Situasi Pandemi, Program Pascasarjana Pendidikan Bahasa Inggris UMM Adakan Ujian Daring

Suasana ujian online Progra Pascasarjana Pendidikan Bahasa Inggris UMM (24-25/6).

ELED News – Kegiatan akademik di masa pandemi harus terus berjalan. Untuk itu, Program Pasca Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang Lakukan Ujian Thesis Online (24-25/6). Dr. Estu Widodo, M.Hum, Kaprodi Pasca Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris UMM percaya bahwa teknologi mampu mengatasi keterbatasan yang ada saat ini. “Saya pribadi lebih optimis melihat perkembangan teknologi karena terbukti bisa dipelajari dengan cepat dan bisa diaplikasikan dengan mudah. Jadi, apa yang sekarang terjadi telah merubah mindset bahwa generasi lama kesulitan mengikuti teknologi yang sekarang justru sedang berkembang pesat dan terus berubah,” papar Estu, doktor lulusan Universitas Gadjah Mada itu. Terkait ujian di masa pandemi, Estu positif bahwa kegiatan akademik harus tetap berlanjut dengan kondisi ini. Estu berkata, “Dosen dan mahasiswa dari generasi yang berbeda menjadi terbiasa dengan teknologi yang terbukti sangat membantu. Hal ini juga sekaligus menguatkan keyakinan saya bahwa setiap permasalahan harus diikuti dengan pemecahan masalah, bukan menyerah pada masalah tanpa solusi. Karena di situlah pada hakekatnya manusia berkembang dan survive.” Dibimbing oleh Dr. Sri Hartiningsih, M.M dan Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D, Vania Delicia, mahasiswa Program Pascasarjana Prodi Pendidikan Bahasa Inggris yang mengikuti ujian menyambut positif ujian daring yang dilakukan Prodi. Ia merasa terbantu dengan langkah ini. “Menurut saya, ujian thesis online ini sangat membantu. Memudahkan baik mahasiswa maupun dosen dalam waktu dan kondisi apapun untuk tetap bisa melaksanakan ujian,” papar perempuan asal Sidoarjo itu. Meski demikian, ada beberapa kendala teknis yang dihadapi saat ujian online berlangsung, seperti kurang stabilnya jaringan mahasiswa di beberapa wilayah. raf

Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Hadiri Pertemuan Rutin ELTeaM

Pertemuan online asosiasi ELTeaM.

ELED News – Tergabung dalam asosiasi English Language Teaching Materials (ELTeaM), Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM bersama dengan anggota lain dari Filipina, Inggris, Singapura, Malaysia, Indonesia, dan Kuwait. Hadir dalam pertemuan rutin (26/6) asosiasi ELTeaM, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris tingkatkan potensi kerjasama internasional. Sebuah prestasi bagi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dapat bergabung dengan asosiasi ELTeaM. Dengan bergabungnya Prodi dengan ELTeaM ada beberapa keuntungan yang didapat. Diantaranya adalah dalam penyusunan kurikulum. Penyusunan kurikulum di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris selama ini bukan atas inisiatif sendiri tapi dengan melihat peluang kerja dan atas masukan asosiasi ELTeaM. Selain itu, keuntungan tergabung dalam asosiasi ELTeaM bagi Prodi adalah pengakuan internasional. Apapun kerjasama bidang akademik yang kita lakukan di Prodi akan dapat pengakuan internasional, seperti international conference COETIN yang dilakukan beberapa tahun lalu karena pembicara yang hadir setidaknya berasal dari tiga negara. Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D., Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris optimis bahwa keterlibatan Prodi dalam ELTeaM akan membawa manfaat akademis lainnya seperti dalam pengelolaan jurnal. “Kita patut bangga bahwa Prodi ini bisa tergabung dalam ELTeaM karena tidak semua Prodi bisa bergabung di dalamnya. Ke depan, akan ada beberapa aktivitas akademik yang akan di follow-up Prodi,” terang Bayu, doktor lulusan University of South Australia itu. raf

Dialogic Reading, Buku Karya Kolaborasi Dosen Bahasa Inggris UMM

ELED News – Peduli terhadap pengajaran Bahasa Inggris anak-anak (English for Young Learners), dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM berkolaborasi gagas buku Dialogic Reading yang diterbitkan oleh UMM Press. Akademisi dan kompetensi akademik adalah dua sisi terikat erat dari seorang dosen. Hal itu juga diamini oleh para pengajar Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM. Untuk itu, para dosen Prodi senantiasa memberikan yang terbaik dalam proses pembelajaran dan selalu berkarya guna kemajuan pendidikan di Indonesia. Kali ini kontribusi nyata kembali ditorehkan oleh dewan pengajar eLed UMM. Para dosen tersebut adalah Dr. Fardini Sabilah, M.Pd. Rina Wahyu Setyaningrum, M.Ed., Riski Lestiono, M.A, Erlyna Abidasari, M.A., M.Ed., dan Lailatul Rif’ah, M.Pd. Mereka berkarya lewat buku berjudul “Dialogic Reading: Pedoman Pembelajaran Membaca Sambil Berdialog”. Buku ini adalah salah satu buku yang tepat untuk dijadikan rujukan dalam pembelajaran dan pengajaran Bahasa Inggris anak-anak(EYL) karena isi bukunya yang mudah dipahami dengan pembahasan yang ringan namun cukup komprehensif. Di Prodi, Dr. Fardini Sabilah, M.Pd., Rina Wahyu Setyaningrum, M.Ed., Riski Lestiono, M.A., Erlyna Abidasari, M.A., M.Ed., dan Lailatul Rif’ah, M.Pd. adalah nama-nama yang tidak asing untuk bidang kepakaran EYL. Mereka adalah para experts di bidang tersebut mengingat sudah cukup banyak karya-karya dari mereka di bidang EYL baik berupa buku, modul, karya ilmiah maupun media pembelajaran. Karya-karya nyata dari mereka dan dosen-dosen Prodi dibidang EYL menjadikan EYL salah satu program unggulan dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris karena program ini cukup unik, menarik, serta menyenangkan. Lebih menarik lagi, program ini hanya dimiliki oleh Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM yang tidak ada di kampus-kampus lain di wilayah Malang. Untuk itu, EYL merupakan salah satu mata kuliah primadona para mahasiswa ketika memilih penjurusan mata kuliah. Salah satu penulis buku “Dialogic Reading: Pedoman Pembelajaran Membaca Sambil Berdialog”, Riski Lestiono, M.A yang juga maestro di bidang penerjemahan, menegaskan bahwa produktifitas dari para pengajar Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM tidak lepas dari kemudahan dan dukungan baik dari universitas maupun dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris lewat pengadaan workshop, seminar, fasilitas-fasilitas pendukung, serta referensi-referensi yang memadai. Ini membuat para dosen terpacu untuk memberikan kontribusi ilmiah terbaiknya. Hal tersebut menjadi bukti nyata bahwa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM selalu melangkah maju untuk meningkatkan kualitas para pengajar, pembelajaran, serta pengajarannya. Hal ini teridentifikasi jelas yang salah satunya melalui keteraturan serta kualitas karya-karya yang dihasilkan oleh para dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM. Maka, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM merupakan salah satu jurusan yang terdepan dalam karya cipta ilmiah.   Writer/ Editor: Al/Rfk

TAEP, Alat Ukur Kemampuan Bahasa Inggris Juarai Kompetisi Karya Masterpiece Dosen

Poster TAEP yang memenangkan kompetisi masterpiece dosen dalam Milad UMM ke 55.

ELED News – Di era global ini, penutur bahasa Inggris bukan lagi didominasi oleh penutur asli (native speaker), melainkan juga digunakan secara masif oleh penutur dari kalangan asing (non-native speaker). Untuk itu, Dr. Masduki, M.Pd., dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM dan tim kembangkan tes kemampuan bahasa Inggris secara mandiri bernama Test of Academic English Proficiency (TAEP). Dengan bangga, pada Selasa (24/6), TAEP dinobatkan sebagai juara 1 kompetisi karya masterpiece dosen pada Milad 55 UMM. Dilihat dari praktiknya, pembelajar bahasa Inggris seringnya menggunakan bahasa Inggris dengan sesama non-native speaker, jarang sekali dengan native speaker. “Di Indonesia dan di kawasan regional Asia ini, Bahasa inggris dipelajari oleh non-native speaker dan juga diajarkan oleh non-native speaker. Pun setelah belajar, orang Indonesia tidak mesti menggunakan bahasa Inggris untuk komunikasi dengan native speaker. Justru, kebanyakan mereka menggunakan  untuk komunikasi dengan non-native peaker,” pungkas Dr. Masduki, M.Pd. Melihat fenomena ini, Dr. Masduki, M.Pd. dan tim memandang bahwa gagasan mengembangkan alat ukur pengujian kemahiran bahasa Inggris yang sesuai dengan konteks Indonesia dan regional Asia perlu dilakukan. Menggunakan metode Research & Development (R&D), TAEP dikembangkan untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat Indonesia. Adapun keunggulan TAEP dibandingkan tes lain yakni terletak pada bagian listening dan reading. Pada bagian listening, sampel suara penutur tidak hanya diambil dari native speaker melainkan juga non-native speaker, sebagaimana bahasa Inggris yang digunakan di Indonesia, Malaysia, Jepang, India, Arab, China dan negara lain. Sehingga, percakapan dalam audio terlihat lebih nyata sesuai konteks yang ada. Sementara itu, pada bagian reading, konten teks menggunakan diskursus budaya lokal Indonesia dan Asia dengan porsi yang lebih banyak.  Dengan itu, budaya Indonesia dan Asia mewarnai konten reading passage pada TAEP. Selanjutnya, hal yang menjadi nilai tambah bagi TAEP ini adalah kecepatan penyelesaian hasil tes (test report) kepada test taker TAEP online. Dengan waktu kurang dari 5 menit, e-certificate bisa didapatkan dalam waktu yang super cepat dan akurat. Validitas nilai tes pun bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun di dunia ini. Selain internal user dari UMM, sejak 2016, TAEP telah digunakan oleh user eksternal UMM. Untuk user eksternal, diantaranya TAEP telah digunakan dalam rekrutmen karyawan Bank Indonesia, OJK Indonesia, PT Pertamina Trans Kontinental, Yayasan Muslim Al-Azhar BSD, Universitas Kuningan, Politeknik Kediri, dan banyak institusi lain di Indonesia. Kedepan, TAEP akan terus dikembangkan untuk menjadi alternatif alat ukur kemampuan bahasa Inggris di dunia. “TAEP juga disiapkan untuk membebaskan anak bangsa Indonesia ini dari dominasi tes provider asing. Sehingga, untuk mengetahui kemampuan bahasa Inggris tidak harus bayar mahal. Hasilnya pun sangat berkorelasi positif dengan hasil tes lain yang sudah standard. Dengan tes ini, semboyan kita semakin nyata yaitu Muhammadiyah untuk Bangsa,” terang Dr. Masduki, M.Pd. raf

Hobi Baca dan Suka Dunia Anak, Luthfiya Hadirkan Solusi Kelas Bermain Online di Tengah Pandemi

Salah satu kegiatan kelas bermain online Harmoni.

ELED News – Peduli dengan perkembangan anak di usia emas (golden age), Luthfiyatul Muniroh, alumnus Prodi Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2009 FKIP UMM inisiasi kelas bermain online di tengah pandemi COVID-19. Menyadari adanya kesenjangan antara pentingnya waktu bermain pada anak-anak bersama orang tuanya, terutama di tahun-tahun awal perkembangan anak (0-5 tahun), dan terbatasnya kesempatan orang tua untuk menghadirkan informasi mengenai ide bermain atau bahkan bacaan untuk mengisi waktu bersama anak-anak, Fya, alumnus dengan penjurusan kelas English for Young Learners (EYL), memulai sharingnya mengenai ide bacaan dan permainan melalui akun instagram dan blog pribadinya. Di platform virtual itu, Fya, begitu ia akrab disapa, dipertemukan dengan beberapa teman sesama Early Childhood Education (ECE) entusiast dan sering berdiskusi bahkan saling tukar informasi mengenai website dan akun ECE di instagram dan YouTube. Pada puncaknya, ketika COVID-19 dinyatakan sebagai pandemi dan banyak sekali keluarga yang terdampak, maka Fya bersama salah satu teman bloggernya berinisiasi untuk melakukan penggalangan dana bagi keluarga yang sedang unpaid leaving. Saat itu, Fya dan koleganya sama-sama mencari ide untuk melakukan aktivitas tanpa harus keluar rumah meninggalkan keluarga. Sehingga, tercetuslah ide untuk membuka kelas bermain online. Kelas bermain diinisiasi sebagai salah satu opsi bagi orang tua yang ingin mengisi waktu bermain bersama anak dengan lebih terarah dan tentu menyenangkan. Di awal kelas, biaya pembelajaran dipatok dengan harga Rp 20,000,- untuk dua kali meeting yang mana semua uang terkumpul didonasikan pada mereka yang membutuhkan. Project ini berlangsung selama bulan suci Ramadhan dan berhasil mengumpulkan sekitar 35 donatur dalam satu bulan, target donasi pun alhamdulillah tercukupi berkat bantuan para orang tua yang berpartisipasi. “Surprisingly, setelah project tersebut selesai, kami menerima banyak sekali respon positif dari para orang tua terhadap kelas bermain online ini, banyak di antara para donatur yang mendorong kami untuk melanjutkan kelas tersebut, bahkan beberapa sudah mendaftar lagi sebelum kami mengiyakan. Dari sinilah kami berdua sepakat untuk serius membuka kelas bermain,” pungkas perempuan yang pernah tinggal di Jepang itu. Lalu kenapa kelas bermain? Bukan kelas belajar? Karena target kelas bermain online Harmoniini adalah anak-anak usia 2-5 tahun (pre kindy) yang secara fitrahnya masih dalam masa bermain. Jikalau ada berbagai ilmu pengetahuan yang disisipkan, hal itu merupakan pengenalan saja, target utama Kelas ini adalah membantu  orang tua untuk mempunyai ide bermain bersama anak-anak di rumah yang menyenangkan dan mudah. “Selain itu, kami juga berupaya untuk memberikan ide permainan dengan menggunakan alat dan bahan yang ada di dalam rumah, jika pun harus ada yang dibeli kami akan memberikan opsi lain yang memudahkan orang tua untuk mendapatkannya,” pungkasnya. Fokus bermain pada kelas harmoni ada pada tiga area perkembangan anak, yaitu perkembangan bahasa (language and literacy development), perkembangan kognitif, dan motorik halus (fine motoric), ketiganya dirangkum dalam kegiatan sebagai berikut sing along, read aloud and/or story telling, kegiatan inti sesuai tema, dan crafting. Sementara untuk motorik kasar dan perkembangan socio-emotional, diberikan melalui home project yang bisa dilakukan bersama orang tua di rumah. Berbicara mengenai kurikulum dan metode pembelajaran, Fya dan kolega sepakat bahwa ini merupakan kelas bermain maka diputuskan bahwa panduan utama dalam kelas ini bisa fleksibel diadopsi dari beberapa sumber. Misalnya saja, dalam menerapkan kelas bermain ini, kurikulum PAUD dari Kemendikbud dijadikan sebagai salah satu acuan dalam rancangan lesson plan. Sementara tema dan ide bermain, didapatkan dari berbagai sumber termasuk buku-buku metode Montessori. Dalam membuat materi kelas bermain ini, tak jarang juga Fya dan timmenyusun sendiri cerita dan lagu untuk disajikan di kelas bersama anak-anak. “Motto kami di kelas main Harmoni ini adalah bermain dengan mudah, murah, dan terarah,” terang Fya yang hobi story telling itu. raf  

New Normal, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM Perkuat Pengajaran Independent Learning Bagi Guru SMA/SMK

Guru SMA dan SMK sebagai peserta online workshop Project-based Learning (22/6).

ELED News – Peduli terhadap pengajaran Bahasa Inggris di tingkat SMA dan SMK di masa pandemi COVID-19, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM gelar pelatihan pengajaran dengan menekankan pada pentingnya Independent Learning and Project-based Learning to Support Online Teaching melalui platform Zoom (22/6). Teguh Hadi Saputro, M.A. hadir sebagai pemateri kunci. Untuk menjadikan siswa mandiri (independent) dalam belajar secara online, guru harus mampu mendesain Project-based Learning dengan baik. Dengan itu, rancangan pembelajaran harus dilakukan secara detil dan dirancang sejak pertemuan pertama sampai akhir secara jelas dan komprehensif, sehingga tidak bisa dilakukan secara instan. Adapun karakteristik dalam pembelajaran berbasis proyek adalah materi yang disajikan otentik, menarik partisipasi siswa, dan siswa mampu melakukan refleksi terhadap pembelajarannya. “Jadi menurut saya, mindset yang salah jika Project-based Learning diartikan sebatas ‘doing project’. Bukan itu, Project-based Learning harus memiliki rencana yang matang, materi yang sesuai, tugas dan penilaian yang jelas,” ungkap dosen lulusan Victoria University of Wellington, New Zealand itu. Jika Project-based Learning mampu dilakukan dengan baik oleh guru, maka siswa dengan mudah akan menjadi pembelajar mandiri (independent learners). Hal terpenting yang harus dimiliki guru demi tercapainya independent learning adalah perubahan mindset mengajar. “Bukan berarti jika telah memakai Google Classroom atau Zoom itu disebut online learning dan siswa dianggap akan mampu belajar secara mandiri, ” jelas Teguh. Di akhir sesi, diskusi tentang bagaimana online learning selama ini dilakukan di sekolah-sekolah dikupas. Beberapa guru SMA/SMK mengaku kesulitan dengan penggunaan aplikasi online learning yang tepat, cara memberi feedback pada aktivitas siswa, dan hal teknis seperti sulitnya sinyal pada pembelajaran. Diikuti oleh 150 guru SMA dan SMK se Indonesia pelatihan ini disambut baik oleh para peserta. Salah satunya, Devinta Puspita Ratri, ia mengaku senang mendapatkan materi yang bermanfaat dalam acara pelatihan project-based learning kali ini. raf

Pandemi Covid 19, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris sudah Siap dengan UAS Online sejak Lama

UAS online Semester Genap 2019/2020

ELED News – Minggu ini, 15-25 Juni 2020 adalah pelaksanaan UAS di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang, termasuk Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Pada UAS kali ini, semua dilaksanakan secara online mengingat masih dalam masa pandemi Covid 19. Menurut Adityo,M.A., salah satu dosen, sebetulnya UAS online bukanlah hal baru di prodi Pendidikan Bahasa Inggris. Hal ini mengingat beberapa dosen sudah mengaplikasikannya sejak beberapa tahun yang lalu. Di kelasnya sendiri, Adityo sudah menerapkan UAS online sejak 2016. Pada semester Genap 2019/2020 ini, contohnya, mata kuliah Research in ELT yang diampunya menerapkan UAS online yang sebetulnya sudah mulai dikerjakan oleh mahasiswa sejak awal semester. “Desain UASnya adalah mahasiswa membuat proposal skripsi yang nanti dapat dilanjutkan di mata kuliah Thesis Writing di semester berikutnya. Sehingga diharapkan mahasiswa dapat lulus di semester 7,” ujarnya. Pada UAS online ini, para dosen di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris menggunakan berbagai aplikasi atau media yang mendukung dan mudah digunakan, seperti Google Form, Google Classroom, Google Meet, Zoom, dan Whatsapp. Dengan UAS online ini, mahasiswa dan dosen merasa nyaman dalam menjalankan kewajibannya meskipun dalam situasi pandemi Covid-19. (anw)

Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Siap Menyambut Perkuliahan Tahun Akademik 2020/2021

Suasana koordinasi persiapan perkuliahan tahun akademik 2020/2021 di Ruang Sidang FKIP (12/6).

ELED News – Menyambut tahun akademik baru 2020/2021, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang persiapkan rencana perkuliahan dengan seluruh jajaran dosen Prodi di Ruang Sidang FKIP (13/6). Dengan tetap mengikuti protocol COVID-19, koordinasi dilakukan dengan menjaga jarak dan memakai masker. Dipandu oleh Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris, Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D, koordinasi persiapan kuliah membahas rencana model kuliah yang akan dilaksanakan di era normal baru yang seperti diwacanakan pemerintah. Pada implementasinya, persiapan perkuliahan akan mematangkan pengadaan kuliah blended learning ataupun hybrid learning dengan membuat modul perkuliahan di tahun akademik 2020/2021. Bayu, Kaprodi lulusan Ph.D University of South Australia itu mengaku siap menyiapkan segala perangkat perkuliahan di tahun akademik baru dan termasuk sanagat senang menyambut mahasiswa baru angkatan 2020 ini. “Kami saat ini dalam rangka menyiapkan segala keperluan mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris yang akan memasuki perkuliahan akademik 2020/2021. Apapun keputusannya nanti, blended atau hybrid learning, kami berusaha semaksimal kami dalam melayani mahasiswa, ungkap Bayu. raf  

Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM Fasilitasi Guru SMA dan SMK Tingkatkan Kemampuan Pengajaran Bahasa Inggris

Brosur workshop online Independent Learning Mindset and Project-based Learning.

ELED News – Dalam kondisi COVID-19 saat ini, pembelajaran daring (Online Learning) adalah metode yang banyak digunakan oleh institusi Pendidikan di Indonesia. Untuk itu, pembelajaran mandiri (independent learning) menjadi penting. Peduli terhadap kondisi ini, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMM memberikan workshop online untuk guru-guru SMA dan SMK pada Senin (22/6). Diisi oleh Teguh Hadi Saputro, M.A, dosen alumnus Victoria University of Wellington New Zealand, materi workshop mengusung tema Independent Learning Mindset dan Project-based Learning to Support Digital Learning. Teguh, begitu ia disapa, merupakan ahli dalam bidang Computer Assisted Language Learning (CALL) dan Task-based Language Learning (TBLT). Workshop ini diperuntukkan oleh guru-guru SMA dan SMK. Selain mendapatkan pengetahuan tentang pengajaran bahasa Inggris, pendaftar workshop akan diberikan e-certificate. Adapun pendaftaran bisa dilakukan di https://forms.gle/2vn8RA3bBjhxYptt8. raf

Di Tengah Pandemi, Camaba 2020 Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM Datang dari Paser Kaltim

ELED News – Walau pada masa pandemi seperti sekarang ini, Pendaftaran Mahasiswa Baru (PMB) tahun akademik 2020/2021 Universitas Muhammadiyah Malang disambut positif oleh mahasiswa di berbagai daerah. Salah satunya, Salsabila Kirananda Hasanna Camaba asal Tanah Grogot Paser Kalimantan Timur. Salsabila, begitu ia biasa disapa, merupakan alumnus dari SMK Negeri 1 Tanah Grogot Paser. Ia memilih mendaftar di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris karena keinginannya meningkatkan kemampuan bahasa Inggris yang dimilikinya walaupun ia lulus dari sekolah kejuruan. “Saya ingin mempunyai tantangan baru dan kedepan saya ingin menjadi guru bahasa Inggris yang baik. Selain itu, saya mendaftar di sini karena UMM merupakan Perguruan Tinggi ternama di Malang,” papar camaba yang hobi membaca novel itu. Berada pada situasi pandemi COVID-19, Salsabila tak kehabisan akal, ia mencari segala informasi pendaftaran melalui website UMM dan segera mendaftarkan dirinya secara online. Selanjutnya, Salsabila, alumnus Jurusan Otomasi Tata Kelola Perkantoran itu yakin Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM akan memberinya bekal ilmu untuk masa depannya. “Motivasi saya bahwa selama ini bahasa Inggris dianggap sulit maka saya tertantang untuk belajar lebih banyak tentang bahasa Inggris. Dan saya yakin bahwa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris akan mengantarkan saya pada cita-cita saya,” ujar anak terakhir dari empat bersaudara itu. Hal senada juga disampaikan orang tua Salsabila, Luthfiani Ismawati, yang telah memberi restu putrinya memilih Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dan UMM. “Kami sangat percaya anak kami untuk menimba ilmu di Prodi dan UMM karena kami lahir dari keluarga guru, bapak ibu kami guru. Untuk itu, sewaktu anak kami memilih Prodi Pendidikan Bahasa Inggris kami sebenarnya kaget apakah putri kami bisa mejalaninya. Tapi kami sangat percaya bahwa di UMM pasti anak kami akan bisa secepatnya menyesuaikan diri dan lebih banyak belajar.  Kami sangat mendukung pilihan anak kami, kami percaya bahwa dengan belajar bahasa Inggris, putri kami bisa menggenggam dunia. Dengan itu, kami mohon bantuan bapak ibu dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris untuk mensupport anak kami agar lebih baik lagi, papar guru di SMK Negeri 1 Tanah Grogot itu. raf