Menuju Akreditasi 9 Kriteria, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Perkuat Kerjasama Tim

Dosen Prodi berpose bersama di depan baliho Kusuma Agro.

ELED News – Meraih akreditasi A, Prodi Pendidikan Bahsa Inggris ingin mempertahankan perfoma akademik dalam skala nasional dan sekaligus meningkatkannya dalam skala internasional. Untuk mencapai target tersebut, Prodi mengadakan kegiatan fun outing day dalam rangka memperkuat kerjasama tim dan meningkatkan sumber daya manusia yang berlokasi di Kusuma Agro Wisata Batu (1/5). Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D, Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, dalam sesi Reflective Discussion mengevaluasi beberapa program yang telah dijalankan dan membahas kegiatan yang akan dilakukan. “Kedepan, akreditasi Prodi akan mengacu pada 9 kriteria sehingga Bapak Ibu dosen diharapkan bisa mempersiapkan aktifitas akademik yang terkait dengan hal itu,” tegas pria yang menyelesaikan program doktor di University of South Australia itu. Selanjutnya, Bayu juga menggaris bawahi tentang pentingnya penulisan jurnal ilmiah terakreditasi. Bahwa dosen Prodi dianjurkan untuk aktif menulis di jurnal terindeks Sinta dan Scopus. Poin ini menjadi urgen dalam meningkatkan perfoma Prodi di kancah nasional dan internasional. Selain membahas kegiatan akademik, fun outing kali ini dikemas dengan kegiatan santai mengkesplorasi alam yang bertujuan membentuk kerjasama tim Prodi dengan olahraga, game (empathy ball, helium stick, electric hands), petik buah, dan kunjungan ke beberapa spot outdoor di lokasi acara. Erlyna Abidasari, MA.,M.Ed selaku koordinator kegiatan ini mengaku puas dengan acara tersebut. “Saya bangga bisa mengemas kegiatan outing ini dengan baik sehingga Bapak Ibu dosen Prodi bisa sejenak rehat dari kegiatan akademik. Begitulah yang kami inginkan yakni releasing the stress from work hectic,” pungkas perempuan penerima Australian Awards Scholarship (AAS) itu. (raf)

Ramadhan, Bulan Qur’an

Dosen dan mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris menyimak kajian bulanan di Ruang Sidang FKIP (30/4).

ELED News – Menyambut bulan suci Ramadhan, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris mengadakan kajian bulanan yang kedua dengan menghadirkan Abdul Wahid, dosen Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Fakultas Agama Islam (AIK-FAI) Universitas Muhammadiyah Malang di ruang sidang FKIP 614 GKB I (30/4). Ramadhan memiliki banyak keutamaan, salah satunya yaitu dilipatgandakannya pahala. Membaca al-Qur’an termasuk ibadah utama dalam Ramadhan yang pahalanya akan digandakan. Siapa yang membaca satu huruf dari al-Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan Aku tidak mengatakan ‘alif lam mim’ satu huruf akan tetapi ‘alif’ satu huruf, ‘laam’ satu huruf, dan ‘miim’ satu huruf,” papar Abdul Wahid mengutip sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi. Untuk itu, Abdul Wahid, alumnus Pesantren Sidogiri Pasuruan itu memotivasi peserta kajian yang terdiri dari dosen Prodi Bahasa Inggris dan perwakilan mahasiswa yang hadir untuk mengkhatamkan al-Qur’an pada bulan Ramadhan nanti. Ia pun memberi tips mengkhatamkan al-Qur’an dengan cara membacanya di setiap selesai shalat 5 waktu dua lembar, sehingga satu hari bisa membaca satu juz. Selain mengupas keutamaan al-Quran, kajian sesi ini juga membahas tentang keutamaan ibadah Ramadhan seperti pentingnya niat dalam puasa wajib, memperbanyak sedekah, menjaga hawa nafsu, dan melakukan sunnah-sunnah Ramadhan. Di akhir sesi, diadakan dialog interaktif seputar Fiqih Ramadhan seperti tentang qodho’ puasa bagi perempuan hamil, menyusui, dan haidh, membayar fidyah, dan perbedaan empat madzhab. Puji Sumarsono, M.Pd., sekretasis Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, berharap kajian rutin bulanan ini dapat menjadi wadah bagi sivitas akademika di Prodi dalam meningkatkan wawasan keagamaan. “Kajian ini merupakan inisiasi Prodi dalam menyemangati dosen dan perwakilan mahasiswa untuk selalu berada dalam koridor ibadah,” harap Puji yang sekaligus penaggung jawab acara. (raf)

Mengangkat Potensi Lokal dalam Pembelajaran Bahasa Inggris, Mengapa tidak?

Rina Wahyu Setyaningrum (tengah) sedang memaparkan materi English for Young Learners.

ELED News – Sebagai salah satu program studi (prodi) favorit pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prodi Pendidikan Bahasa Inggris terus memberikan pengalaman otentik pada mahasiswa dalam rangka memunculkan potensi beragam mereka. Kali ini, bekerjasama dengan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), diselenggarakan Kuliah Umum bagi mahasiswa kedua kampus. Bertempat di aula GKB 4 Lantai 9, Senin (22/4), kuliah umum mengusung sebuah tema yang mengedepankan potensi lokal dalam pembelajaran bahasa Inggris – English Language Teaching: Unleash Local Potential Globally. Dihadiri oleh lebih dari 300 mahasiswa (300 mahasiswa dan dosen UMM dan 170 mahasiswa dan dosen UMP), tema ini sengaja dipilih untuk mengangkat potensi lokal mahasiswa untuk mengembangkan materi pembelajaran yang diambil dari topik lokal. “Saya yakin materi yang diambil dari potensi lokal tidak kalah menarik dibandingkan dengan materi yang diadopsi dari luar, ” jelas Alimin Adi Waloyo, panitia yang sekaligus dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM. Oleh karena itu, Alimin, alumnus University of Queensland Australia, yakin dengan menghadirkan dua pembicara yang berkecimpung dalam bidang ini, mahasiswa mendapatkan ide-ide segar dalam memilih materi pembelajaran. Lebih jauh, kerjasama yang semacam ini akan terus dilakukan oleh prodi pendidikan Bahasa Inggris UMM dan UMP. “Kami akan terus melakukan kerjasama dengan pihak luar untuk kemajuan prodi kami. Saat ini secara kontinyu kami mengirimkan staf,  dosen dan mahasiswa ke beberapa negara Eropa melalui Erasmus +, dan negara Asia melalui program Sakura Foundation, Learning Express, dan yang lain,” pungkas Bayu Hendro Wicaksono,  Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris dalam sambutan pembukanya. Senada dengan harapan panitia,  Bambang Suroso, dosen UMP,  meyakinkan bahwa membawa materi dari luar kelas untuk pembelajaran bahasa Inggris memberikan pengalaman yang nyata. Proses pembuatan keripik yang sederhana, dapat dibawa ke dalam pembelajaran dalam kelas dan menjadi dikenal secara global. Banyak juga lagu lokal yang diterjemahkan dan dibawa dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Mengangkat materi lokal dalam pembelajaran bahasa Inggris untuk anak – English for Young Learners (EYL) – Rina Wahyu Setyaningrum dari UMM menyebutkan bahwa materi dari buku tema Sekolah Dasar (SD) dapat diadaptasi dan dikembangkan menjadi materi pembelajaran bahasa Inggris sebagai Ekstra Kurikuler di SD. Meskipun ini kegiatan bersama kedua prodi yang baru pertama kali dilaksanakan dan melibatkan mahasiswa,  pihak UMP berharap kegiatan ini menjadi kegiatan rutin. “Kegiatan yang sangat bagus dan bermanfaat bagi kedua belah pihak,  yang sudah seharusnya dilaksanakan secara berkesinambungan,” ungkap Suwartono, mewakili prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMP. (rin/ed_raf)

Lagi, Dua Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM Raih Beasiswa Erasmus+

ELED News – Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris telah beberapa kali sukses meraih beasiswa Erasmus+, kini giliran Resti Priwiani Aminatul Sholekhah (2015) dan Ivana Nabilah Qoriroh Mujahidah (2016) yang akan bertolak ke University of Murcia Spanyol intake 2019/2020 periode Februari-September 2019. Berawal dari kecintaannya pada Bahasa Inggris, Resti bercita-cita ingin mempraktikkan langsung Bahasa Inggris di luar negeri, khususnya Spanyol. Menurutnya, meski Bahasa Inggris merupakan bahasa kedua setelah Spanish, tujuan keberangkatannya ke Spanyol adalah untuk mempelajari budaya Spanyol sekaligus. Jadi, selain memperdalam Bahasa Inggris, ia bisa menguasai kultur Spanyol yang kaya akan peradabannya. Selain itu, University of Murcia Spanyol merupakan salah satu universitas yang menyediakan kombinasi mata kuliah sastra dan linguistik, khusunya sociolinguistik. “Hal ini terkait dengan topik analisa skripsi saya dan juga ke depan saya tertarik untuk melanjutkan studi Master di bidang linguistik,” papar mahasiswi yang saat ini menjadi salah satu penerjemah di SchoLet Translator Bureau itu. Resti merasa bangga telah memilih Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM di 2015. Pasalnya, sejak awal menjatuhkan pilihan studinya di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris ia telah membidik program kerjasama Prodi yaitu salah satunya kerjasama internasional dengan Erasmus Mundus yang merupakan provider beasiswa bergengsi di dunia. Penerima beasiswa selanjutnya adalah Ivana, begitu ia akrab disapa. Ivana mengaku kaget dan bersyukur menjadi salah satu awardee beasiswa Erasmus+. Ivana telah membidik untuk mendaftar beasiswa Erasmus+ sejak ia duduk di bangku semester awal. Untuk itu, ia selalu bertekad untuk memiliki performa akademik yang bagus, targetnya memiliki IPK 3.6 di setiap semester. Ivana, yang kesehariannya selain kuliah juga menjadi pengajar di MI Manarul Islam Kabupaten Malang, ia berencana akan mempelajari sistem pendidikan di Spanyol. “Dengan pengamatan dan belajar sistem pendidikan di sana, ke depan saya ingin mengimplementasikannya di tempat saya mengajar, khususnya untuk pembelajaran sekolah dasar,” papar mahasiswi yang telah mencoba melamar 8 beasiswa ini. Dibalik capaiannya, Ivana mengaku ada peran doa orangtua pun dosen dan para guru di sana. Ridho orangtua melalui doa-doa beliau menjadi kunci mahasiswi yang aktif di UKM MTQ UMM ini. Selain itu, ia meyakini bahwa berprasangka baik dan bersikap sopan terhadap guru akan mempermudah urusannya. Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D, Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris, merasa bangga dengan apa yang dicapai oleh mahasiswanya. Ia berpesan agar mahasiswa bisa memanfaatkan kesempatan itu untuk terus belajar. “Kami mendoakan agar segala aktifitas yang dilakukan saat mengikuti program beasiswa lancar sehingga pulang bisa memberi manfaat kepada UMM dan Prodi khususnya,” pesan Bayu. (raf)

Ebi, Alumnus Angkatan 2008, Berkarya Tanpa Batas untuk Indonesia Timur

ELED News – “Universitas adalah salah satu tempat terbaik untuk belajar. Kenali diri kalian, lihat, dengar, rasakan di sekitar dan temukan passion kalian”. Itulah sekelumit pesan yang disampaikan oleh Novia Debi Wicaksono atau akrab disapa Ebi. Alumnus Prodi Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2008 ini kini disibukkan dengan aktivitasnya sebagai Program Officer di Yayasan Literasi Anak Indonesia. Ia kini sedang mengerjakan program penelitian dengan “INOVASI” untuk anak sekolah Indonesia yang merupakan sebuah program peningkatan pendidikan literasi dan numerasi untuk sekolah dasar, kemitraan pemerintah Australia dan pemerintah Indonesia.Pemuda jangkung ini kini mengabdi di kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timurdan ia melakukan penelitian untuk peningkatan membaca dengan metode “Membaca Berimbang” untuk kelas rendah di sekolah dasar di kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Sumba adalah sebuah pulau kecil di provinsi Nusa Tenggara Timuryangdidominasi oleh padang savana dan daerah perbukitan. Lebih jauh, pemilik akun instagram @wicaksonova ini bertutur, Indonesia Timur adalah kombinasi antara keindahan alam dan manusia nya. Potensi sumber daya alam nya sungguh luar biasa pun begitu dengan potensi sumber daya manusia nya di masa depan. Namun, kesenjangan di Indonesia timur masih dirasakan sepertiinfrastruktur pendidikanyang belum memadai. Meski demikian, ia bersyukur karena saat ini pemerintah sedang berusaha membangun Indonesia dari daerah 3T khususnya Indonesia Timur.Kecintaannya dengan Indonesia timur bermula ketika iamendapatkan kesempatan menjadi pengajar muda program Indonesia Mengajar selama satu tahun. Ebiditempatkan di kabupaten Majene, provinsi Sulawesi Barat. Selama setahun, Ebimenjadi fasilitator peningkatan pendidikan di daerah sekaligus menjadi guru di salah satu sekolah dasar di sana. Pengalaman selama setahun membuatnyamelihat realita Indonesia secara utuh dan tanpa sekat. Setelah selesai mengikuti program, ia memutuskan untukmendedikasikan diri untuk berbagi, tinggal dan belajar di Indonesia timur dalam bidang peningkatan pendidikan. Selain itu, yang menjadi motivasi utamanya untuk mengabdi di Indonesia Timur, adalah karena ia merasakan ketimpangan dalam pendidikan yang terjadi di daerah-daerah Indonesia Timur. Hal inimembuatnyaingin menjadi bagian dari sebuah agen perubahan. Jika mayoritas manusia memilih untuk mencari kenyamanan dalam pekerjaan nya, iamemilih untuk keluar dari “zona nyaman” dan mencari kebahagiaan dari apa yang sedang iakerjakan untuk kemajuan pendidikan di republik ini. Ia juga sangat mencintai dunia pendidikan dan hak-hak anak untuk mendapatkan kesetaraan dalam akses pendidikan yang berkualitas tanpa memandang status sosial, gender, suku dan ras. Kendati demikian, tantangan dan hambatan besar acapkali ia rasakan di tempat ia mengabdi. Salah satu tantangan terbesar adalah faktor geografis. Sebagian besar wilayah di Indonesia Timur memiliki topografi yang berbeda daripada pulau Jawa. Misalnya jarak sekolah dengan perkampungan atau pemukiman penduduk yang jauh. Siswa dan siswi harus berjalan puluhan kilometer untuk menuju sekolah dan sesampainya di sekolah kadang juga pembelajaran tidak bisa dilakukan karena tingkat ketidakhadiran /absensi guru yang sangat tinggi disana. Selain itu, tingkat ketidak kehadiran guru yang tinggi di beberapa daerah di Indonesia Timur juga sangat mempengaruhi kualitas pembelajaran para peserta didik,khususnya di tingkat sekolah dasar dimana sebuah pondasi manusia dewasa sedang dibangun. Kemudian, kualifikasi guru yang rendah juga mempengaruhi komponen dalam penyampaian kurikulum pembelajaran. Lebih lanjut, ia mengibaratkan “sebagus-bagus nya mobil jika seorang pengemudi belum mempunyai kualifikasi mengemudikan mobil maka tidak akan maksimal juga laju dari mobil tersebut”. Pengalamannya yang paling berkesan ketika mengabdi di Indonesia Timur adalah merasakan toleransi di sana. Saat ituiatinggal di pulau Flores yang mayoritas penduduknya adalah penganut Katolik. Dalam sebuah acara adat di sekolah, iaadalah seorang Muslim satu-satunya di desa itu. Seorang kepala sekolah berkata kepadanyajika sekolah sudah mempersiapkan masakan ayam goreng khusus untuknyayang dijamin halal karena disembelih oleh seorang Muslim dan diolah dengan benar. Dari situ iaberpikir jika toleransi itu memang ideal nya tidak untuk dipelajari namun harus dirasakan. Jiwa pengabdian dan petualang Ebi yang luar biasa sebenarnya sudah terlihat semenjak ia mengenyam pendidikan di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang. Beberapa kali ia terjun langsung menjadi sukarelawan. Ia tercatat aktif dalam pergerakan “Save Street Child Malang Indonesia” dan sebagai founder “Hiking for Charity Indonesia”. Ia juga pernah mengikuti program pertukaran pelajar yang diinisiasi oleh ASEAN Youth Exchange Programdi Thailand. Program ini bertujuan untuk menjembatani pemuda dari kedua negara, Indonesia dan Thailand,untuk berinteraksi dan bertukar budaya. Selan itu,iaterjun langsung dalamkerja sosial untuk membantu korban banjir di sana.Di Brunei Darussalam, ia juga pernah menjadi wakil Indonesia dalam ASEAN Youth Volunteer Program yang diinisiasi oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Brunei Darussalam. Program ini bertujuan untuk mempertemukan para aktivis sosial di bidang nya masing-masing untuk bersama-sama mewujudkan blueprint tentang kepemudaan dan kerelawanan di kawasan Asia Tenggara.Tak hanya di situ saja, prestasi terus ia torehkan dengan keikutsertaannya di program “Youth for Climate Camp Indonesia” tahun 2012 dan sebagai guest teacher di “AIESEC Indonesia Cultural Internship Program Indonesia-Taiwan”. Ketika ditanya, apa yang menjadi target selanjutnya. Pria asal Sidoarjo ini mengungkapkan iaingin terus bekerja untuk kemajuan pendidikan di Indonesia dengan melakukan kerja kolaborasi bersama pemerintah dan sektor swasta.Jiwa petualang Ebi nampaknya masih akan terus melekat kuat dalam dirinya. Dan suatu hari, pemuda yang juga aktif tergabung dalam program “Buku bagi NTT” ini ingin menginjakkan kaki di Finlandia. “Saya ingin tinggal dan belajar selama beberapa tahun di sana.Saya ingin “mencuri” resep sistem pendidikan terbaik di dunia kemudian kembali ke Indonesia Timur untuk berkarya”, tutupnya.(tys) Ebi dengan rekannya sedang mengajar anak-anak usia sekolah dasar di Indonesia Timur. Ebi berpose dengan anak-anak didiknya usai kegiatan mengajar.

Gelaran Art Performance Tandai Kelulusan EYL di UMM

ELED News – Lebih dari seratus siswa-siswi SD se Malang Raya tampil dalam gelaran Art Performance yang menandai ketuntasan mereka kuliah English for Young Learners (EYL) di aditorium BAU Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ahad (30/12). Setelah melalui kegiatan perkuliahan bahasa Inggris untuk anak selama 10 kali pertemuan yang diselenggarakan setiap Ahad selama tiga bulan terakhir ini, para siswa unjuk kebolehan dalam bahasa Inggris dalam gerak dan lagu, puisi, pidato,  bahkan drama mini. Semua penampilan itu adalah hasil besutan para mahasiswa program studi (prodi) Pendidikan Bahasa Inggris UMM yang mengambil mata kuliah EYL selama dua semester. Tampil memimpin teman-temannya kelas dua,  Rhynniar Ratri Putri Wicaksono, dari MI Alam Lukman Al Hakim Batu, mengungkapkan kegembiraannya tentang belajar bahasa Inggris di UMM yang menyenangkan karena ia bisa belajar bahasa sembari membuat sesuatu. “Sekarang biji kangkung yang ditanam waktu belajar “Growing Plant” sudah tumbuh,” ungkap Niar panggilan akrabnya. Putri dari pasangan Ady Wicaksono Fifi Rachmawati ini pun menyampaikan cita-citanya ke depan ia ingin pergi ke negara asal bahasa Inggris dan melihat salju di sana. Bersama kakaknya yang kelas empat, tahun depan Niar ingin ikut kuliah EYL di UMM lagi.  Senada dengan putrinya, Bunda Fifi pun berharap tahun depan putra-putrinya bisa ikut kuliah EYL di UMM lagi. Kuliah EYL ini sudah diadakan bagi siswa SD sejak tahun 2001. Awalnya hanya untuk putra putri dosen UMM, tahun-tahun berikutnya sudah diikuti oleh siswa-siswi SD di sekitar kampus. Tahun ini,  sejak flyer EYL diunggah ke sosial media,  25 kursi yang disediakan per kelas sudah terisi dalam waktu yang singkat. Asal siswa pun meluas se Malang Raya. “Gelaran Art Performance ini menjadi penanda ketuntasan siswa SD belajar EYL di UMM dan unjuk kebolehan mereka berbahasa Inggris disaksikan langsung oleh orang tua mereka,” ujar Kharisma Naidi WS, dosen pengampu mata kuliah. Dengan mengusung tema New Year Celebration, kegiatan ditutup dengan menyanyikan lagu I Have a Dream secara bersama untuk menandai tahun baru selalu disongsong dengan optimis. UMM, sebagai kampus ramah anak yang telah mengenalkan kampus dan perkuliahan sejak dini diharapkan dapat menstimulasi anak untuk mempunyai cita-cita yang tinggi, salah satunya dengan kuliah di perguruan tinggi. Kuliah EYL ini adalah salah satu buktinya, setelah gelaran Kids on Campus Mei lalu dan gerakan literasi Mobil Kaca (Kamis Membaca) di berbagai sekolah SD di Malang Raya. (Rin) Siswi EYL belajar sambil bermain pada tema Professions. Tari piring tari tradisional Indonesia yang dinarasikan dalam bahasa Inggris. Tema penampilan kelas 4, I love Indonesian Culture.

ELMO, Pameran Media Belajar Mahasiswa

ELED News – Dalam rangka meningkatkan profesionalisme belajar mahasiswa, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris mengadakan Pameran Media Ajar ELMO, ELED Media Expo, yang berlokasi di lantai 3.5 GKB I (26/12). ELMO adalah kegiatan menunjang KBM di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris. Secara spesifik, ELMO 2018 adalah salah satu program dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM yang memberikan wadah untuk mahasiswa yang menempuh mata kuliah Media and Sumber belajar yang diampu oleh Laela Hikmah Nurbatra, MA.,M.EdLead. Ela, begitu dosen ini akrab disapa mengaku puas dengan kegiatan ini. “Kedepan kegiatan ini akan ditindaklanjuti dengan menjadikannya sebagai kegiatan rutin Jurusan sehingga mahasiswa bisa memiliki wadah untuk mempraktikkan teori yang dipelajari,” papar dosen alumnus UNSW Australia ini. Para mahasiswa tersebut melakukan pembelajaran Project Based Learning dimana mereka merencanakan, mengkonsep, membuat serta mengevaluasi media yang digunakan dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Konsep dari acara ini adalah pameran media pendidikan yang dihasilkan oleh mahasiswa dalam rangka menyelesaikan project dalam mata kuliah Media dan Sumber Belajar. Dengan melibatkan sukarelawan dari mahasiswa (student volunteer), acara ini berlangsung dengan sukses. Peserta kegiatan ini adalah mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang yang menempuh mata kuliah Media dan Sumber Belajar. raf  

Akreditasi A, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM Siapkan Lulusan Hadapi Era Revolusi Industri 4.0

ELED News – Dengan raihan nilai akreditasi A yang secara resmi telah di umumkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan SK:3445/SK/BAN-PT/Akred/S/XII/2018 tanggal 20 Desember lalu semakin memantapkan langkah Program Studi (Prodi)  Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam menyiapkan generasi milenial menjadi guru profesional. Saat ini, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM digawangi oleh dosen dengan kualitas doktor dan magister dalam bidang linguistik, pendidikan bahasa, kurikulum pendidikan bahasa, teknologi pendidikan bahasa dan evaluasi. Sesuai Visi Prodi, menjadi Prodi yang terkemuka di tingkat Internasional dalam penyelenggaraan Pendidikan Bahasa Inggris berdasarkan nilai-nilai keprofesionalan dan keIslaman, diharapkan alumni siap menghadapi era revolusi industri 4.0. Lebih lanjut,  Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM, Bayu Hendro Wicaksono, bahwa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris akan terus meningkatkan kualitas pengelolaan Prodi melalui langkah-langkah strategis. “Lulusan prodi Pendidikan Bahasa Inggris harus siap menghadapi arus globalisasi sudah tidak terbendung masuk ke Indonesia. Tentunya harus dibarengi dengan peningkatan kemampuan lulusan dalam menggunakan teknologi yang semakin canggih” jelas doktor lulusan University of South Australia ini. Mahasiswa telah dikenalkan dengan teknologi digital dalam kegiatan pembelajaran dengan sistem daring. Beberapa dosen telah ikut Massive Open Online Learning (MOOC)  yang prinsip-prinsipnya dapat dikenalkan pada mahasiswa. “Seluruh dosen tetap prodi Bahasa Inggris juga sudah familiar dengan pembelajaran daring dengan pembelajaran hybrid atau blended learning karena prodi juga mengelola PPG baik pra jabatan maupun dalam jabatan,” pungkas kaprodi yang juga ahli teknologi pendidikan ini. Saat ini lulusan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM telah banyak tersebar dalam dunia kerja, tidak hanya dalam bidang pendididikan, tapi juga dalam bidang jasa yang lain. Paling tidak bidang penterjemahan, perhotelan, dan administrasi profesional telah banyak diduduki oleh alumni. Terbaru, calon wisudawan diikutkan dalam asesmen Sertifikasi Profesi Tenaga Administrasi Profesional yang diterbitkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UMM. Selain berkualifikasi sesuai bidangnya, ke depan lulusan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris yang merupakan digital native ini, harus mampu bersaing dengan lulusan dari perguruan tinggi lain baik di dalam maupun luar negeri. Tentunya sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh stakeholder. (Rin) Banner Akreditasi A Prodi Pendidikan Bahasa Inggris di depan gedung Perpustakaan Pusat UMM.

Mohon Doa Restu, Asesmen Lapang Prodi Pendidikan Bahasa Inggris

ELED News – Dalam menentukan standar mutu dan menilai sebuah lembaga Pendidikan Tinggi, perlu dilakukan asesmen oleh pihak di luar lembaga independen. Hari ini (11/12) di Ruang Sidang Fakultas Keguruan dan Pendidikan (FKIP), Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima kedatangan asesor akreditasi Prodi yang akan menentukan status prodi untuk lima tahun ke depan. Pihak asesor yang akan menilai adalah Prof. Bahren Umar Siregar, Ph.D dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dan Dr. Muhammad Farkhan, M.Pd. dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Beberapa poin yang akan dinilai adalah tentang visi misi tujuan dan sasaran, tata pamong dan sistem pengelolaan, mahasiswa dan lulusan, sumber daya manusia, kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik, pembiayaan, sarana prasarana, penelitian, pengabdian masyarakat dan kerjasama. Dalam akreditasi kali ini juga menghadirkan mahasiswa yang akan diverifikasi tentang proses pembelajaran yang dilakukan oleh Prodi Pendidikan Bahasa Inggris khususnya dan fasilitas serta pelayanan yang dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Malang pada umumnya. Begitupula, alumni juga diundang dalam akreditasi ini untuk ditanya beberapa hal terkait dengan peran serta alumni dalam upaya peningkatan mutu Prodi. Selain itu, juga menghadirkan stakeholder yaitu pengguna lulusan yang dalam hal ini juga dimintai penjelasan terkait dengan kualitas lulusan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris  UMM. Pada kesempatan ini, Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM berharap agar dalam proses asesmen tahun ini Prodi Pendidikan Bahasa Inggris bisa mendapatkan hasil yang terbaik. “Saya berdoa semoga segala proses yang kita lakukan selama ini mendapat ridho Allah subhaanahu wa ta’ala dan sekaligus memohon doa restu pada seluruh sivitas akademika UMM pada umumnya, fakultas, Prodi dan tentunya alumni dan stakeholder sehingga mendapatkan nilai A,” harap Bayu. raf/ed_rin Bismillahirrohmanirrahim, bertempat di ruang sidang FKIP asesmen lapang hari ini berjalan lancar.

KONFERENSI INTERNASIONAL BAHASA INGGRIS DI UMM DATANGKAN PAKAR BAHASA INTERNASIONAL, Dr WILLY A RENANDYA

ELED News – Bertajuk Quality Improvement in ELT, Konferensi Internasional Bahasa Inggris di UMM mendatangkan Dr Willy A Renandya, pakar bahasa dari National Institute of Education Nanyang Technological University Singapura. Konferensi yang diorganisir oleh Conference on English Teaching in Indonesia (COETIN) dan ELTeaM ini berlangsung selama dua hari (27-28/9).   Dr Willy, begitu ia biasa disapa, meggaris bawahi pentingnya membaca dalam menguasai Bahasa Inggris, Why Reading Matters in L2 Learning. Menurutnya, secara teori membaca dapat menngkatkan kemampuan Listening, Speaking, Reading, and Writing. Namun, dalam presentasinya, Dr Willy menekankan pentingnya extensive reading,  yaitu membaca bacaan yang ringan atau bacaan yang digemari siswa. Biasanya konten bacaan extensive reading lebih rileks dan tidak begitu berat seperti buku teks.   “Pembaca biasanya melakukan intensive reading, membaca buku ilmiah untuk mendapatkan informasi detil. Extensive reading berbeda dengan itu yakni pembaca biasanya melakukan extensive reading untuk mendapatkan informasi ringan atau untuk sekadar hiburan,” terang Dr Willy.   Selain itu, Dr Willy menambahkan bahwa perbedaan intensive reading dan extensive reading terletak pada learning objectives, materials, task and activities, assessment, teacher/learner roles, theory of learning, impact on language learning. Misalnya saja pada learning goal, dalam intensive reading, siswa memerlukan strategi tertentu untuk memahami teks, namun pada extensive reading, siswa bisa membaca secara cepat informasi yang diinginkan.   Selain Dr Willy, pembicara internasional yang hadir adalah Prof. Dr. Jayakaran Mukundan (Universiti Putra Malaysia), Dr. Ivor Timmis (Leeds Beckett University, UK), Dr. Naeema Hann (Leeds Beckett University, UK), Dr. Norhaida Aman (National Institute of Education Singapura), dan Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D (Universitas Muhammadiyah Malang).   Dalam konferensi internasional tersebut juga diselenggarakan Students Workshop yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dan Teachers Workshop yang dihadiri oleh ratusan guru Bahasa Inggris di wilayah Jawa Timur. Adapun tema yang diangkat dalam workshop tersebut adalah The Magic of Materials Come with Good Teachersdan Grammar teaching: Teacher beliefs and Classroom Practices.raf Dr. Willy A Renandya saat menjelaskan pentingnya extensive reading untuk menguasai Bahasa Inggris.