustadzah Rere ini. “Okay kids, are you ready for the second subject for today? It’s Science,” sapa Rere yang spontan direspon respon dengan menggunakan bahasa Inggris nyaris berteriak bersama, “Yes, ready Us!”. Lalu dialog mengalir di antara mereka, dengan pancingan kata-kata pendek seperti science, tiger, dan yellow book. Selama 30 menit tersebut,  Rere mengatur kegiatan dengan lima menit pembukaan dan pengondisian kelas, lima menit apersepsi dan dilanjutkan dengan presentasi guru dan siswa. Dalam pembelajaran ini, siswa dilibatkan langsung dalam pembelajaran dengan aktivitas yang telah disiapkan. Memang tidak mudah baginya memanfaatkan waktu yang singkat untuk mempelajari materi secara utuh. Namun dalam pembelajaran daring dengan pebelajar anak-anak, waktu screening perlu dipertimbangkan untuk menjaga kesehatan, terutama mata, dan mempertahankan konsentrasinya. “Ini sudah sesuai dengan permintaan orangtua dan disetujui oleh Bapak Kepala Sekolah. Oleh karena itu, moda asinkron ditambahkan dengan mengirimkan materi pembelajaran berupa video untuk dipelajari sebelum pembelajaran sinkron,” jelas Rere yang juga alumnus program studi Pendidikan Matematika UMM ini.  Sejak begabung dalam Cambridge Assessment International Education selama hampir satu dekade, pembelajaran Sains dan Matematika diajarkan dengan menggunakan bahasa Inggris. Saat ini pembelajaran juga sudah dimulai sejak awal, yaitu dari kelas 1 SD. “Hal ini menunjukkan bahwa semangat pembelajaran abad 21 dan cita-cita untuk memberikan lingkungan yang mendukung siswa untuk mendapatkan kesempatan berkomunikasi dalam bahasa internasional menarik orangtua untuk memepercayakan pendidikannya pada sekolah ini,” kata Rina. Sepanjang pengamatannya, Rina melihat bagaimana Rere memulai dengan memutar video tentang Senses yang telah ia kirimkan kepada siswa melalui orangtua, namun sebagian besar dari mereka belum menontonnya. Video ini ia buat sesuai dengan kebutuhan siswa, dalam bahasa Inggris. Begitu video selesai diputar, iapun meminta siswa mengaktifkan mikrofon, “Okay, turn on your microphone. What is the video about? Tentang apa ya tadi videonya?,” tanyanya. Kontan dijawab dengan beberapa kata yang berbeda seperti body, chin, dan hands. Kemudian salah satu diantaranya bertanya, “What page ustadzah?” yang menandakan bahwa rutinitas berikutnya adalah belajar dari buku Science mereka. Ustadzah Rere pun memberikan instruksi “Let’s move to the book, open page thirty-eight.” Salah satu siswa pun mengulanginya dengan pertanyaan dalam bahasa Indonesia, “Tiga puluh delapan?” dan dilanjutkan dengan dialog baik menggunakan bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia. Rere memberikan penekanan pada literasi bahasa Inggris. Penekanannya adalah pada pengenalan istilah secara khusus dalam Sains dan istilah umum dalam bahasa Inggris yang digunakan sehari-hari. Ia membacakan judul dari materi yang diajarkan dan siswa diberikan kesempatan belajar membaca dan memahami isi dari apa yang dibacanya. Sesekali ia membetulkan pengucapan dan memberikan arti dalam bahasa Inggris. Dalam menjawab pertanyaan yang ada dalam buku, ia menuliskan jawaban yang disampaikan oleh siswa dan mereka menyalin tulisan yang ditulis oleh Rere yang terlihat pada layar yang sudah dibagikan. Dari tempat belajar masing-masing, siswa diberikan kesempatan berdialog dengan guru, teman, maupun pendampingnya. Dengan sengaja mikrofon Zoom diposisikan unmute agar guru dapat melakukan kontrol pada apa yang dilakukan siswa. “Apa yang dilakukan oleh ustadzah Rere ini merupakan strategi Dialogic Reading yang mengedepankan praktek membaca dengan buku bergambar dan melatih kemampuan membaca dan kerampilan berbahasa lainnya,” terang Rina. Pertanyaan yang dilontarkan pun dari yang sederhana sampai yang lebih kompleks. Ketika dalam buku ada pertanyaan What is the girl doing? Which sense organ is she using? Salah satu siswa menjawab “menciumi bunga.” Kemudian ustadzah Rere menegaskan ”What is it in English?” salah satu siswapun langsung menjawab dengan riangnya, “Smelling the flowers,” Pada kesempatan lain, Rere melibatkan siswa dengan memintanya mencari benda yang ada di sekitarnya untuk menjawab pertanyaan yang disampaikan. Misalnya pada materi Living Things, ia meminta siswa untuk menunjukkan benda apakah yang ada untuk dipresentasikan. Dengan konsep ini, ustadzah Rere menceritakan tentang Living Things yang dipresentasikan siswa seperti tanaman, kucing, ayam, burung, dan ikan. Bahkan ada yang menggandeng neneknya untuk ditunjukkan dan dipresentasikan “This is my grandmother. It is a living thing”.  Evaluasi selama proses pembelajaran dan dengan melihat hasil kerja siswa yang dikirimkan kepada mereka melalui orangtua setiap dua minggu sekali. Pengiriman lembar kerja kepada siswa agar siswa mempunyai kesempatan mengenal lebih banyak kosa kata dan istilah yang digunakan pada materi tertentu. Selain itu, pengalaman menulis pada lembar kerja merupakan titian berpikir siswa sehingga pegalaman literasi dapat dari membaca dan menulis dalam bahasa Inggris dapat mereka gunakan dalam kesempatan belajar yang lain.  Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Manyar, Ahmad Faizun, menjelaskan awalnya pembelajaran daring dilaksanakan mulai secara full mulai jam 07.30 – 11.15 WIB. Namun atas permintaan orangtua melalui Ikatan Wali Murid (Ikwam), dilakukan pemendekan jam pembelajaran secara sinkron serta mengurangi jumlah pertemuan secara sinkron. “Pelaksanaan pembelajaran Cambridge Science yang menggunakan bahasa Inggris diperpendek menjadi 30 menit dengan konsekuensi pada kerativitas guru dalam menyampaikan materinya,” ungkapnya.  Menurut Rina, pembelajaran dari rumah yang telah dilakukan oleh ustadzah Rere ini dapat menjadi inspirasi bagi guru lainnya selama pandemic COVID-19. “Tantangannya tidak hanya pada bagaimana mengajarkan konsep tapi bagaimana ia menginternalisasikan penggunaan bahasa Inggris dalam pembelajaran. Ia sudah menjawab tantangan itu dengan baik,” pungkasnya. (rin/ed_raf) Rina Wahyu Setyaningrum, M.Ed mengamati kelas daring pembelajaran Sains berbahasa Inggris di SD Muhammadiyah Manyar Gresik.

Selamat! Magister Pendidikan Bahasa Inggris UMM Raih Akreditasi A

ELED News – Alhamdulillah, setelah dilaksanakan Asesmen Lapang pada 16-17 Oktober 2020, Prodi Magister Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang dinyatakan mendapatkan peringkat Akreditasi A dengan SK BAN-PT No.6639/SK/BAN-PT/Akred/M/X/2020. Adapun SK ini berlaku sejak tanggal 21 Oktober 2020 sampai 21 Oktober 2025. Dengan diraihnya akreditasi A dari BAN-PT merupakan bentuk jaminan bahwa Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris UMM telah memiliki standard mutu Pendidikan yang telah ditentukan oleh BAN-PT. Hal ini merupakan raihan prestasi membanggakan bagi seluruh civitas Prodi yang digawangi oleh Dr. Estu Widodo, M.Hum sebagai Kaprodi. Tentunya, prestasi ini tidak terlepas dari dukungan semua pihak diantaranya tim taskforce akreditasi Prodi, Universitas, stakeholder, mahasiswa, dan alumni. Semoga capaian ini menjadi langkah baik bagi Prodi untuk terus melakukan perbaikan dan meningkatkan kualitas Pendidikan. Pencapaian peringkat akreditasi A juga merupakan kebanggaan bagi seluruh civitas Prodi S1 Pendidikan Bahasa Inggris. “Atas pencapaian ini, kami bangga sekali. Hal ini mengindikasikan bahwa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris S1 yang juga terakreditas A dan Prodi Magister Pendidikan Bahasa Inggris UMM memiliki jaminan mutu pendidikan yang sama-sama sesuai standard BAN-PT. Untuk itu, kami ucapkan selamat atas raihan ini, semoga berkah bagi semua,” pungkas Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D. raf Peringkat Akreditasi A SK BAN-PT Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris UMM.

Alumni Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM Raih Beasiswa Eropa dan China

ELED News – Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang menghadirkan dua alumninya, Bayu Dharmala dan Inayatul Robania untuk berbagi tips mendapatkan beasiswa dan pengalaman belajar di luar negri. Acara dihadiri oleh suluruh mahasiswa baru Prodi Pendidikan Bahasa Inggris  melalui virtual webinar yang dilaksanakan secara rutin dua mingguan. Virtual webinar ini diberi tajuk  “Paving Ways for Scholarship Hunters”. Bayu Dharmala merupakan alumnus Pendidikan Bahasa Inggris yang pernah mendapatkan pengalaman pertukaran mahasiswa di dua kampus dan dua negara yang berbeda  selama menjadi mahasiswa yaitu Singapura (Learning Esxpress) dan Spanyol (Program Erasmus+). Bayu, begitu ia akrab disapa, memaparkan bahwa pertukaran mahasiswa tersebut merupakan pengalaman yang sangat berharga selama kuliah karena bisa mengenal budaya baru dan mengasah kemampuan kebahasaannya, baik itu bahasa Inggris ataupun bahasa asing lain. Selanjutnya, Bayu menekan pentingnya Bahasa Inggris di dalam mendapatkan beasiswa. “Banyak mahasiswa Bahasa Inggris yang diterima di pertukaran pelajar karena Bahasa Inggris merupakan persayaratan utama untuk mendapatkan besiswa.” Dharmala juga menambahkan beberapa tips mendapatkan beasiswa pertukaran mahasiswa. Diantaranya adalah kemampuan Bahasa Inggris yang baik, IPK yang bagus dan aktif di organisasi kemahasiswaan. Maka dari itu, Bayu, di samping terus mengasah kemampuan Bahasa Inggrisnya ia juga aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa International Language Forum, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Atas prestasi dan pengalamannya, Bayu saat ini juga terdaftar sebagai nominee beasiswa Fulbright Amerika untuk program Master. Berbeda dengan Bayu, Nia, mahasiswi angkatan 2013 itu menceritakan tentang tantangan selama belajar di luar negri. Nia merupakan salah satu alumnus Pendidikan Bahasa Inggris yang mendapatkan kesempatan pertukaran belajar ke Tongren University, China. Atas pengalamannya itu, Nia kini berhasil mendapatkan President Scholarship dari Pemerintah China untuk menempuh program Master di Zhejiang Gongshang University. Selama di China, ada beberapa Culture Shock yang dialami Nia. Di antaranya, ia kesulitan untuk mendapatkan makanan halal sehingga Nia menyiasati dengan memasak makanan sendiri. Baginya, itu tantangan yang harus dihadapi. “Motivasi dan komitmen yang tinggi sangat diperlukan selama belajar di negara yang berbeda karena di samping mendapatkan kesenangan kita juga akan menghadapi beberapa tantangan,” pungkasnya kepada sekitar 90 peserta yang hadir di webinar tersebut. Selanin itu, Nia juga menceritakan bahwa selama pertukaran pelajar, dia tidak hanya belajar tetapi juga bisa jalan-jalan ke tempat-tempat indah yang ada di China. Pada momen ini, Nia merasa bersukur karena bisa berbahasa Inggris sehingga mendapatkan beasiswa pertukaran pelajar dan program Master. Pada acara webinar ini, peserta sangat antusias untuk mengetahui tentang cara dan pengalaman mendapatkan beasiswa. Ini terbukti dengan adanya banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh peserta salah satunya adalah pertanyaan dari Iftikhar M. Husnan yang bertanya tentang bagaimana caranya menghadapi Culture Shock. Kemudian Eka Winanti Setyaningtiyas juga bertanya tentang persiapan mental selama belajar di luar negri. Pada puncaknya, acara ditutuo dengan kutipan menari bagi peserta yaitu “Setiap tempat adalah sekolah, setiap orang adalah guru, dan setiap saat adalah pelajaran”. masy/ed_raf   Bayu Dharmala sedang menjawab pertanyaan peserta webinar melalui platform zoom (29/9) Innayatul Robania memaparkan pengalamannya mendaftar beasiswa dari President Scholarship China (29/9).