Prof. A. Malik Fadjar, M.Sc, Sang Fajar Pendidikan

ELED News – Dunia pendidikan sedang berduka karena salah satu tokohnya berpulang ke rohmatullah, Prof. Dr (H.C). Drs. Malik Fadjar, M.Sc. meninggal pada usia 81 di rumah sakit Mayapada Kuningan Jakarta, Senin Jam 19.00 (Surya 7/9/2020). Salah satu tokoh reformasi ini, pernah menjabat sebagai Mentri Agama di era presiden BJ. Habibie dan Mentri Pendidikan Nasional di era Presiden Megawati Soekarno Putri pada tahun 2001-2004. Sebelum menjadi mentri, Pof. Malik Fadjar juga menjadi rektor di Salah satu Universitas terkemuka di Jawa Timur, Universitas Muhammadiyah Malang, dari tahun 1983 hingga 2000. Hampir tiga perempat perjanan hidupnya dihabiskan di dunia pendidikan. Sejak tahun 1959 Prof. Malik Fadjar telah mengabdikan dirinya untuk mengajar di Sekolah Rakyat Negri (SRN), di salah satu provinsi yang jauh dari tempat lahirnya, Yokyakarta yaitu di Taliwang Sumbawa Besar Nusa Tenggara Barat. Pada rentang waktu yang bersamaan juga, dia menjabat sebagai Kepala Sekolah di SMEP Muhammadiyah dari tahun 1961-1963. Di tempat inilah, Prof. Malik Fadjar muda ditempa untuk menjadi pendidik yang tangguh dan berkomitmen karena dia harus berjalan kaki dan bersepeda dengan jarak yang jauh dengan gaji yang pas-pasan. Setelah lama menjadi guru di daerah terpencil, Prof. Malik Fadjar melanjutkan perjuangannya di dunia pendidikan di level yang tinggi yaitu universitas. Dimulai dari 1972 hingga tahun 2000 dengan tiga kampus yang berbeda. Pada tahun awal di kota Malang, anak keempat dari tujuh bersaudara ini menjadi dosen di Fakultas Tarbiyah IAIN Malang. Bahkan pada rentang tahun yang sama 1983-2000 Prof. Malik Fadjar menjabat rektor di dua Universitas sekaligus, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 1983-2000 dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) 1994-1995. Waktu yang tidak sebentar menjabat sebagai Rektor, Prof. Malik Fadjar melahirkan gagasan-gagasan penting salah satunya meningkatkan efektifitas kinerja organisasi kampus dengan penyederhanaan alur administrasi. Prestasinya yang sangat luar biasa ketika menjadi Rektor mengantarkannya menjadi Mentri Pendidikan Nasional tahun 2001-2004. Pengalaman panjang di dunia pendidikan dengan level yang berbeda menjadi modal berharga bagi Prof. Malik Fadjar dalam memperbaiki pendidikan nasional. Oleh karena itu, Prof. Malik Fadjar menghasilkan kebijakan yang sangat monumental , diantaranya adalah Kurikulum Berbasi Kompetensi (KBK), otonomi pendidikan, perubahan status Perguruan Tinggi Negara menjadi Badan Hak Milik Negara (BHMN), dan perbaikan tunjangan guru hingga 150%. Prof. Malik Fadjar telah menghabiskan pikiran, tenaga, materi untuk dunia pendidikan demi Negara yang baik dan sejahtera sehingga pantas jika Prof. Malik Fadjar sangat pantas untuk dijadikan salah satu tokoh yang sangat berjasa bagi dunia pendidikan Indonesia. Raga boleh tiada tapi jasa tetap terasa hingga akhir era. (mas/red_raf)
Selamat! Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM Raih Hibah Kemendikbud Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka

ELED News – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah (Kemendikbud) membuat kebijakan bernama Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM). Kebijakan ini adalah upaya serius pemerintah Indonesia untuk menyiapkan lulusan perguruan tinggi yang bukan hanya siap terjun ke dunia usaha, pendidikan, maupun industri tetapi juga mampu beradaptasi dan mengambil peluang di era revolusi industri 4.0. Menyambut peluang ini dengan baik, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang pada 31 Agustus 2020 dinyatakan lolos sebagai salah satu Prodi penerima Hibah Program MBKM 2020. Lewat tahapan yang sangat kompetitif dan penyaringan yang ketat, akhirnya Prodi Bahasa Inggris FKIP UMM terpilih menjadi salah satu Prodi di skala nasional yang diberi kewenangan pemerintah Indonesia lewat Kemendikbud untuk menyelenggarakan MBKM. Dengan demikian, Prodi Bahasa Inggris FKIP UMM kedepan akan melakukan model pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, serta adaptif terhadap kebutuhan jaman. Hal tersebut akan membuat perkuliahan akan menjadi sangat dinamis karena mahasiswa sudah tidak lagi terbatas ruang dan waktu untuk menggali ilmu pengetahuan terkait Bahasa Inggris dan pedagogi. Dalam Program MBKM ini, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris menarget tema kegiatan berupa pertukaran pelajar, kewirausahaan, riset, dan magang. Pada program pertukaran pelajar, mahasiswa Prodi bisa mengikuti program pertukaran pelajar dengan universitas mitra, seperti Tongren University China dan short course dengan beberapa kampus di Eropa. Pada program magang, mahasiswa bisa melakukan kegiatan magang dengan durasi yang lebih lama (mencapai 1-2 tahun) ke institusi pemerintah atau swasta serta institusi pendidikan ke luar negeri (yang sudah berjalan magang ke Thailand). Selanjutnya, untuk program riset, mahasiswa bisa melakukan joint research dengan teman sejawat maupun dengan para dosen guna meningkatkan kemampuan berpikir dan bertindak ilmiah. Keempat, pada program kewirausahaan, mahasiswa bisa melakukan kegiatan kewirausahaan maupun proyek kemanusiaan serta membuat karya-karya menarik yang dibutuhkan dan berguna bagi masyarakat maupun pendidikan. Pada implementasinya, dengan Program MBKM ini, mahasiswa di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM didesain untuk bisa melakukan perkuliahan di Prodi lain di dalam maupun luar UMM. Selain itu, mahasiswa juga didesain untuk melakukan kegiatan perkuliahan di luar UMM dengan mata kuliah non teori dengan skema konversi mata kuliah. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan bisa melakukan kegiatan belajar berupa pengalaman lapangan yang komprehensif dan mendalam sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Lebih dari itu, pelaksanaan MBKM ini sebagai salah satu capaian nyata jaminan mutu Prodi Bahasa Inggris. Menyambut positif desain perkuliahan abad 21 ini, Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D memprediksi bahwa mahasiswa Prodi akan memiliki output lulusan profesional sesuai kebutuhan dunia kerja. “Kami optimis dengan program ini, mahasiswa dapat lulus dengan 3,5 – 4 tahun dengan kualifikasi diri yang lebih kaya dalam hal pengalaman lapangan serta mempertajam minat dan bakat mereka. Sehingga, lulusan akan menjadi insan yang berdikari dan mampu memberikan kontribusi nyata untuk perkembangan masyarakat, budaya, dan kemajuan peradaban dan agama,” pungkas doktor lulusan University of South Australia itu. (Al/ed_raf)
Sharing Session Bersama Dua CEO Alumni Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM

ELED News – Menghadirkan CEO Genesis Corporation, Lailatul Rifah dan CEO Brilliant Translation, Amirah, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM adakan sharing session dengan dua alumni suksesnya melalui virtual class (28/8). Lailatul Rifah merupakan mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris tahun 2006 yang saat ini juga menjadi dosen di BINUS Malang. Dalam perjalanan karirnya, Rifah, begitu ia akrab disapa, memiliki minat dan bakat di public speaking. Dengan itu, ia mencoba menggali minatnya dengan melakukan banyak kolaborasi dengan rekan-rekannya baik dalam lingkup Bahasa Inggris yang akhirnya tercetus untuk mendirikan usaha di bidang bahasa. Genesis Corporation merupakan perusahaan penyedia jasa pengajaran bahasa Inggris untuk perusahaan-perusahaan. Adapun jasa yang ditawarkan berupa language training, translation, public speaking, interpreting, dan English testing. Selama bisnis ini berjalan, jasa Genesis telah digunakan oleh beberapa perusahaan seperti PLN, Alfamart, Bina Bangsa School, BTN Syariah, PT. Otsuka Indonesia, Mocca Animation, dan rumah sakit. Bagi Rifah, dalam menjalankan usaha hal penting yang harus dimiliki seorang pebisnis di bidang bahasa adalah kepercayaan diri dan gigih agar tidak mudah putus asa. “Menjalankan bisnis memiliki banyak sekali resiko di lapangan. Sehingga kualitas mental pebisnis harus dibangun,” pungkasnya. Tak kalah menarik apa yang disampaikan Amirah, CEO Brilliant Translation. Ide usahanya di bidang penerjemahan berawal dari salah satu projek mata kuliah pilihan yang ditawarkan di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris yaitu mata kuliah translation di tahun 2018. Pada projek tersebut, Amirah dan tim dinobatkan sebagai tim terbaik karena berhasil mendapatkan income tertinggi. Memiliki ilmu yang cukup di bidang penerjemahan, Amirah dan rekannya mencoba serius dengan usaha ini. Brilliant translation bisa dikunjungi di laman sosial media Instagram dengan akun @jasatranalate.bt. Sejak berdirinya, Brilliant translation telah kini memiliki pelanggan dari berbagai daerah kota-kota besar di Indonesia. Amirah mengaku bahwa yang ia capai sampai sekarang ini merupakan bekal yang ia peroleh dari belajar di mata kuliah translation yang terintegrasi dalam mata kuliah kewirausahaan. “Kami belajar banyak tentang kewirausahaan di mata kuliah KWU (kewirausahaan-red). Pada akhir mata kuliah, kami harus memiliki satu biro, ini sangat menarik”, paparnya. Kegiatan sharing session ini merupakan virtual class kelima yang telah diselenggarakan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM dalam mewadahi mahasiswa, alumni, dan masyarakat luas tentang bagaimana sebenarnya output alumni. Erlyna Abidasari, M.A., M.Ed. selaku koordinator tim menyatakan bahwa, “Virtual class ini sangat menarik dilakukan di masa pandemi seperti ini. Forum ini bisa menjadi alternatif kegiatan akademis bagi mahasiswa kami khususnya pun bagi masyarakat luas,” terang dosen alumnus UNSW Australia itu. raf Lailatul Rifah, CEO Genesis Corporation sedang memaparkan ide bisnisnya. Amirah, CEO Brilliant Translation menjelaskan bagaimana ide usaha berawal. Suasana sharing session with ELED alumni melalui platform Zoom.
Cerita Sukses Dua Alumni Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM

ELED News – Menghadirkan Teguh Sri Wiyono Manajer US Peace Corps dan Muhammad Miftah Fauzan Dosen Universitas Negeri Makassar, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang melakukan webinar dengan tajuk Successful Alumni Stories: English for the Future (11/8). Bercerita tentang keputusannya memilih Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM, Fauzan, alumnus angkatan 2005 menyatakan bahwa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bukan menjadi salah satu jalan sukses. Baginya, hal terpenting yang harus digali bagi mahasiswa adalah mengembangkan potensi dirinya saat masa perkuliahan 4 tahun. “Jadi, di manapun kita kuliah, itu bukan soal universitasnya tapi bagaimana kita mengembangkan diri. Untuk itu, saat kuliah saya bergabung dengan beberapa organisasi, diantaranya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) untuk mengembangkan karakter saya dan International Laguage Forum (ILF) untuk mengasah skill saya,” papar Fauzan salah satu reviewer di jurnal Elsevier itu. Selanjutnya, hal yang disenangi Fauzan ketika kuliah di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris adalah diajar oleh native speaker. Selebihnya, ia menganggap bahwa ada dua hal penting untuk sukses setelah lulus dari S1 yaitu penguasaan IELTS dan TOEFL. Lain halnya dengan pengalaman Teguh Sri Wiyono, alumnus angkatan 2001. Teguh yang beberapa kali ke Amerika untuk kunjungan kerja itu merasa senang bahwa selama belajar di UMM, ia mendapati bahwa international exposure diberikan UMM secara nyata. Seperti adanya program kerja sama UMM dengan Erasmus untuk program pertukaran pelajar ke universitas di Eropa. Satu hal penting yang perlu dimiliki oleh setiap mahasiswa untuk sukses yaitu motivasi tinggi dalam belajar, menerima setiap tantangan, siap mengambil berbagai kesempatan, dan pandai menjalin networking. “Saya bersyukur bisa belajar di Bahasa Inggris UMM. Ketika bisa berbahasa Inggris, saya bisa dengan mudah berkomunikasi dengan kolega dari benua lain. Apalagi saat ini di tengah pandemi, skill networking dan komunikasi sangat bermanfaat bagi profesi yang saat ini saya tekuni,” terang Teguh dihadapan peserta webinar. Desy Indriyani salah satu peserta webinar yang merupakan guru SMP Kota Batu merasa senag dengan acara yang terselenggara dan ia pun bangga menjadi bagian dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM. “Alhamdulillah, ELED UMM membuka kesempatan jalan saya menjadi seperti sekarang ini,” papar perempuan berkacamata itu. raf
Trik Penting Jadi Mahasiswa Baru Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM

ELED News – Ajak mahasiswa baru kenali persiapan menjalani kehidupan di universitas, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris adakan virtual webinar bertajuk ‘Splash Your Problems Get into Uni Life’. Hadir sebagai pemateri kunci yaitu Dra. Dwi Poedjiastuti, Ph.D dan Dr. Sri Hartiningsih, M.M (21/7). Menyampaikan materi tentang hal yang perlu dipersiapkan menghadapi dunia perkuliahan dan bagaimana sukses belajar dalam dunia akademis, utama sukses studi di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM, Dwi Poedjiastutie, Ph.D menekankan pentingnya penguasaan beberapa skill. Poedji, doktor lulusan Curtin University Australia itu menyampaikan bebera skill yang akan dibekali univesitas untuk mahasiswa selama di UMM, diantaranya kreatifitas, berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi. Dalam skill berkomunikasi, lebih lanjut, Poedji menjelaskan bahwa, “Di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM, mahasiswa tidak hanya dibekali bisa berbahasa Inggris secara lancar, tapi juga memahami konteks bagaimana bahasa itu digunakan. Keterampilan berkomunikasi itulah yang diajarkan di universitas,” pungkas Poedji kepada sekitar 100 peserta webinar itu. Namun, dari kesemua itu, Poedji yang pernah menjabat sebagai Direktur Language Center UMM itu menekankan bahwa kesemua skill yang diberikan universitas itu tak lantas manjur untuk mencapai kesuksesan. “Tidak begitu saja kesuksesan bisa dicapai jika tidak dibarengi dengan kemauan diri sendiri. Untuk itu, personal attribution juga penting. Jadi, antara universitas dan kemauan mahasiswa harus sinergi,” pungkas Poedji. Selanjutnya, secara teknis, Dr. Sri Hartiningsih, M.M Direktur Kursus Bahasa Asing UMM itu menjeaskan pentingnya terlibat dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di samping kegiatan akademis. Di antara banyaknya UKM di UMM, beberapa yang bisa menjadi pilihan mahasiswa baru Prodi Pendidikan Bahasa Inggris adalah kegiatan English Club atau kegiatan semisal untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing. Namun, selain meningkatkan kemampuan bahasa, UKM di UMM juga bervariasi yang mana bisa menggali minat dan bakat mahasiswa baru. Jika mahasiswa mengikuti aktifitas UKM selain perkuliahan akademis, maka mahasiswa akan memiliki nilai plus. Begitulah mahasiswa UMM harus memiliki nilai tambah daripada lulusan lain tidak sekadar kuliah pulang,” jelas Harti, doktor lulusan Universitas Udayana Bali itu. raf
Abdul Wahid: Sekelumit Cerita Inspiratif Sang Mantan Aktivis

ELED News – Pembelajaran dalam masa kenormalan baru telah dimulai. Pemberlakuan pembelajaran daring telah berlangsung hampir di seluruh pelosok negeri. Dibandingkan dengan pada saat baru terjadi pandemi COVID-19 beberapa bulan yang lalu yang “tiba-tiba daring” pembelajaran semester ini dirancang lebih awal dengan mengintegrasikan teknologi lebih sempurna. Dalam rangka melaksanakan himbauan pemerintah dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang pembelajaran daring, Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah (MTsM) 1 Kota Malang berinovasi dengan melaksanakan pembelajaran daring tematik terintegrasi. Sekolah yang dikomandani oleh alumnus Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM, Abdul Wahid, ini mengemas pembelajaran daring agar menarik dan bermakna. Kalau sebelumnya kita mengenal pembelajaran tematik terintegrasi di Sekolah Dasar (SD) langkah ini diambil oleh Wahid dalam rangka meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran daring. Mantan ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Progressio periode 2002-2003 ini menjelaskan bahwa “Kami mencari irisan Kompetensi Dasar (KD) dari mata pelajaran yang ada, dan bersama tim mata pelajaran tersebut guru membuat materi pembelajaran daring yang menarik lengkap dengan evaluasinya.” Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa semua guru bersemangat melalui proses persiapan pembelajaran tersebut dan siap memulai pembelajaran daring ala MTsM 1(MATSAMUTU). Efektif mulai senin ini (20/7/2020), MATSAMUTU melaksanakan himbauan pemerintah dan Majelis Dikdasmen Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk melaksnaakan pembelajaran daring. Lebih lanjut, Wahid menjelaskan bahwa menjadi pelopor dalam menerapkan hal yang baru dalam rangka menjalankan aturan yang berlaku itu tidak mudah. Di bawah Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, inovasi pembelajaran ini tergolong baru. Perlu waktu yang cepat untuk mengkaji inovasi tersebut dan perencanaan yang matang sehingga inovasi tersebut dapat dilaksanakan sekaligus menjawab tantangan pembelajaran selama pandemi. Menjadi mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris pada tahun 1999 telah membulatkan tekadnya untuk tidak hanya menuntut ilmu kependidikan dan kebahasaan, tapi ia ingin memperbanyak pengalaman dalam berorganisasi. “Pilihan saya untuk masuk menjadi mahasiswa di kampus putih UMM telah mengantarkan saya pada pencapaian kompetensi akademik dan organisasi,” kenang mantan Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) periode 2003-2004 ini. Harapannya pada calon mahasiswa dan mahasiswa baru di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM adalah potensi harus ditemukan dan terus diasah pada saat kuliah. Ia tegaskan bahwa kemandirian dan kemampuan terus berpikir jauh ke depan harus sudah terpetakan pada saat-saat tersebut. Iapun mencontohkan, dengan kemampuan berkomunikasi secara interpersonal terutama dengan bahasa Inggris ia telah mengantarkan MATSAMUTU berkolaborasi dengan Islamic International School of Malaysia dan Trinity international school India. Diakuinya, kekalangkabutannya menyelesaikan tugas kuliah dan tanggungjawab di organisasi yang ia rasakan berat pada waktu menjadi mahasiswa sekaligus aktivis, tidak lagi ia rasakan saat ini. Hal ini karena kemampuan manajemen waktu yang telah terlatih sejak dulu. “Pada saat menjabat ketua HMJ itu saya juga menjabat sebagai ketua bidang kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) “Raushan Fikr” FKIP dan pada tahun berikutnya saat saya menjabat menjadi ketua SEFA saya mendapatkan amanah menjadi ketua bidang internal Koordinator Komisariat IMM UMM,” tandasnya. Demi kecintaan pada almamater dan kepeduliaannya dalam menyiapkan calon guru berpengalaman, maka ia membuka kesempatan pada beberapa mahasiswa FKIP UMM untuk memulai karir mengajarnya di MATSAMUTU. Tercatat saat ini ada tujuh alumni FKIP UMM dari berbagai jurusan menjadi tim solid dalam mengembangkan MATSAMUTU yang saat ini sedang mengembangkan diri dengan membangun ma’had dan menginisiasi kelas internasional. Entah ide apa lagi yang akan Wahid cetuskan untuk dunia pendidikan dan perguruan Muhammadiyah. Yang pasti inovator yang lahir dari rahim Prodi Pendidikan Bahasa Inggris ini akan terus menginspirasi di luar sana.(rin/ed_raf)
Menuju Sinta 3, Celtic Ajukan Reakreditasi Jurnal

ELED News – Penelitian merupakan salah tri darma perguruan tinggi, maka dari itu Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang melakukan perhatian khusus dalam dunia publikasi artikel ilmiah melalui penerbitan berkala jurnal yang berada di bawah naungannya. A Journal of Culture, English Language Teaching, Literature and Linguistics atau disingkat dengan Celtic merupakan nama dari jurnal tersebut. Celtic terbit sebanyak dua kali dalam satu tahun, bulan Juni dan Desember. Dalam satu nomor terbitan, Celtic menerbitkan 10 artikel yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, bahkan dari manca negara, salah satunya berasal dari negeria yang hampir setiap edisinya selalu ada penulis yang mengirimkan tulisannya. Tentunya, hal ini menjadi hal yang sangat positif bagi Celtic untuk lebih dikenal di level internasional. Celtic pertama kali terbit pada tahun 2014, namun sempat terkendala teknis pada tahun 2016 hingga tahun 2017. Celtic kembali terbit pada tahun 2018 dengan Volume 3 No 1. Pada tahun 2018, menjadi titik balik dari Celtic karena sejak saat itu Celtic secara berkala terbit hingga sekarang serta menerbitkan terbitan yang menggunakan Online Journal System (OJS) yang bisa diakses secara mudah di internet. Puncaknya pada tahun 2019 akhir Celtic mendapatkan akreditasi Sinta 5 yang menjadi penanda eksistensi Celtic di kancah penjurnalan nasional. Selain penulis internasional, reviewer Celtic juga datang dari peneliti internasional. Salah satunya Dr. Willy Ardian Renandya. Pada bulan Juni akhir tahun 2020, Celtic menerbitkan Volume 7 No 1 dengan pengelolaan dan tampilan yang lebih baik. Dari jumlah naskah ada penambahan, awalnya ada 8 naskah di setiap terbitan sedangkan pada terbitan terbaru ini Celtic menerbitkan 10 naskah. “Terbitan Volume 7 No 1 banyak perbaikan di pengelolaan dan konten artikel karena terbitan ini akan diajukan kembali untuk akreditasi yang lebih baik,” terang Nina Inayati, M.Ed., salah satu Managing Editor Celtic. Pada awal bulan Juli 2020, Celtic telah mengajukan akreditasi. “Kami sangat optimis Celtic akan mendapatkan akreditasi yang lebih baik, minimal Sinta 3. Kita harus optimis,” tegas Bayu Hendro Wicaksono, P.hD., Editor in Chief dari Celtic. Dia juga mengajak akademisi, peneliti, mahasiswa dan parktisi pendidikan untuk memasukkan tulisannya di Celtic untuk terbitan berikutnya, Volume 7 No 2 pada bulan Desember. Info lebih lanjut bisa diakses di link berikut ini http://ejournal.umm.ac.id/index.php/celtic/announcement. Mas
PLP Daring, Terobosan Magang Sekolah dari FKIP UMM

ELED News – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali berinovasi. Kali ini inovasi tersebut dalam bentuk Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Daring. Berita ini tentu saja sangat menggembirakan bagi para mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Prodi Bahasa Indonesia, Prodi Biologi, PGSD, Prodi Matematika, serta Prodi PPKN yang berada di bawah naungan FKIP. Kegembiraan tersebut sangat beralasan karena para mahasiswa yang khawatir tidak bisa mengikuti mengikuti PLP (dulu bernama magang) karena sekolah-sekolah mitra tidak memungkinan untuk menerima mereka di karenakan pandemi COVID-19 akhirnya tidak terjadi dengan adanya PLP Daring ini. Hal ini tak lain karena kebijakan inovatif and responsive dari FKIP, yang dalam hal ini dijalankan oleh Unit PLP Dan Microteaching, dalam menyikapi situasi tersebut. Sebagai salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) unggul nasional, FKIP UMM senantiasa aktif untuk berinovasi dalam proses pembelajaran di kelas maupun pelaksanaan magang. “PLP daring adalah suatu terobosan FKIP UMM untuk memfasilitasi mahasiswa supaya tetap bisa melakukan PLP meskipun tanpa harus belajar, observasi dan diskusi langsung dengan sekolah-sekolah mitra karena kami melakukannya berbasis online platform,” tegas Drs. Nurwidodo, M. Kes., Kepala Unit PLP Dan Microteaching FKIP UMM, ketika memberikan pembekalan PLP kepada Dosen dan Guru Pembimbing Lapangan serta seluruh peserta PLP secara virtual melalui Zoom dan YouTube. Diatas adalah bukti keseriusan FKIP memberikan pelayanan terbaik kepada para mahasiswa. PLP Daring, yang sejatinya bernama PLP 1, ini bisa dikatakan breakthrough mengingat dalam pelaksanaannya dari awal-sampai akhir benar-benar taat azas protokol kesehatan COVID 19 yaitu tanpa ada tatap muka atau semuanya daring. Yang luar biasa dari pelaksanaan PLP 1 Daring ini adalah semua pihak didalamnya (baik para Dosen dan Guru pembimbing serta para Kepala Sekolah di sekolah mitra) bisa langsung mengimplementasikannya tanpa kendala yang berarti. Ini jelas karena persiapan, komitmen, integritas serta tanggung jawab para personil yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung dalam pelaksanaan PLP 1 Daring. Aninda Nidhommil Hima, S.Pd., M.Pd., Koordinator Pelaksana PLP yang juga Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, menjelaskan “PLP 1 Daring ini tak lain sebagai pengganti antara Magang 1 dan 2 ini bertitik berat pada proses pemahaman penyelenggaraan institusi kependidikan serta bagaimana proses menyiapkan pembelajaran.” Beliau menambahkan, “Hal yang lebih menarik lagi, semuanya berbasis internet sehingga komunikasi antara mahasiswa dan Dosen serta Guru pembimbing menjadi borderless and timeless.” Pembaruan-pembaruan seperti di atas akan selalu diupayakan secara maksimal oleh FKIP bukan hanya dalam hal pelaksanaan PLP 1 tapi juga pelayanan-pelayanan akademik lainnya sehingga mahasiswa mendapatkan kualitas pelayanan terbaik dan akhirnya mereka bisa menjadi pendidik yang profesional. Al/ed_raf
Virtual Class, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM Fasilitasi Siswa SMA Trik Raih Skor Tinggi di Tes Kemampuan Bahasa Inggris

ELED News – Meraih skor tinggi dalam tes kemampuan bahasa Inggris merupakan kompetensi yang menjanjikan. Pasalnya, beberapa instansi pendidikan dan funding beasiswa mensyaratkan pelamar untuk memiliki skor setara 500 dalam tes TOEFL. Inilah yang menjadi perhatian Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang. Dimoderatori oleh Riski Lestiono, M.A, dosen Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM, acara yang bertajuk ‘Powerful Ingredient to Score a Language Test’ itu diikuti oleh siswa SMA dan beberapa pengajar bahasa Inggris (7/7/2020). Banyak dari pemelajar bahasa Inggris menginginkan skor TOEFL tinggi, namun tak semua tahu tentang tips dan triknya. Memulai acara, Hastrin Widi Astuti, pemateri kunci pada virtual class ini menjelaskan materi tentang simple tense, modal verbs, expletive construction, dan gerund. Selain itu, Widi juga memaparkan penggunaan teori yang disampaikan ke dalam contoh konteks penggunaannya. Selanjutnya, Widi, begitu ia akrab disapa, menjelaskan bahwa tidak semua 16 tenses akan muncul pada soal TOEFL, melainkan hanya beberapa saja. Ada tiga tenses yang sering muncul pada tes TOEFL di antaranya simple present tense, yakni untuk mengetahui test takers berasal dari berbagai latar belakang keilmuan. Kedua, past tense, yaitu soal terkait dengan histori yang pernah terjadi di Amerika atau Canada. Ketiga, present perfect, yaitu kegiatan yang masih terjadi sampai sekarang. Dihadapan 110 peserta, Widi, alumnus University of Queensland Australia itu menekankan bahwa, “Untuk tenses seperti present continues jarang sekali dijumpai di tes ETS (lembaga resmi TOEFL), untuk itu peserta tes tidak perlu mengafal dan mempelajari semua tenses,” papar dosen Universitas Negeri Malang itu. Pada praktiknya, saat masa persiapan, peserta tes tidak perlu menghafal semua gramatika bahasa Inggris, cukup sering membaca saja. Menurutnya, dengan sering membaca, seseorang akan lebih mudah mengenal dan memahami teori. Ia pun menyarankan bagi peserta tes agar setidaknya melakukan persiapan sekitar tiga atau empat bulan sebelum mengambil test. Bagaimanapun, hal itu tergantung dengan nilai tes awal seorang peserta. Memotivasi peserta virtual class, Widi menggaris bawahi bahwa faktor suksesnya seseorang berhasil mendapatkan nilai tinggi pada tes TOEFL tak hanya karena faktor guru atau instruktur, melainkan motivasi seseorang untuk sukses meraih apa yang ingin ia capai. Acara ini disambut positif oleh salah satu peserta atas nama Pratiwi Bahar. “Kedepan saya berharap virtual class diikuti dengan latihan mengerjakan soal,” papar perempuan asal Mamuju, Sulawesi Barat itu. raf
Raih IPK 3.92, Yeni Febriani Bangga Jadi Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM

ELED News – Dalam gelaran Yudisium FKIP UMM Periode II 2020, Yeni Febriani dinobatkan sebagai calon wisudawan terbaik Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dengan Raihan IPK 3.92. Dilakukan dalam jaringan melalui kanal zoom dan YouTube, Yudisium FKIP UMM berlangsung di ruang sidang FKIP GKB 1 Lt.6 (1/7). Ketertarikan Yeni pada pembelajaran bahasa Inggris terbukti direfleksikan dengan penelitiannya tentang kesalahan gramatikal pada mata kuliah writing. Dibimbing oleh Nina Inayati, M.Ed. dan Rosalin I Gusdian, M.A, Yeni mampu menyelesaikan studi sarjananya dengan waktu 3 tahun 9 bulan. Yeni bangga bisa menempuh studi di prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM. Menurutnya, ilmu dan pengalaman yang ia dapatkan akan bermanfaat bagi masa depannya. “Kesan saya selama kuliah di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM adalah saya mendapatkan banyak sekali ilmu yang tak mungkin kita dapatkan kalau mencarinya dengan cara otodidak,” terang Yeni mahasiswi asal Ambon itu. Alasan Yeni mengambil Prodi bahasa Inggris adalah karena cita-citanya sejak kecil. “Dari sejak SD, saya sudah sangat menyukai bahasa inggris dan saya rasa passion saya di bahasa, jadi saya lebih menekuni dunia bahasa daripada yang lainnya,” pungkasnya. raf