Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM Adakan Rapat Kerja di Batam dan Singapura

ELED News – Dalam rangka meningkatkan kualitas pegajaran di seluruh Prodi di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang, Rapat Kerja (Raker) diselenggarakan di Batam dan Singapura (30/1-1/2). Raker beragenda pemaparan program kerja masing-masing Prodi dengan fokus capaian yang terlah direncanakan. Adapun bagi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, capaian yang ditargetkan adalah program internasionalisasi diantaranya publikasi ilmiah seperti media massa, artikel berindeks, dan juga kolaborasi antar universitas. Pada semester Genap 2019-2020 ini aka nada lecturer exchange yaitu dosen dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengajar di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM, pun sebaliknya satu dosen dari Prodi Pendidikan bahasa Inggris UMM mengajar di UAD. Bayu Hendro Wicaksono, PhD., Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris, menargetkan di empat tahun ke depan, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris sudah siap dengan internasionalisasi Prodi yang pada implementasinya yaitu memiliki akreditasi internasional. “Prodi ini gaungnya ke depan bukan lagi di skala nasinal lagi tapi sudah pada level internasional,” pungkas Bayu. (raf)
“Every Kid Deserves to be a Star” dan Resolusi ala Bocah dari Kelas Bahasa Inggris UMM

ELED News – Panggung aula BAU Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pagi itu, Ahad (29/12/2019), kembali riuh dengan celoteh para bocah berumuran 7-12 tahun yang mengikuti Art Performance sebagai acara penghujung program English for Young Learners (EYL). Dengan kemampuan Bahasa Inggris yang beragam, mereka menampilkan kebolehannya dalam bernyanyi, berpuisi, dan bermain peran. Sebagai acara puncak dari pembelajaran Bahasa Inggris yang telah dilaksanakan selama sepuluh kali pertemuan sejak akhir bulan Oktober lalu, acara ini dikemas untuk menyambut Tahun Baru 2020 dengan resolusi semakin percaya diri dalam mencapai cita-cita. Every Kid Deserves to be a Star, sengaja dipilih menjadi tema dalam Art Performance kali ini. “Puncak kegiatan EYL kali ini merupakan salah satu bukti bahwa dengan kemampuan yang beragam, siswa harus semakin percaya diri bahwa dengan belajar Bahasa Inggris yang menyenangkan mereka kelak akan menjadi bintang,” tutur Kharisma Naidi WS, M.Pd., dosen pengampu mata kuliah EYL di UMM. Ia menambahkan bahwa penampilan setiap kelas dari program EYL ini ditentukan sendiri oleh masing-masing kelas, dengan menyesuaikan pada tema besarnya. Rupanya para siswa sangat antusias dalam mempersiapkan setiap penampilan yang akan mereka suguhkan pada kedua orang tua mereka. Cahya, salah satu mahasiswa EYL yang mengajar di kelas 4 mengatakan bahwa penampilan siswanya kali ini diambil dari materi yang diajarkan di kelas tentang cita-cita. Bertajuk 4.0 Dream and Dancing Show, siswa memperkenalkan diri dalam Bahasa Inggris dan menyampaikan cita-cita mereka seperti youtuber, web designer, football player, atau model, tentunya di luar cita-cita yang selalu disampaikan oleh bocah seumuran mereka seperti dokter atau insinyur dan sontak membuat penonton bertepuk tangan. Tampil dengan kostum sesuai cita-cita mereka, penontonpun terpukau dengan fasihnya mereka menyanyikan lagu Be What You Wanna Be yang dipopulerkan oleh Darin, penyanyi asal Swedia itu. Penampilan yang tak kalah memukau yang lain adalah penampilan kelas 1, yaitu gerak dan lagu Baby Shark. Meskipun lagu tersebut sangat sederhana, tapi keberanian siswa kelas 1 untuk tampil di atas pangguanglah yang membanggakan bagi orang tuanya. Mereka berharap tahun depan putra-putri mereka semakin percaya diri dan berani tampil di panggung EYL lagi. Resolusi sederhana pun terlontar dari mulut mungil mereka ketika MC menanyakan “Hi first graders, will you come back to this stage next year?” dan semua secara kompak tapi malu-malu mengatakan “Yes” dan penonton pun bertepuk tangan. Tak mau kalah, kelas 2 pun menampilkan lagu Count on Me dan kelas 3 dengan berani menampilkan program televisi ala America’s Got Talent dengan tajuk Fabulous Got Talent dan A Million Dreamer Show. Masih dengan visi yang sama, setiap siswa berhak memilih cita-citanya sendiri. Diminta menyampaikan kesannya, Dessy Indriani, wali siswa kelas 3 Rafif Afkar Chaniago, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tahunan EYL di UMM karena ia merasakan manfaat yang didapatkan oleh putranya selama beberapa kali mengikuti kegiatan ini. Ke depan, ia berharap kegiatan ini terus berlanjut dan dapat diikuti lebih banyak siswa dari area Malang Raya. Menutup sambutannya, ia berharap banyak pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UMM untuk menjadi inisiator pembelajaran Bahasa Inggris untuk anak dengan mengedepankan pengalaman belajar menggunakan Bahasa Inggris seperti yang dialami oleh putranya selama belajar di UMM. Kegiatan EYL yang telah dilaksanakan lebih dari satu dasawarsa ini, telah menghasilkan guru-guru yang tidak hanya mengajar di sekolah-sekolah SD negeri dan swasta, tetapi telah mengantarkan mereka untuk mengajar di sekolah internasional dan luar negeri. Beberapa tahun belakangan tercatat mahasiswa asal Thailand selalu mengambil mata kulliah EYL sebagai mata kuliah pilihan mereka dan setelah lulus mereka mengamalkan ilmunya di berbagai sekolah nasional dan internasional di negeri gajah putih tersebut. Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UMM, Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D., membenarkan informasi tersebut. “Saat ini program EYL di UMM telah menjadi rujukan dari perguruan tinggi lain untuk menyelenggarakn program yang sama atau menyelenggarakan perkuliahan serupa. Terakhir dosen Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta juga bertandang ke UMM untuk belajar khusus tentang EYL dan dosen EYL kami, Rina Wahyu S, M.Ed., diundang sebagai pembicara kunci di Universitas Singaperbangsa Karawang,” papar Doktor alumni University of South Australia ini. Tampak sedikit perbedaan antara kelas yang lain, kelas 6 mampu menampilkan drama berjudul Turtle and Rabbit. Dalam drama tersebut tampak seorang guru sedang bercerita di depan siswa dengan dilengkapi dengan visualisasi cerita tersebut dengan penampilan siswa yang lain yang berperan menjadi kelinci, kura-kura, burung, dan pohon. Penonton tampak menikmati drama tersebut sambal sesekali tertawa tertahan karena beberapa kesalahan ucap dalam Bahasa Inggris. Salah satu siswa kelas 5, Aisyah Peravasa Effendy yang telah mengikuti kegiatan ini sejak kelas 1, menyampaikan bahwa ia banyak belajar berbicara dan tampil di depan penonton, dalam Bahasa Inggris. Itu pula yang memotivasinya untuk berani tampil dalam ajang lomba Bahasa Inggris sampai tingkat provinsi. “Tahun depan mau ikut EYL lagi biar bisa tampil lebih bagus dan ngomong lebih panjang lagi,” tutur siswa yang pagi itu didaulat untuk membuka penampilan penutup Art Performance dari kelas 5 berupa lagu gerak dan lagu Heal the World yang membawa pesan perdamaian dan menyampaikan semua anak dengan latar belakang budaya yang berbeda setuju untuk mencapai cita-cita setinggi-tingginya. Lagu penutup itu berakhir dengan seluruh siswa berdiri dan menyanyi di reffrein terakhir sambil membawa bunga mawar merah. Lagu Hero pun berkumandang untuk flash mop dan siswa pun berhambur menemui orang tua masing-masing untuk memberikan setangkai bunga mawar itu dan menyampaikan terimakasih telah membiarkan mereka mempunyai cita-cita. (Rin/ed_raf)
Pelatihan NVivo 12 Plus, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM Targetkan Jurnal Bereputasi Internasional

ELED News – Dalam rangka meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang menyelenggarakan pelatihan Artificial Intelligence dan NVivo 12 Plus bagi dosen Prodi di Ruang Sidang FKIP 614 (19-20). Salahudin, M.Si, dosen Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP UMM didapuk sebagai pemateri utama. Ia menjelaskan bahwa di era keterbukaan informasi seperti saat, data dimanfaatkan pada banyak aspek kehidupan kita, khususnya Pendidikan. Dalam dunia Pendidikan, teknologi pengolahan data secara massif telah diciptakan. NVivo menjadi salah satu alat analisis data penelitian kualitatif. Berbeda dengan penelitian kuantitatif yang selama ini alat uji validitasnya sudah diakui, melalui NVivo, penelitian sosial kini juga memiliki alat ukur uji validitas. “Melalui NVivo 12 Plus ini banyak sekali fitur pengolahan data dan analisa yang bisa dilakukan dengan cepat dan tepat sehingga akan sangat membantu peneliti dalam efisiensi waktu dan tenaga,” pungkas lelaki yang saat ini sedang melakukan studi di UMY itu. Selama dua hari, pelatihan NVivo meliputi manajemen referensi, manajemen klasifikasi data, manajemen Nodes dan Case, analisis dan visualisasi data, dan diskusi hasil pengumpulan artikel. Selanjutnya, pelatihan ini akan diikuti oleh kegiatan mentoring/coaching dimana dosen telah menyiapkan bahan kajian untuk dianalisa sampai bisa terbit ke jurnal bereputasi. Adapun luaran dari pelatihan ini adalah pengelompokan penelitian dosen dan mahasiswa. Dengan ini, Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D, Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM, berharap bahwa penelitian dosen Prodi akan meningkat kualitasnya. “Kedepan, dosen Prodi dituntut untuk produktif melakukan penelitian yang terbit di jurnal internasional sehingga memiliki dampak individu dan institusi, papar Bayu. (raf)
ELMO 2019, Pameran Media Pembelajaran Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM

ELED News – Untuk kedua kalinya Prodi Pendidikan Bahasa Inggris selenggarakan pameran media pembelajaran, ELMO (English Learning Media Expo) di GKB I lt. 3,5 (18/12). Kegiatan ini merupakan projek akhir dari mata kuliah Sumber Belajar dan Media Pembelajaran yang diampu oleh Laela Hikmah Nurbatra, M.A., M.EdLead dan Rahmawati Khadijah Maro, M.Ed. Diantara media yang dikembangkan oleh mahasiswa semester lima adalah media berbasis IT, printed media seperti scrapbook, dan juga augmented reality. Beberapa media yang dikembangkan diantaranya Nusantara Cake yang menjadikan bika ambon sebagai realia untuk mengetahui bahan masakan dalam bahasa Inggris sekaligus cara membuatnya, aplikasi SHUBUU untuk latihan kemampuan listening dimana audio bisa didengarkan melalui telpon seluler, mengetik jawaban, dan hasil jawaban seketika diperoleh. Mengusung tagline When Media Meets Creativity, kegiatan ini direspon positif oleh Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris, Bayu hendro Wicaksono. “Saya melihat ada banyak potensi mahasiswa dalam mengembangkan media pembelajaran bahasa Inggris yang kemudian bisa dilanjutkan dengan penelitian bersama hasil produk mahasiswa ini menjadi hibah penelitian dan skripsi,” pungkasnya. Laela Hikmah Nurbatra, M.Ed.,M.EdLead menargetkan bahwa setiap mahasiswa akan memiliki pengalaman belajar mengembangkan media sehingga ketika nanti menjadi seorang guru bisa membantu siswa dalam menjelaskan materi pelajaran. Hal senada juga disampaikan oleh Rahmawati Khadijah Maro, M.Ed. bahwa melihat antusias mahasiswa dan pengunjung ekspo, ia menargetkan agar kegiatan ini bisa mulai dibuka untuk public sehingga tidak hanya menjadi konsumsi akademisi kampus melainkan juga sekolah-sekolah di Malang Raya. Dengan demikian, kegiatan ini akan memiliki dampak yang lebih luas. (raf)
Kuliah Tamu Kerjasama Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM dan UMP

ELED News – Silaturahim antar Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se Indonesia diwujudkan dalam kuliah tamu antara Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM dan Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula GKB IV Lt.9 (15/10). Di awal sesi, Dr. Masduki, M.Pd, Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dan sekaligus Direktur Language Center memaparkan tentang perkembangan penggunaan Bahasa Inggris yang di abad 21 sekarang ini tidak lagi berfokus pada Nativeness yang melulu berkiblat pada standard Amerika ataupun Inggris, terutama dalam aspek ‘proficiency test’. Merespon hal ini, Dr. Masduki, M.Pd dan tim telah mengembangan ‘proficiency test’ yang diberi nama Test of Academic Proficiency Test (TAEP). Menggunakan metode Research and Development (R&D), dalam pengembangannya TAEP melibatkan ahli ‘language testing’ dan respon stakeholders. TAEP sepenuhnya mendukung ‘new Englishes’ yakni Bahasa Inggris yang diguanakan antar pembicara non-native. Saat ini, Dr. Masduki, M.Pd. senang bahwa tes buatan UMM ini bisa dipercaya pihak luar dalam skala nasional, seperti digunakan dalam tes penerimaan kerja di Telkom, Bank Indonesia dan instansi pemerintah lainnya. Telah mendapatkan copyright, TAEP milik UMM ini siap dipromosikan lebih luas. Selanjutnya, Dr. Sudar, M.Pd, dosen Prodi Bahasa Inggris UMP, memaparkan tentang pentingnya internet dalam pembelajaran Bahasa Inggris di era industry 4.0. Menurutnya, penggunaan internet dalam Pendidikan sudah tidak terbendung lagi. Seorang mahasiswa bisa saja mengakses informasi di internet tanpa batas. Misalnya saja, mahasiswa dapat berkomunikasi dengan orang asing secara mudah, mengecek pronounciation dan kelas kata dengan satu klik saja di kamus online, pun mencari tutorial belajar Bahasa di YouTube. Kedepan, UMM dan UMP akan menindaklanjuti kegiatan ini dengan kerjasama akademik seperti penulisan ilmiah dan visiting lecturer. (raf)
Kuliah Perdana, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM Hadirkan Praktisi dari U.S

ELED News – Menyambut mahasiswa baru (maba) tahun akademik 2019/2020, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris menghadirkan Yuta Otake, M.TESOL, Professional Education Trainer dari the United States di Aula BAU (9/9). Yuta, begitu laki-laki kelahiran New York itu disapa, menjelaskan pentingnya autonomous learning kepada maba Prodi Pendidikan Bahasa Inggris. Ia pun memberikan lima kunci menjadi autonomous learners. Diantaranya yakni menumbuhkan rasa penasaran (curiosity), memanfaatkan sumber daya (taking advantage of sources), membangun relasi dengan teman (relationship), mecoba hal baru (exploring new things), dan mencintai apa yang dilakukan (loving what you do). Lebih lanjut, untuk sepenuhnya menjadi autonomous learners, Yuta memberi kiat agar maba Prodi Pendidikan Bahasa Inggris mengidentifikasi gaya belajar. “Identify yourself how do you learn effectively, everyone is different. So, study English in a relaxing way, we are all just different,” pungkas Yuta, laki-laki berdarah Jepang itu. Kuliah perdana yang diawali dengan pengenalan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di Prodi tersebut kemudian dilanjutkan dengan academic forum di Ruang Sidang FKIP ruang 614 yang memfokuskan pada pelatihan Best Practices dalam pengajaran Bahasa Inggris kepada para dosen Prodi. Menyambut kehadiran maba, Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D, Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris memberikan beberapa nasehat. “Di tahun akademik 2019/2020 ini kami mengucapkan selamat bergabung kepada mahasiswa baru. Untuk itu, kami berkomitmen untuk melayani mahasiswa dengan sebaik-baiknya. Kamipun berharap agar maba senantiasa aktif mencari informasi akademik dan segera beradaptasi dengan atmosfer perkuliahan,” pesan Bayu. (raf)
Yudisium Periode III 2019 FKIP: Dua Calon Wisudawan Raih IPK Terbaik Prodi Pendidikan Bahasa Inggris

ELED News – Gelaran Yudisium Periode III Agustus 2019 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM menobatkan Satyawan Anshary dan Zulfa Imawati sebagai peraih IPK terbaik di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris degan raihan IPK 3.92. Acara itu diselenggarakan di Aula GKB IV lt.9 (28/8). Pada tugas akhirnya, Satyawan tertarik meneliti sub bidang linguistik dengan judul “Elliptical Constructions of Advertisements Found in National Geographic Magazine”. Penelitian ini dilatar belakangi atas minimnya penelitian dalam bidang ini, terutama jarang diteliti oleh mahasiswa UMM. Ia memproyeksikan penelitian yang dihasilkannya, di bawah supervisi Dr. Soeparto, M.Pd. dan Riski Lestiono, M.A, bisa menjadi preliminary study bagi peneliti selanjutnya. Tentang strategi belajar, Satyawan, mahasiswa yang berasal dari Kalimantan Selatan itu menjelaskan bahwa ia selalu berusaha memiliki konsep belajar. “Dalam mempelajari bidang apapun, saya selalu memakai teknik Feynman yakni mengawali kegiatan dengan mapping, mengkonsep alur pemahaman dari topik paling luas sampai ke detail, lalu mengulang dengan output pemahaman sendiri,” terang laki-laki yang setelah wisuda berencana untuk mencari beasiswa untuk studi S2. Selain performa di bidang akademik, Satyawan juga tergabung dalam organisasi debat. Ia pun aktif berpartisipasi dalam beberapa lomba debat Bahasa Inggris tingkat nasional. “Saya mengikuti organisasi talent-oriented yaitu english debate, yang memberikan saya exposure lebih dalam meningkatkan ke empat essential skills saya dalam berbahasa seperti writing, reading, listening, speaking,” pungkas laki-laki yang memiliki motto hidup ‘hard work pays off’ itu. Selanjutnya, mahasiswa peraih IPK terbaik Prodi yaitu Zulfa Imawati. Zulfa, begitu ia disapa, meneliti persepsi mahasiswa laki-laki pada mata kuliah English for Young Learners (EYL). Berdasarkan pengamatannya, mahasiswa laki-laki yang mengambil mata kuliah EYL terbatas. Dengan itu, ia berharap hasil penelitiannya bisa berkontribusi terhadap pembelajaran Bahasa Inggris di Prodi. Selain dinobatkan sebagai calon wisudawan terbaik dalam bidang akademis, Zulfa juga dinobatkan sebagai salah satu terbaik di bidang non akademis. Selama kuliah, ia aktif di berbagai forum di dalam dan luar kampus, seperti HMJ Esa Progresio, ESSCO, Kine Club, Forum Mahasiswa Malang Raya, membantu beberapa penelitian dosen, mengajar les privat, mengikuti kegiatan volunteer (di Sekolah Kertas, LEX, Local Volunteer AIESEC), dan mengajar mengaji di mesjid dekat rumah. Soal strategi belajar, Zulfa mengaku bahwa sukses harus dilakukan bersama-sama, untuk itu ia senang berdiskusi dan sharing dengan teman-temannya. “Dalam hidup ini kita ga akan pernah tahu apa yang akan terjadi sebelum kita pernah mencoba. A million journeys only begin with one step,” pungkas perempuan yang hobi traveling itu. Dalam kesempatan itu, Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM mengaku bangga dengan capaian wisudawan terbaik Prodi. Selain itu, Bayu juga mendoakan para lulusan khususnya Prodi Pendidikan Bahasa Inggris sukses dalam bidang apapun yang ditekuninya ke depan. “Mahasiswa di Prodi kami memang sejak awal didesain untuk tidak hanya cakap dalam bidang akademik, tapi juga mumpuni dalam bidang non akademik. Hal ini sesuai dengan profil lulusan Prodi yaitu menjadi pendidik professional, peneliti, dan wirausahawan. Kami pun berdoa agar para calon wisudawan Prodi diberi kemudahan dalam berkreasi pasca lulus dari UMM nanti,” terang laki-laki yang menyelesaikan Ph.D di University of South Australia itu. (raf)
Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM Siapkan Pembelajaran Daring dan Blended Learning

ELED News – Memperbaiki mutu Pendidikan yang sesuai ketentuan Undang Undang Perguruan Tinggi, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM mengadakan workshop pemanfaatan Learning Management System (LMS) dalam pembelajaran daring dan blended learning. Kegiatan ini berlangsung di salah satu profit center UMM yaitu Kapal Garden Hotel Taman Rekreasi Sengkaling (26/8). Pembelajaran daring (dalam jaringan) dan blended learning atau biasa dikenal dengan pembelajaran online merupakan pembelajaran yang menitikberatkan pada penggunaan platform LMS. Sebuah pembelajaran diakui sebagai blended learning ketika porsinya 30%-79% menggunakan platform LMS, sedangkan daring jika presentasenya lebih dari 80%. Selanjutnya, fungsi dari daring dan blended learning adalah sebagai subtitusi dari pembelajaran konvensional di kelas atau tatap muka, bukan sebagai suplemen seperti pemanfaatan web dan presentasi online. LMS merupakan platform pembelajaran online yang selama ini sudah pernah digunakan di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris seperti google classroom, Edmodo, dll. Pada tahun akademik 2019/2020 penggunaan LMS di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris akan diseragamkan merespon ketentuan Rektor UMM tahun 2019, yaitu menggunakan Canvas. “Canvas memiliki keunggulan fitur pembelajaran yang tidak dimiliki oleh platform lain dan penggunaannya pun relatif mudah dibandingkan dengan platform seperti Moodle,” ungkap Sobah, tim LMS sekaligus pakar IT UMM. Selanjutnya, selain pelatihan LMS Canvas, kegiatan ini juga diikuti dengan workshop pengembangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dengan mengundang Dr. Yudhi Arifani, dosen Universitas Muhammadiyah Gresik. Dr. Yudhi menjelaskan tentang cara menyusun capaian pembelajaran prodi, capaian pembelajaran mata kuliah, menyusun materi, dan penilaian. Dalam pembelajaran di UMG penilaian dilakukan secara terintegrasi dalam proses pembelajaran di kelas, jika kami memiliki tujuh CPMK maka akan ada tujuh penilaian,” terang Yudhi dosen yang juga alumnus Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM itu. (raf)
Rina Wahyu Setyaningrum, M.Ed. Jadi Pembicara Kunci Seminar Nasional EYL di Universitas Singaperbangsa Karawang

ELED News – Terkait pentingnya strategi pengajaran English for Young Learners (EYL) pada siswa usia sekolah dasar, dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM Rina Wahyu Setyaningrum, M.Ed. didapuk sebagai salah satu pembicara kunci dalam seminar nasional di Universitas Singaperbangsa Karawang pada Rabu (7/8). Mempertimbangan aspek kultur sosial (sociocultural) pada pembelajaran bahasa, dosen pengampu mata kuliah EYL di FKIP ini menilai bahwa materi pengajaran EYL sangat dianjurkan untuk mengembangkan materi dari lingkungan sekitar anak-anak. Hal tersebut akan memudahkan siswa mendapatkan informasi yang autentik. “Tak kalah penting, dalam mengajar EYL jangan pisahkan anak-anak dengan lingkungan sekitar mereka,” tegas Rina. Seminar nasional ini dimulai dengan menyanyikan opening password yang digunakan pada kelas EYL di UMM. Seluruh peserta diajak untuk berdiri dan bernyanyi bersama, gelak tawa peserta pun menemuhi ruangan saat gerakan-gerakan tidak sesuai dengan lagu. “Bagaimana? Sudah bisa menari dan bernyanyi?” pantik Rina. Menurut Rina, bernyanyi sekaligus menyeleraskan dengan gerakan badan adalah hal yang paling mudah untuk mengenalkan anak-anak pada konsep belajar bahasa Inggris yang menyenangkan. “Menjadi pengajar EYL itu harus semangat bernyanyi dan menggerakan badan agar semua yang ada di kelas selalu semangat,” tegas dosen yang menyelesaikan studi Master di Rangsit University Thailand itu. Selanjutnya, implementasi pembelajaran EYL di sekolah dipaparkan oleh Dr. Itje Chodidjah, MA yang juga menjadi pembicara kunci pada seminar nasional itu. Menurut Itje, tren mengajarkan bahasa Inggris sejak dini kini sudah menjadi kebutuhan bagi orang tua milenial. Sayangnya, banyak hal yang terabaikan oleh orang tua dalam mempersiapkan buah hatinya. Salah satunya adalah ketuntasan Young Learners dalam belajar bahasa Ibu. Mematangkan pembelajaran bahasa Ibu dapat membantu peserta didik mengolah bahasa kedua yang akan mereka gunakan di masa depan. “Anak-anak jaman sekarang banyak yang aneh bahasa Inggrisnya, ya karena mereka memang belum siap belajar bahasa di luar bahasa Ibu mereka” papar dosen Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka tersebut. Membuka seminar dengan paparan menarik tentang situasi dan tantangan perkembangan mengajar EYL di Indonesia. Berdasarkan penjelasan Itje, saat ini fakta di lapangan bahasa Inggris pada Kurikulum 2013 untuk jenjang sekolah dasar masuk pada daftar ekstrakurikuler. “Bahasa Inggris bolehlah ditaruh di mana saja, muatan lokal atau ektrakurikuler, asal regulasinya jelas” pungkas Itje. Seminar yang diikuti oleh 220 peserta dan 29 pemakalah ini mengajak seluruh pengajar bahasa Inggris untuk kembali menyadarkan bahwa ada banyak adab-adab yang harus dipatuhi sebelum mengajarkan anak bahasa di luar bahasa Ibu. Selain itu, pengajar EYL juga harus terus menghidupkan kelas bersama anak-anak. (nis/ed_raf)
Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM Terpilih Ikuti EPIC Camp 5 di Nusa Dua Bali

ELED News – Kabar gembira kembali datang dari Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UMM. Alfin Fatkurrochman, mahasiswa Prodi Bahasa Inggris angkatan 2015, terpilih sebagai salah satu peserta program EPIC Camp. EPIC (Empowered, Prepared, Inspired, and Connected) Camp sendiri adalah program tahunan yang diselenggarakan oleh Regional English Language Officer (RELO) US Embassy Jakarta. Sasarannya adalah para calon guru Bahasa Inggris (pre-service English teacher). Dari ratusan pelamar, terpilih 50 peserta dari seluruh Indonesia dan Timor Leste. EPIC Camp ke lima kali ini berlangsung di Plagoo Holiday Hotel Nusa Dua, Bali dari tanggal 17-29 Juni 2019. Alfin menjadi perwakilan UMM pertama yang mengikuti acara ini sejak pertama kali dihelat pada 2015. Selama dua pekan, Alfin dan pesrerta lainnya digembleng oleh para fasilitator dari RELO. Para fasilitator terdiri atas dosen-dosen asal Amerika yang mengajar di berbagai universitas di Indonesia, beserta dosen-dosen dari Lembaga Bahasa Univeristas Indonesia (UI) Depok. Kegiatan EPIC Camp meliputi pemberian materi tentang berbagai metode pengajaran Bahasa Inggris seperti; PPP, TPR, TPS, Reading Aloud, dan penggunaan LMS (Learning Management System). Ada juga materi tambahan seperti American Moment danrefleksi rutin tiap malam mengenai apa yang sudah dipelajari. Setelah mendapatkan materi, peserta dibagi ke dalam beberapa grup dan menyusun lesson plan/RPP dengan bimbingan para fasilitator dan konselor (alumni EPIC Camp 4). Lalu, peserta akan melakukan micro team teaching yang terdiri dari speaking, listening, reading, dan writing. Tidak melulu berfokus pada pengembangan profesionalisme dan skill calon guru, EPIC Camp juga diwarnai dengan acara api unggun. Tidak lupa, Rombongan EPIC Camp 5 melakukan pembersihan sampah di Pantai Sawangan Kuta Selatan, Kabupaten Badung Bali bersama NGO Bye Bye Plastic Bags Bali. Acara ini juga dihadiri pimpinan RELO Dr. Bradley Horn dan sekretarisnya Ibu Dian Safitri. EPIC Camp 5 ditutup dengan pemberian sertifikat oleh US Consulate General Surabaya Mark McGovern, dilanjutkan dengan menonton pentas tari kecak di Ulu watu dan makan malam di Blue Ocean Restaurant Pantai Kedongan Bali. Semoga lebih banyak lagi mahasiswa/i Prodi Pendidikan Bahasa Inggris yang mampu mengikuti jejak Alfin Fatkurrochman untuk berpartisipasi di edisi EPIC Camp selanjutnya. (alf/ed_raf)