Join Us! Konferensi Internasional Bahasa Inggris Pertama di UMM

ELED News – Besok (27-29/11), konferensi internasional Bahasa Inggris akan diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Acara ini dijadwalkan akan dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M. AP. Conference on English Teaching in Indonesia (COETIN) ini merupakan bentuk kerjasama antara The Association of English Language Teaching Materials (ELTeaM) dengan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM. Konferensi internasional ini merupakan yang keempat bagi ELTeaM dan pertama bagi COETIN. Konferensi ini sekaligus memperingati Dies Natalis ke 30 Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM. Pembicara internasional yang akan hadir adalah Willy Renandya (National Institute of Education Singapura), Prof. Dr. Jayakaran Mukundan (Universiti Putra Malaysia), Dr. Ivor Timmis (Leeds Beckett University, UK), Dr. Naeema Hann (Leeds Beckett University, UK), Dr. Norhaida Aman (National Institute of Education Singapura), dan Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D (Universitas Muhammadiyah Malang). Dalam konferensi internasional ini akan diselenggarakan juga Students Workshop yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dan Teachers Workshop yang dihadiri oleh beberapa guru Bahasa Inggris di wilayah Jawa Timur. Adapun tema yang diangkat dalam workshop tersebut adalah The Magic of Materials Come with Good Teachersdan Grammar teaching: Teacher beliefs and Classroom Practices. Tema besar yang diangkat dalam konferensi internasional ini adalah Quality Improvement and Innovation in ELT. Pada sesi paralel, presenter telah siap dengan 5 sub tema berikut: Curriculum, materials, and technology in ELT; Methodology and assessment in ELT; ELT content instruction; ELT teacher education and teacher professional development; and other issues in ELT. Konferensi internasional ini akan dibuka di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang pada pukul 08.00 WIB. Dan dilanjutkan plenary session danparallel session. So, Join Us! (raf)

Empat Srikandi UMM Meraih Kesempatan Emas untuk Belajar di Eropa melaui program Erasmus Mundus+

ELED News – Prestasi membanggakan kembali diukir empat mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka adalah Nuriyanti Dina Kamiliya, Mutia Wardhani, Nalurita Wahyuningtyas dan Hesti Miranda. Mereka kembali mencatatkan sejarah manis untuk melanjutkan tradisi mahasiswa UMM yang mendapat beasiswa Erasmus Mundus+ untuk menimba ilmu di Eropa. Yang cukup mengejutkan adalah keempat srikandi tersebut berasal dari prodi yang sama,  yaitu Prodi Pendidikan Bahasa Inggris. Beasiswa Erasmus Mundus+ ini merupakan kerjasama antara Universitas Muhammadiyah Malang dan Universidad de Murcia, Spanyol. Melalui program ini, mahasiswa UMM yang lolos seleksi mendapat kesempatan untuk belajar di Universidad de Murcia, Spanyol selama 5 bulan. Tentunya ini merupakan kesempatan emas dan privilege yang sangat berharga bagi para mahasiswa UMM, yang teramat sayang untuk dilewatkan. Kegigihan dan mental petarung yang pantang menyerah adalah prinsip yang lekat di jiwa keempat dara jelita ini. Kegagalan bagi mereka tak ubahnya bahan bakar yang bukannya menurunkan gairah untuk mendapatkan beasiswa, bahkan sebaliknya, membakar semangat mereka untuk semakin termotivasi mendapatkan beasiswa ke Eropa. Semangat spartan yang terpatri di jiwa mereka terbukti mampu membuat mereka berhasil bersaing dengan puluhan mahasiswa lain dan berhasil menjadi penerima beasiswa Erasmus Mundus+, yang walau terbuka lebar bagi mahasiswa UMM, namun pastinya tidak mudah untuk menggapainya. Jika kita tilik ke belakang, keempat jawara dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris ini memiliki segudang prestasi akademik dan non-akademik yang sangat membanggakan. Nuriyanti Dina Kamilia, misalnya, gadis yang akrab disapa Dina ini sempat menjuarai kompetisi bola voli dan kontes paduan suara, dan yang teranyar adalah juara satu lomba paduan suara nasional tahun 2017 di Malang. Di tahun yang sama, Dina, yang juga hobi membaca dan traveling, juga mengikuti LEX (learning express program), yaitu program inovasi sosial dengan menggunakan metode design thinking guna memberi solusi untuk permasalahan nyata yang ada di masyarakat sekitar. Selain Dina, ada Mutia Wardhani, atau Mute, begitu biasanya teman-temannya memanggilnya. Jiwa kepemimpinan Mute patut diacungi jempol. Hal itu dibuktikan dengan pengalamannya menjadi mentor untuk program mentoring di Prodi Bahasa Inggris. Program ini bertujuan untuk membantu mahasiswa baru di Prodi Bahasa Inggris dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris meraka dengan menghadirkan mentor (pendamping) yang berasal dari mahasiswa ‘senior’. Seperti halnya Dina, Mute yang hobi menonton film ini juga bergabung di program LEX, kerjasama antara UMM dengan politeknik Singapura. Selain itu, Mute juga aktif menjadi koordinator acara dalam berbagai event besar di tingkat universitas. Mahasiswa lain yang tak kalah cemerlangnya adalah Hesti Miranda. Hesti, yang suka membaca dan aktif mengikuti organisasi sejak di bangku SMP, memang layak menjadi salahsatu penerima beasiswa Erasmus Mundus+. Kegigihan Hesti dibuktikan dengan keberhasilannya mendapatkan beberapa beasiswa di tahun-tahun sebelumnya, antara lain beasiswa Gerbang Dayaku dari pemerintah Borneo Timur  pada tahun 2016 dan 2017, beasiswa magang di Songkhla, Thailand untuk mengajar bahasa Inggris di tahun 2016, serta beasiswa pertukaran pelajar ke Universitas Tongren, Cina pada tahun yang sama. Hesti juga sempat menjadi runner up dalam lomba penulisan essay yang diadakan oleh HMJ Bahasa Inggris ‘ESA Progresio’ pada tahun 2014. Selain ketiga gadis tersebut, satu lagi aset yang membanggakan di Prodi Bahasa Inggris adalah Nalurita Wahyuningtyas. Arek Malang yang akrab disapa Nal ini bukan hanya gemar membaca, tetapi juga piawai tampil di depan publik dengan menjadi MC (master of ceremony) di berbagai acara dan aktif sebagai debater. Ia bahkan sempat menjadi pelatih debat di salah satu SMA di Malang. Nal juga merupakan lulusan terbaik tingkat fakultas untuk program ESP (English for Specific Purposes) tahun 2015 yang diselenggarakan oleh Lembaga Bahasa UMM. Seperti Dina & Mute, Nal juga turut serta dalam program LEX, yang selama ini telah sukses dijalankan di berbagai negara ASEAN.  Tak heran jika ia mampu menyisihkan puluhan mahasiswa lain dan berhasil lolos sebagai salahsatu awardee Erasmus Mundus+.   Berkaca pada prestasi membanggakan para mahasiswa tersebut, betapa jelasnya bahwa perjuangan untuk mendapatkan beasiswa tidak luput dari rentetan usaha dan partisipasi dalam berbagai aktifitas positif yang membangun, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Para mahasiswa tersebut tidak hanya sibuk belajar di kelas, tetapi ikut andil dalam berbagai kegiatan seperti Lex, kompetisi debat, olahraga, paduan suara, dll. sesuai dengan bakat dan minat mereka. Bagi mereka, peluang dan privilege yang ada di UMM, seperti program LEX dan Erasmus Mundus+, adalah kesempatan emas yang pantang untuk disia-siakan. Dalam hal ini, selain jiwa kompetitif dan kepribadian kuat dari mahasiswa yang bersangkutan, peran dosen juga memiliki dampak yang berarti. Misalnya, saat mengajar, dosen tidak hanya memnyampaikan materi perkuliahan tetapi juga membangun hubungan baik dengan para mahasiswa, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya dan menyampaikan pendapat, serta berbagi cerita motivasi yang mendorong mahasiswa untuk tetap semangat dan pantang menyerah dalam meraih prestasi. Dengan kata lain, betapa pentingnya give and take, dimana dosen memberikan ilmu serta motivasi (give), dan mahasiswa menerima dengan pikiran terbuka yang kritis dan kreatif (take). Erasmus Mundus+ adalah salahsatu gerbang yang terbuka lebar bagi para mahasiswa UMM, termasuk mahasiswa Prodi Bahasa Inggris, untuk melangkahkan kaki lebih lebar dan melihat dunia. Dengan mendapatkan kesempatan untuk belajar di negara lain, mahasiswa akan belajar mengenai kebudayaan dan sistem pendidikan di negara lain, yang mungkin berbeda dengan di UMM dan bahkan di Indonesia. Kesempatan langka ini akan mengajarkan kemandirian dan keterbukaan dalam berpikir serta memberikan wawasan luas bagi para awardees, yang akan menjadi pengalaman tak tertukar di masa yang akan datang. Akhirnya, kombinasi moto hidup dari keempat srikandi ini patut untuk kita renungkan dan praktekkan: “Indeed, life is full of choices, but there is a rainbow around every corner. So, build self discipline and never give up!”. Banyak kesempatan terbentang di depan mata, namun apakah kita hanya akan melihat dan mengagumi, atau bergerak dan berlari meraihnya, itu adalah pilihan. (Al)

Ajak Kenali Eropa, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Hadirkan Dosen dari University of Murcia Spanyol

ELED News – Untuk dapat berkompetisi di dunia internasional, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris berkomitmen untuk bekali mahasiswa tentang wawasan negara-negara di Eropa, khususnya Spanyol. Hadir sebagai pemateri seminar di Aula BAU (1/11), Ana Mansilla Perez, Doktor di University of Murcia Spanyol. Dalam memperkenalkan Spanyol, Anna membuka dengan mengenalkan sejarah Spanyol yang lekat dengan kerajaan Islamnya, Andalusia. Sekitar abad ke 8, Spanyol dihuni banyak Muslim Arab, namun kemudian mereka disingkirkan oleh raja yang berkuasa setelahnya Ferdinant ke 3. “Semua katedral yang ada di Spanyol adalah dahulunya masjid,” papar Anna kepada mahasiswa angkatan 2018 itu. Selain mengenalkan histori Spanyol, Ana juga menjelaskan tentang penggunaan bahasa di negara-negara Eropa. Orang-orang Eropa di setiap negaranya memiliki bahasa pertama, namun kemudian bahasa terpenting kedua yakni Prancis, lalu German, dan Bahasa Inggris. Sehingga, orang-orang Eropa tertarik mempelajari bahasa. Dengan demikian, kemampuan bahasa orang-orang Eropa bisa diukur berdasarkan Common European Framework of Reference for Languages yang sudah cukup dikenal dengan A (basic), B (independent), dan C (proficient). Untuk itu, Ana mendorong para mahasiswa agar bisa melanjutkan studi ke Eropa melalui skema Erasmus Mundus yang dimiliki UMM. Selajutnya, Ana yang menekuni bidang cognitive linguistics tersebut juga berbagi ilmu tetang bagaimana bahasa itu dipelajari. Kemampuan kognitif berkaitan erat dengan proses mental (mental process). Dalam memahami makna, kemampuan kognitif seseorang terkait erat dengan pengalaman, budaya, indra, pun kinestetik. “Jadi, ketika kita berbicara, ada mekanisme di dalam otak kita yang mengontrol itu,” jelas Ana dihadapan mahasiswa semester 5 itu. Selain kepada mahasiswa, Ana yang konsen meneliti tentang discourse, cognitive linguistic, dan corpus linguistic itu juga melatih dosen-dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris tentang pengajaran Phraseology yaitu pengajaran idiom, collocation, dan proverb dalam pembelajaran Bahasa Inggris di American Corner (30/10). (raf)

Umi Tursini, Ph.D, Alumnus Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM Jadi Miliarder

ELED News – Melirik pangsa pasar online yang menjanjikan, Umi Tursini, alumnus Prodi Bahasa Inggris UMM angkatan tahun 1999 memulai usaha sepatu pada Maret 2017. Baru sekitar satu tahun berdiri, omzet usaha Umi Tursini telah tembus miliaran rupiah. Untuk itu, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris mengundang Umi Tursini sebagai pemateri kunci dalam workshop penyusunan mata kuliah kewirausahaan di laboratorium bahasa UMM (6/10). Umi Tursini mengawali usahanya dengan melakukan survey pasar untuk mencari produk. Dapatlah ia ide memproduksi sepatu laki-laki yang murah. Menurut analisanya produk sepatu laki-laki yang banyak di pasaran harganya masih berkisar di atas 100 ribu rupiah dan modelnya pun kurang menarik. Bekerjasama dengan tiga pengrajin binaannya di Mojokerto, Umi memesan masing-masing 3 kodi dengan varian model dan warna yang berbeda. “Saya termasuk tipe risk taker jadi saya berani mengeluarkan modal yang lumayan untuk ongkos produksi pada saat itu,” terang Umi yang juga berprofesi sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di malang itu. Setelah produk siap, tahap selajutnya adalah branding. Berbekal kemampuan bahasa Inggris, Umi, alumnus UNSW Australia itu menamai produknya dengan Salvo dan Salvora, yang artinya tembakan bertubi-tubi. Ia berharap dengan nama itu akan mendapatkan order yang melimpah. Sontak saja, pada harbolnas (hari belanja online nasional) Desember 2017 lalu, Umi dan timnya mendapat order ribuan sepatu hingga omsetnya pun tembus 1 Milyar. Umi mengaku sukses melalui pemasaran model market place, seperti Lazada. Ia memanfaatkan pemasaran yang gratis dan pasarnya terbuka luas itu dengan hanya mempekerjakan 8 karyawan sebagai tim admin dan packing. Kini, ia pun telah memiliki kerjasama dengan ratusan pengrajin yang ada di Mojokerto, Tanggulangin, dan Surabaya. Dalam waktu dekat ia pun diundang ke China untuk mengembangkan produknya. Dalam workshop tersebut, Umi menyarakan kepada dosen pengampu mata kuliah kewirausahaan agar mendorong mahasiswa untuk memulai usaha online, karena itu adalah dunianya anak muda, terkait waktupun sangat fleksibel. Ke depan, Umi memfasilitasi mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM untuk melakukan survey lapang ke gudang miliknya yang berlokasi di belakang kampus 3 UMM dan ia pun terbuka jika mahasiswa ingin magang di lokasi usahanya. (raf) Umi Tursini mengisahkan cerita sukses bisnisnya di hadapan dosen pengampu mata kuliah kewirausahaan (6/10).

Maba Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Siap Hadapi Tantangan Global

ELED News – Efek globalisasi yang kian tak dapat dibendung membuat banyak pihak berpikir kreatif menentukan arah kebijakan, terutama dalam dunia pendidikan. Untuk itu, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris mengadakan General Lecture dengan mendatangkan Dr. Masduki, M. Pd. sebagai pemateri kunci di Aula GKB III (25/9). Globalisasi menjadi tantangan bagi masyarakat Indonesia. Kontrol negara asing terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia sudah begitu kentara, contoh konkretnya soal makanan dan cara makan. “Adapun di bidang pendidikan, penggunaan kurikulum di beberapa sekolah kini sudah menggunakan standar asing begitupun dengan standar tes, kini banyak persayaratan akademis mengharuskan penggunakan tes dengan brand asing seperti TOEFL dan IELTS,” jelas Masduki. Memilih Prodi Pendidikan Bahasa Inggris tentu bukan sebuah pilihan yang tanpa tujuan atau cara mewujudkan cita-cita orang tua. Melainkan, belajar bahasa Inggris merupakan sebuah investasi, manpower investment. Kedepan, lulusan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris tidak hanya akan bersaing dengan lulusan lokal tapi juga dengan pekerja asing yang sekarang ini jumlahnya semakin masif di Indonesia. “Pekerjaan yang Anda geluti sekarang bisa jadi akan hilang di masa depan karena segala sesuatu di masa depan membutuhkan skill baru,” terang Masduki yang merupakan Direktur Lembaga Bahasa UMM itu. Untuk itu, Masduki menekankan kepada sekitar 250 mahasiswa baru yang hadir pada kesempatan tersebut untuk memiliki karakter yang kuat dan senantiasa membekali diri dengan berbagai keterampilan, salah satunya bergabung dengan berbagai organisasi yang ada di kampus dan juga melibatkan diri dengan kegiatan yang mengasah soft skill. Selaras dengan itu, Roman, pengajar Bahasa Inggris yang berasal dari Ukraina juga membekali maba dengan pentingnya penguasaan bahasa Inggris di skala internasional. (raf) Dr. Masduki, M. Pd menyajikan materi cara menghadapi tantangan global di hadapan mahasiswa baru Prodi Pendidikan Bahasa Inggris. Roman Pavliuk, pengajar Bahasa Inggris dari Ukraina, menjelaskan pentingnya penguasaan Bahasa Inggris di skala internasional.

Pertama, Konferensi Internasional Bahasa Inggris di UMM

ELED News – The Association of English Language Teaching Materials (ELTeaM) bekerjasama dengan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) akan mengadakan Konferensi Internasional di Bidang Pengajaran Bahasa Inggris (Conference on English Teaching in Indonesia-COETIN) keempat bagi ELTeaM dan pertama bagi COETIN pada 22-26 November 2018. Konferensi ini sekaligus memperingati Dies Natalis ke 30 Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM.   Konferensi internasional ini akan menghadirkan beberapa pembicara internasional, di antaranya Willy Renandya (National Institute of Education Singapura), Prof. Dr. Jayakaran Mukundan (Universiti Putra Malaysia), Dr. Ivor Timmis (Leeds Beckett University, UK), Dr. Naeema Hann (Leeds Beckett University, UK), Dr. Norhaida Aman (National Institute of Education Singapura), dan Bayu Hendro Wicaksono, Ph.D (Universitas Muhammadiyah Malang).   Selanjutnya, konferensi internasional ini membuka peluang bagi siapapun yang tertarik terhadap peningkatan pengajaran bahasa Inggris untuk mengumpulkan tulisan ilmiahnya kepada panitia melalui website ummelteam.org. Karya yang terseleksi akan kemudian dipublikasikan dalam salah satu dari tiga publikasi berikut: Prosiding ELTeaM dan COETIN (ISBN), Journal of Culture, English Language Teaching, Literature, and Linguistics (CELTIC) ber ISSN, dan Journal of English Language Teaching Innovation and Materials (JELTIM).   Adapun tema besar yang diangkat dalam konferensi internasional ini adalah ‘Quality Improvement and Innovation in ELT’ dengan 5 sub tema: Curriculum, materials, and technology in ELT; Methodology and assessment in ELT; ELT content instruction; ELT teacher education and teacher professional development; and other issues in ELT.   Rina Wahyu Setyaningrum, M.Ed., Ketua Pelaksana, memproyeksikan seminar internasional tersebut akan memberikan kontribusi nyata untuk peningkatan kualitas pengajaran dan pemahaman materi kepada para pengajar Bahasa Inggris di berbagai tingkat pendidikan sebagai upaya pengabdian kepada masyarakat. “Selain itu, kegiatan ini juga ditujukan untuk mewadahi para praktisi dan akademisi dalam meningkatkan kompetensi Bahasa Inggris dan metode pembelajaran serta penelitian agar selaras dengan kebutuhan siswa di masa mendatang,” papar Rina, asisten Rektor UMM.   Lailatul Rifah, mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Bahasa Inggris UMM, mengaku berencana mendaftar pada konferensi internasional ini setelah mengetahui brosur kegiatan. Baginya, melibatkan diri dalam konferensi internasional akan membantunya berpikir ilmiah. “Menjadi peneliti muda seperti saya ini, mengikuti kegiatan konferensi merupakan sebuah keharusan. Dengan itu saya bisa bertukar ide dan memperluas networking sehingga mendorong saya menjadi active researcher,” papar mahasiswi yang sedang menyelesaikan tahap akhir dari penelitiannya tentang oral communication needs itu.   Beberapa tanggal penting yang harus diperhatikan yaitu pengumpulan abstrak (25 Juli 2018-31 Agustus 2018), pemberitahuan abstrak yang terseleksi (15 September 2018), pengumpulan tulisan full paper (15 Oktober 2018), dan periode pembayaran (15 September 2018-15 Oktober 2018). Untuk informasi lebih detil bisa diakses melalui ummelteam.org. (raf) Brosur kegiatan seminatr internasional Pendidikan Bahasa Inggris.

Calon Wisudawan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Raih IPK Terbaik Fakultas

ELED News – Menyelesaikan pekerjaan yang sudah dimulai merupakan sebuah komitmen hidup. Inilah yang ditempuh oleh 97 mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris yang dinyatakan berhasil menyelesaikan studi Sarjana pada Yudisium Periode III 2018 (23/8). Pada acara yudisium tersebut, Unzila Magfirowati ditetapkan sebagai wisudawan terbaik FKIP dengan IPK 3.98 dan masa studi 3 tahun 11 bulan.   Mengangkat judul skripsi The Use of Collaborative Strategic Reading on Students’ Reading Comprehension, Unzila ingin memberikan kontribusi pada strategi pengajaran Reading. Bahwa untuk sukses dalam memahami bacaan tak hanya dipengaruhi oleh kecerdasan saja, namun juga oleh keterampilan membaca. Skripsi tersebut dilatar belakangi dari pengalaman pribadinya yang merasa kesulitan memahami teks bahasa Inggris di awal menjadi mahasiswa baru pada 2014 lalu.   Ditanya tentang kiat belajar, Unzila, perempuan yang memiliki biro penerjemahan itu mengaku bahwa menyukai hal yang telah dipilih menjadi kunci keberhasilan. “Selama ini saya berusaha menjadikan Bahasa Inggris sebagai passion. Sehingga ketika menemui kesulitan, saya tidak begitu saja menyerah pada keadaan. Saya berusaha ikhlas, maka saya merasa enjoy belajar dan tidak menjadikan kesulitan sebagai beban,” papar Unzila yang setelah lulus akan mengajar di salah satu SMK di Bali itu.   Selaras dengan itu, Dekan FKIP UMM, Dr. Poncojari Wahyono, M.Kes menegaskan bahwa selama empat tahun menjadi mahasiswa, calon wisudawan telah dibekali dengan berbagai hal, terutama keilmuan dan keterampilan mengajar. Tidak hanya itu, selain kemampuan pedagogis, calon wisudawan juga dibekali keterampilan berwirausaha sehingga sarjana siap lulus dan siap kerja.   Untuk itu, Dr. Poncojari Wahyono, M.Kes menasehati bahwa untuk menjadi pribadi yang sukses, calon wisudawan harus senantiasa berpikir positif. “Pikiran positif berdampak pada tindakan dan perasaan sehingga ia menentukan nasib seseorang ke depan. Teruslah berikhtiar dan jangan lupa tawakkal,” pesan dosen Prodi Pendidikan Biologi itu dihadapan 383 calon wisudawan. (raf) Unzila Magfirowati saat menyampaikan Kesan dan Pesan Wisudawan Terbaik Fakultas.

Terus Berlatih Demi UMM

ELED News – Setelah beberapa waktu lalu Heny Aprillia, mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PPBIng), menggemakan nama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) lewat prestasinya menjuarai  Roro Muslimah Malang (Heritage Ambassador of Malang). Estafet juara itu berlanjut ke mahasiswa PPBIng lainnya yang bernama Sary Eka Wahyuni. Dara kelahiran Tulungagung 21 tahun silam ini berhasil naik podium teratas pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pencak Silat kategori seni beregu Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Raja Brawijaya ke II Tahun 2018 yang di selenggarakan di Universitas Brawijaya, Malang. Trofi ini diraih bukan tanpa perjuangan dan tantangan. Waktu persiapan yang sangat singkat membuat Eka (begitu dia akrab disapa) dan beberapa teman-temantimnya yang tergabung dalam UKM PSHT UMM hampir urung mendaftardi Kejurnas tersebut. Belum lagi waktu berlatih untuk persiapan kompetisi yangsulit untuk dilakukan secara bersama mengingat kejuaraan ini merupakan kompetisi tim. Hal itu dikarenakanbertepatan dengan libur hari Raya bulan lalu. SehinggaEka, yang pernah menyabet juara 1kategori tanding pada event Rector Cup UMM 2018, dan timnya semakin pesimis utk berlaga di Kejurnas Brawijaya II. Tapi mundur sebelum berlaga tidak masuk dalam perbendaharaan kata Eka. Untuk itu dia meyakinkan timnya utk tidak melewatkan kesempatan ini meskipun persiapan yang pendek. Kucuran keringat dan waktu yang tersita utk persiapan dan latihan terbayar lunas setelah tim juri mengumumkan UKM PSHT UMMmeraih skor teratas mengungguli lawan-lawannya (tim Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Airlangga serta beberapa universitas-universitas lainnya) yang lebih diunggulkan. Akhirnya, Eka dan tim berhak mengangkat trofi juara pada laga bergengsi Kejurnas Brawijaya II tersebut. Yang mengesankan dari dara yang juga seorang blogger (link web: http://saryeka.weebly.comatau http://sary.student.umm.ac.id)  adalah kerendahan hatinya ketika bergaul bersama teman-temannya dan berkomunikasi dengan para dosen-dosennya. Dibalik tawa manis dan kerendahan hatinya, Eka merupakan mahasiswa dengan prestasi yang mengagumkan. Hampir selusin medali duduk syahdu di almari displaynya hanya dalam rentan waktu 2 tahun (2016-2018). Beberapa diantaranya yang masih gres yang di raih di tahun 2018 adalah: ·         Juara 1 kategori tanding pada event Rector Cup UMM 2018 ·         Juara 1 kategori tanding pada event Kejuaraan PSHT Apple Cup Se-Cabang Batu Tahun 2018 ·         Juara 1 kategori seni beregu pada event Kejuaraan PSHT Apple Cup Se-Cabang Batu Tahun 2018 ·         Juara 2 kategori seni beregu pada event Kejuaraan PSHT Uin Maliki Cup III Se-Jawa Bali Tahun 2018 ·         Juara 3 kategori Tanding pada event Kejuaraan PSHT Uin Maliki Cup III Se-Jawa Bali Tahun 2018 Yang membuat Eka lebih mengesankan adalah selain prestasi non-akademiknya yg luar biasa, kemampuan akademiknya juga fantastik. Para pengajar di PPBIng mengamini tentang hal itu. Eka tak lain adalah gambaran mahasiswa yang patut di “kloning”. Berprestasi non-akademik tapi tetap konsisten dan berani untuk bersaing secara akademik. Lewat tulisan singkatnya yg dikirim ke PPBIng tentang prestasinya yang paripurna di berbagai kompetisi Pencak Silat, dia menegaskan “terus berlatih dan persiapkan diri maka hasil terbaik akan kita raih”. Kata kuncinya adalah “terus berlatih”. Frase sederhana yang begitu bernyawa karena kesuksesan dalam bidang apapun akan tergapai dengan membuang jauh-jauh kemalasan. Eka juga mengimplementasikan kata-katanya diwilayah akademik. Dia adalah pembelajar Bahasa Inggris yang tangguh dengan keistiqomahannya dalam mengembangkan English skills. Eka mengungkapkan tentang rasa syukurnya bisa belajar di UMM dan mengambil Prodi Pendidikan Bahasa Inggris karena baginya PPBIng UMM adalah lingkungan yang tepat. Walhasil, Eka mengakui dirinya bisa mengakselerasi kemampuan Bahasa Inggrisnya dan bisa tetap berprestasi di UKM PSHT. Eka menegaskan, di bawah komando para pengajar Bahasa Inggris yang piawai men-dribbling pendekatan mengajar yg efektif dan efisien yang diramu dengan materi yg aplikatif menjadikan pembelajaran dan penguasaan Bahasa Inggris lebih mudah dan menyenangkan. Dan yang tak kalah pentingnya, para dosen PPBIng tetap memberi dia ruang dan dukungan yang optimal untuk mengembangkan prestasi pencak silatnya. Selamat buat Sary Eka Wahyuni atas Juara 1 kategori seni beregu pada event Kejurnas (Kejuaraan Nasional) PSHT Raja Brawijaya ke II Tahun 2018. Terima kasih sudah menggemahkan UMM dengan prestasi yang luar biasa di  Kejurnas PSHT Raja Brawijaya. (AAW)

Hesti Miranda Raih Beasiswa ke Negeri Matador

Hesti Miranda berpose saat graduation day di Tongren University, China. ELED News – Diberi kesempatan mengunjungi negara-negara di Eropa merupakan pengalaman yang berharga, salah satunya bagi Hesti Miranda, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2013 yang akan bertolak ke Spanyol pada 7 September ini untuk belajar di University of Murcia melalui program beasiswa Erasmus+. Ingin tahu perjuangannya, mari simak ulasan berikut. Beberapa kali gagal melamar beasiswa tak lantas membuat Hesti patah arang. Ketika ditolak, ia mengevaluasi persyaratan yang dirasanya kurang maksimal, seperti memperbaiki curriculum vitae, motivation letter, dan kemampuan bahasa Inggris. “Kurang lebih 7 kali saya mengajukan lamaran beasiswa, mulai Erasmus Mundus, Emlear, Alfabet, dan Erasmus+ sejak sekitar 3 atau 4 tahun lalu, dan baru kali ini diterima,” terang mahasiswi asal Kalimantan Timur itu. Selain kemampuan akademik, sukses meraih beasiswa membutuhkan keuletan dan kedisiplinan. “Hal prinsip bagi saya yaitu ketekunan, kemampuan akademik akan menyusul kemudian. Maka dari itu setiap kali gagal, saya berusaha mengevaluasi dan bangkit,” papar mahasiswi yang juga peserta exchange program ke Tongren University, China pada 2016 lalu. Setibanya di Spanyol, Hesti telah memiliki beberapa rencana. Diantaranya, ia akan belajar academic writing karena baginya keterampilan menulis akademik sangat penting dikuasai untuk masa depannya. Selain itu, ia juga tertarik dengan peradaban Eropa, terutama Spanyol yang merupakan negara yang kaya sejarah terkait kejayaan Islam. Meraih beasiswa bukan sekadar meningkatkan rasa percaya diri, Hesti juga ingin membanggakan kedua orang tuanya. “Ingin membuktikan pada teman-teman saya di rumah bahwa belajar di rantau (di UMM, red) yang notabene menghabiskan uang orangtua ternyata membawa hasil, Alhamdulillah,” papar Hesti bangga. (raf)

MENJAGA MOTIVASI ADALAH KUNCI PRESTASI

ELED News – Dara manis bernama lengkap Heny Aprillia nampak sumringah ketika mendapat ucapan selamat dari Sekretaris Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PPBIng) via telpon. Mahasiswi PPBIng angkatan 2015 ini baru saja mengharumkan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan juga PPBIng setelah menyabet juara 1 Roro Muslimah Malang (Heritage Ambassador of Malang) 2018. Sebuah capaian yang luar biasa membanggakan.   Sebenarnya Roro Muslimah bukanlah satu-satunya prestasi gadis yang piawai melukis ini. Ada banyak capaian luar biasa yang telah dia torehkan, diantaranya “Painting in English Cup” dua kali dia sabet tahun 2015 dan 2016  masing masing sebagai Juara 1 dan Runner Up. April, begitu biasanya teman-temannya memanggil, adalah gambaran ideal mahasiswa masa kini  yang bukan hanya mempunyai deretan prestasi non-akademik tapi juga akademik. Terbukti, saat ini April masuk tiga besarIPK tertinggi sementara di Prodi Pendidikan BahasaInggris. Lebih jauh, sebagai Mahasiswa PPBIng, dia merupakan mahasiswa yang aktif dan cukup menonjok secara akademik dikelas dan hal itu di amini oleh beberapa bapak ibu dosen pengajar. “Henny, anaknya smart, sopan dan aktif di kelas” Ungkap Estu Widodo, pengajar PPBIng yang pernah mengajar April.   Metode pengajaran “Collaborative Learning”, yang banyak diadopsi oleh Bapak-Ibu Dosen PPBIng, diakui April, yang pernah aktif di Badan Dakwah Islam ketika duduk di bangku SMU ini, berperan signifikan dalam pembentukan dan peningkatan daya kritis serta kecerdasan  afektifnya. Dua hal ini, menurut April, bekal utama yang dia selalu gunakan ketika mengikuti berbagai kompetisi.   Sebagai generasi milenial, adalah lumrah piawai IT karena mereka memang lahir dan tumbuh di era komputer, Internet dan gadget. Tapi, mahasiswi, yang aktif di  forum komunikasi taman baca malang rayatahun 2017, ini beyond IT user karena dia berinovasi  dengan mengintegrasikan IT dengan Bahasa Inggris. Hal itu dibuktikan dengan rencana April untuk mengajarkan IT, khususnya Microsoft Office, kepada teman-teman di kampungnya menggunakan media pengantar Bahasa Inggris ketika menjelaskan. Hasilnya jelas, peserta mengantongi dua keuntungan sekaligus (mahir microsoft office dan Bahasa Inggris).   April adalah manifestasi nyata potensi diri akan maksimal ketika berada dilingkungan yang tepat. April mengakui Prodi Pendidikan Bahasa Inggris merupakan lingkungan akademis yang tepat karena para pengajar PPBIng yang begitu bervariasi dalam penerapan metode pengajaran dan evaluasi. Dampak positif dari itu semua optimalisasi kompetensi dan potensi para siswa. Itu jelas tergambar dari prestasi yang ditorehkan April.   Diwaktu senggangnya gadis manis, yang juga aktif sebagai Sekretaris Karang Taruna (kegiatan pemuda kemasyarakatan), lebih sering dia habiskan untuk membaca novel dan berkebun. Dalam pesan singkatnya via WA ketika ditanya kunci keberhasilan yang gilang- gemilang baik akademik dan non-akademik, April mengatakan teruslah gali potensi dan tingkatkan motivasi untuk akselerasi kemampuan diri. (Al)